Fimela.com, Jakarta - Menjadi perempuan di era media sosial terkadang datang dengan banyak pertanyaan. Melihat pencapaian orang lain di timeline bisa membuat seseorang tanpa sadar membandingkan hidupnya sendiri. Belum lagi berbagai informasi tentang kesiapan fisik, mental, karier, hingga keluarga yang terus muncul setiap hari. Hal-hal tersebut dapat membuat seseorang merasa harus segera menentukan langkah berikutnya, termasuk mulai bertanya pada diri sendiri, “Apakah sudah siap jadi ibu?”
Situasi seperti comparison trap dan information overload dapat memicu rasa khawatir bahkan sebelum masa kehamilan dimulai. Lewat kampanye #SiapaTakutJadiIbu, PRENAGEN ingin menjadi support system bagi perempuan untuk validasi rasa cemas sekaligus menjalani perjalanan menuju menjadi ibu tanpa merasa harus mengikuti timeline orang lain.
Rasa khawatir tentang masa depan bisa muncul dalam berbagai bentuk. Seseorang mungkin mulai memikirkan apakah kariernya sudah cukup stabil, apakah sudah siap membangun keluarga, atau apakah dirinya sudah melakukan persiapan yang tepat. Ketika pertanyaan tersebut datang bersamaan, tidak heran jika pikiran terasa semakin penuh.
Melalui kampanye tahun ini, PRENAGEN menghadirkan aktor Korea Selatan Ji Chang Wook sebagai Brand Ambassador terbaru. Kehadirannya juga dikaitkan dengan kedekatan Korean Wave dengan perempuan Indonesia. Berdasarkan survei Jakpat yang dicantumkan dalam siaran pers, 51 persen dari 1.211 responden mengaku menonton drama Korea dalam enam bulan terakhir, sementara persentasenya mencapai 64 persen pada responden perempuan.
Dari kehadiran Ji Chang Wook tersebut, PRENAGEN membawa pesan “Jangan Cuma Worry”. Inisial JCW dari namanya digunakan sebagai bagian dari pesan kampanye untuk mengajak perempuan tidak berhenti pada rasa khawatir, tetapi mulai mengubahnya menjadi langkah persiapan yang positif. Langkah tersebut tidak harus selalu besar. Bagi perempuan yang sedang fokus pada karier, misalnya, mempersiapkan masa depan bisa dimulai dengan memperhatikan kesehatan fisik dan emosional. Hal sederhana seperti mencari informasi yang sesuai kebutuhan juga dapat menjadi bagian dari persiapan.
Jangan Cuma Worry, Saatnya Mengubah Kekhawatiran Jadi Aksi
Art Content Creator Irene Suwandi juga membagikan pandangannya mengenai timeline kehidupan. Menurutnya, setiap orang memiliki waktunya sendiri dan tidak perlu merasa cemas hanya karena melihat orang lain sudah berada di fase yang berbeda. Ia memilih fokus menjaga kesehatan, menikmati proses mengenal diri, dan mempersiapkan masa depan sesuai ritmenya. Dengan begitu, “worry” tidak harus terus menjadi sumber overthinking. Rasa khawatir bisa menjadi titik awal untuk melihat apa yang sebenarnya ingin dipersiapkan, lalu mengambil langkah kecil yang terasa sesuai dengan kondisi diri.
Setiap perempuan tentu bisa memiliki prioritas yang berbeda. Ada yang sedang fokus mengembangkan karier, ada yang ingin lebih mengenal diri sendiri, ada pula yang mulai mempersiapkan masa depan bersama pasangan. Tidak ada satu urutan yang harus dijalani semua orang dengan cara yang sama. Karena itu, rasa khawatir sebenarnya tidak selalu harus dianggap sebagai sesuatu yang buruk. Worry bisa menjadi pengingat untuk melihat kembali apa yang ingin dipersiapkan. Yang penting, rasa tersebut tidak membuat seseorang terus terjebak dalam perbandingan dengan kehidupan orang lain.
Daripada bertanya apakah diri sendiri sudah tertinggal, perempuan dapat mulai melihat apa yang memang sedang dibutuhkan saat ini. Bisa dari menjaga kesehatan, mencari informasi yang tepat, atau sekadar memberi waktu kepada diri sendiri untuk memahami apa yang diinginkan. Perjalanan menjadi ibu pun tidak harus dimulai dengan terburu-buru. Ada banyak tahap yang dapat dilewati secara perlahan sesuai kondisi masing-masing. Dengan begitu, pertanyaan “sudah siap jadi ibu?” bukan lagi sesuatu yang terasa menakutkan, melainkan bagian dari proses mengenal diri dan mempersiapkan masa depan.
Menjadi Ibu Tidak Harus Dimulai dengan Rasa Takut
Perjalanan menjadi seorang ibu tentu tidak hanya berkaitan dengan kesiapan mental. Perhatian terhadap kesehatan dan kebutuhan nutrisi juga menjadi bagian dari persiapan, terutama ketika seseorang mulai merencanakan kehamilan atau sudah menjalaninya.PRENAGEN menyebut telah menghadirkan rangkaian nutrisi untuk mendampingi perempuan dalam perjalanan menjadi ibu, mulai dari persiapan kehamilan, masa kehamilan, hingga menyusui. Dukungan tersebut terus dikembangkan mengikuti kebutuhan dan gaya hidup perempuan yang beragam.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah PRENAGEN Mommy No Added Sugar yang tersedia dalam bentuk Stick Pack dan UHT. Versi Stick Pack disebut praktis untuk gaya hidup on the go serta mengandung protein, asam folat, zat besi, vitamin D, dan DHA. Sementara itu, versi UHT hadir dalam kemasan siap minum dengan kandungan asam folat, kalsium, dan rendah lemak.
Namun, persiapan menjadi ibu tentu tidak harus terasa seperti daftar panjang yang wajib diselesaikan sekaligus. Setiap perempuan bisa memiliki kebutuhan dan kondisi yang berbeda. Ada yang masih berada di tahap mengenal diri dan menata masa depan, sementara yang lain mungkin sudah mulai mempersiapkan kehamilan. Content Creator Debi Sagita turut membagikan pengalamannya mengenai kehamilan yang menurutnya penuh kejutan. Ia mengatakan bahwa menjadi ibu yang siap bukan berarti harus mengetahui semuanya sejak awal. Kemauan untuk terus belajar dan memiliki support system menjadi hal yang penting dalam proses tersebut.
Pada akhirnya, pesan “Jangan Cuma Worry” dapat dilihat sebagai ajakan untuk tidak terlalu lama terjebak dalam kekhawatiran. Masa depan memang tidak selalu bisa diprediksi, tetapi persiapan bisa dilakukan sedikit demi sedikit. Tidak perlu membandingkan perjalanan sendiri dengan orang lain. Yang terpenting adalah memahami kebutuhan diri, mencari informasi yang tepat, dan mengambil langkah sesuai kemampuan. Karena setiap perempuan punya timeline masing-masing, termasuk dalam perjalanan menuju menjadi seorang ibu.