Fimela.com, Jakarta - Makan sering kali menjadi aktivitas yang dilakukan sambil mengerjakan hal lain. Sarapan sambil mengecek ponsel, makan siang di depan laptop, atau menikmati camilan sambil scrolling media sosial mungkin sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Di tengah kebiasaan tersebut, mindful eating bisa menjadi cara sederhana untuk kembali menikmati waktu makan tanpa terburu-buru. Sebab, makanan bisa saja habis tanpa kita benar-benar menyadari rasa yang sedang dinikmati.
Dilansir dari Harvard Health, mindful eating merupakan cara makan dengan memberikan perhatian penuh pada makanan dan proses menikmatinya. Hal ini bisa dilakukan dengan memperhatikan warna, aroma, rasa, dan tekstur makanan, makan secara perlahan, serta mengurangi distraksi seperti televisi atau perangkat elektronik.
Sederhananya, mindful eating mengajak kita untuk benar-benar hadir saat makan. Bukan hanya memikirkan makanan apa yang ada di depan mata, tetapi juga memperhatikan bagaimana pengalaman tersebut terasa bagi diri sendiri.
Misalnya, ketika menyantap makanan favorit, coba beri waktu untuk mengenali rasa dan teksturnya. Apakah terasa gurih, manis, renyah, lembut, atau memiliki aroma tertentu? Hal-hal kecil yang biasanya terlewat ketika makan terburu-buru justru bisa membuat pengalaman makan terasa lebih menyenangkan.
Mulai dari Kebiasaan Kecil yang Bisa Dilakukan Setiap Hari
Setelah memahami konsepnya, mindful eating sebenarnya cukup mudah dicoba dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa kebiasaan sederhana berikut bisa menjadi langkah awal:
1. Kurangi distraksi saat makan
Coba letakkan ponsel atau berhenti sejenak dari aktivitas lain ketika sedang makan. Dengan perhatian yang tidak terbagi, kita bisa lebih menyadari makanan dan suasana di sekitar.
2. Beri waktu sebelum suapan pertama
Tidak perlu langsung makan begitu makanan tersedia. Luangkan beberapa detik untuk melihat makanan, mencium aromanya, dan memperhatikan apa yang ada di piring.
3. Makan dengan lebih perlahan
Nikmati setiap suapan tanpa terburu-buru menghabiskan makanan. Beri waktu untuk mengunyah dan merasakan teksturnya. Cara sederhana ini membuat kita lebih hadir selama proses makan.
4. Dengarkan sinyal tubuh
Perhatikan rasa lapar sebelum makan dan bagaimana tubuh terasa setelah beberapa suapan. Kebiasaan ini membantu kita lebih mengenali kapan tubuh benar-benar membutuhkan makanan dan kapan mulai merasa cukup.
5. Nikmati makanan tanpa rasa bersalah
Mindful eating bukan tentang menganggap makanan tertentu sebagai sesuatu yang harus ditakuti atau dihindari. Makanan favorit tetap bisa dinikmati. Yang berubah adalah cara kita memberikan perhatian terhadap pengalaman tersebut.
Tidak semua kebiasaan harus langsung dilakukan sekaligus. Pilih satu hal yang paling mudah, lalu perlahan jadikan bagian dari rutinitas. Dengan begitu, mindful eating tidak terasa seperti aturan tambahan, melainkan kebiasaan kecil yang berjalan secara alami.
Menikmati Makanan Juga Bisa Menjadi Bentuk Me Time
Di tengah jadwal yang padat, waktu makan sering kali hanya dianggap sebagai jeda sebelum kembali bekerja atau menjalani aktivitas lain. Kita makan sambil membalas pesan, membuka media sosial, atau memikirkan pekerjaan berikutnya. Padahal, waktu makan juga bisa menjadi kesempatan untuk memberikan jeda bagi diri sendiri.
Di sinilah mindful eating bisa terasa seperti bagian dari self-care. Bukan karena aktivitas makannya harus dibuat istimewa, tetapi karena kita memberikan perhatian pada diri sendiri selama proses tersebut.
Mindful eating juga tidak berarti setiap waktu makan harus berlangsung dengan tenang dan sempurna. Ada kalanya kita memang harus makan terburu-buru karena pekerjaan atau aktivitas lain. Hal tersebut tidak perlu menjadi alasan untuk merasa bersalah.
Justru, pendekatan yang lebih santai dapat membuat kebiasaan ini terasa lebih realistis. Kita bisa memilih satu waktu makan untuk benar-benar dinikmati tanpa distraksi, kemudian perlahan membawanya ke momen lainnya.
Jadi, ketika hari terasa begitu sibuk, mungkin tidak ada salahnya mengambil beberapa menit untuk berhenti sejenak. Letakkan ponsel, nikmati makanan di depan mata, dan rasakan setiap gigitan. Sederhana, tetapi bisa menjadi cara kecil untuk lebih hadir di tengah rutinitas sehari-hari.