Fimela.com, Jakarta - Pembukaan butik baru sebuah brand fashion biasanya menjadi momen untuk memperkenalkan lebih dekat identitas yang dibawa Maison tersebut. Hal yang sama terlihat dalam pembukaan butik pertama Roger Vivier di Indonesia yang berlokasi di Plaza Indonesia. Pada 24 September 2026, Yeji ITZY turut hadir sebagai Global Brand Ambassador Roger Vivier dalam perayaan tersebut.
Kehadiran Yeji terasa menarik karena karakter personalnya memiliki sisi yang cukup selaras dengan identitas Roger Vivier. Sebagai leader ITZY, Yeji dikenal melalui penampilan panggung yang berani, modern, dan penuh karakter. Sementara itu, Roger Vivier membawa perpaduan antara keanggunan, kreativitas, dan joie de vivre sebagai bagian dari DNA Maison.
Sejak dipercaya menjadi Global Brand Ambassador, Yeji ITZY turut merepresentasikan Roger Vivier melalui berbagai proyek yang mempertemukan warisan Parisian dengan budaya kontemporer. Peran tersebut juga memperlihatkan bagaimana sebuah Maison dengan sejarah panjang dapat terus hadir di tengah generasi baru. Roger Vivier sendiri bukan nama baru dalam dunia luxury footwear. Maison ini didirikan di Paris pada 1937 oleh Monsieur Roger Vivier, desainer sepatu asal Prancis yang dikenal melalui desain-desainnya yang imajinatif dan inovatif.
Pertemuan antara karakter Yeji dan Roger Vivier pun membuat momen pembukaan butik terasa lebih dari sekadar perayaan kehadiran sebuah brand. Ada pertemuan antara warisan desain yang telah berlangsung selama puluhan tahun dengan sosok dari generasi baru yang membawa energi berbeda. Buat Sahabat Fimela yang mengikuti perkembangan fashion dan K-pop, kehadiran Yeji sekaligus menjadi gambaran bagaimana dunia musik dan fashion terus bertemu dalam berbagai kesempatan.
Bukan Sekadar Sepatu Cantik, Ini yang Membuat Roger Vivier Punya Karakter Khas
Kalau melihat Roger Vivier hanya dari sisi kemewahan, mungkin ada satu bagian menarik yang mudah terlewat, yaitu bagaimana sepatu menjadi ruang untuk bereksperimen dengan bentuk dan dekorasi. Sejak didirikan di Paris pada 1937, Roger Vivier telah dikenal melalui kreasi sepatu yang imajinatif dan artistik. Monsieur Roger Vivier bahkan menciptakan berbagai bentuk hak sepatu yang inovatif sepanjang kariernya. Pendekatan tersebut membuat namanya menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah desain sepatu.
Berbagai kreasinya juga pernah dikenakan oleh perempuan ikonis seperti Josephine Baker, Marlene Dietrich, Catherine Deneuve, Brigitte Bardot, hingga Ratu Elizabeth II. Nama-nama tersebut memperlihatkan bagaimana desain Roger Vivier telah menjadi bagian dari perjalanan fashion selama beberapa generasi.
Namun, warisan tersebut tidak berarti Roger Vivier berhenti pada desain klasik. Sejak 2018, Gherardo Felloni dipercaya sebagai Creative Director Maison. Desainer asal Italia tersebut membawa pendekatan yang lebih playful dan dekoratif ke dalam koleksi Roger Vivier, sekaligus tetap mempertahankan keahlian dan karakter khas Maison. Di bawah arahan Felloni, Roger Vivier juga tidak lagi hanya berbicara soal sepatu. Koleksinya berkembang mencakup tas, perhiasan, topi, hingga waistcoat. Elemen dekoratif menjadi salah satu cara untuk membuat berbagai kreasi tersebut tetap memiliki identitas yang kuat.
Hal ini pula yang membuat Roger Vivier menarik untuk dilihat dari perspektif fashion masa kini. Desain yang memiliki akar sejarah tetap dapat dikembangkan dengan pendekatan yang lebih kontemporer. Kehadiran Yeji sebagai Global Brand Ambassador kemudian membawa karakter tersebut ke audiens yang lebih luas. Gaya Yeji yang berani dan ekspresif bertemu dengan sisi Roger Vivier yang elegan sekaligus dekoratif, menciptakan kombinasi yang terasa relevan untuk generasi saat ini.
Gaya Yeji dan Detail Roger Vivier, Saat Warisan Fashion Bertemu Energi Generasi Baru
Ada alasan mengapa pertemuan Yeji dan Roger Vivier terasa menarik untuk diperhatikan. Keduanya datang dari dunia yang berbeda, tetapi sama-sama memiliki ruang untuk berekspresi melalui visual. Yeji dikenal sebagai salah satu anggota ITZY yang memiliki aktivitas di panggung global. Sejak debut ITZY pada 2019, ia bersama grupnya telah mendapatkan pengakuan internasional dan terus menjadi bagian dari perkembangan K-pop di berbagai negara.
Di sisi lain, Roger Vivier membawa sejarah panjang dari dunia luxury footwear. Maison yang berdiri di Paris pada 1937 tersebut telah melewati berbagai generasi dan tetap mempertahankan karakter desain yang menjadi identitasnya. Perbedaan generasi dan latar belakang tersebut justru membuat pertemuan keduanya terasa menarik. Yeji membawa energi yang lebih dinamis dan kontemporer, sementara Roger Vivier memiliki fondasi desain yang dibangun sejak puluhan tahun lalu.
Terlebih, arah kreatif Gherardo Felloni turut membawa Roger Vivier ke dalam pendekatan yang lebih playful dan dekoratif. Warisan Monsieur Roger Vivier tidak ditinggalkan, tetapi dikembangkan melalui bahasa desain yang lebih sesuai dengan perkembangan fashion saat ini. Pembukaan butik pertama Roger Vivier di Indonesia di Plaza Indonesia pun menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Kehadiran Maison di Jakarta membuat audiens Indonesia dapat lebih dekat dengan dunia Roger Vivier dan berbagai karakter desain yang dibawanya.
Sementara bagi Yeji, perannya sebagai Global Brand Ambassador menjadi bagian dari perjalanan untuk merepresentasikan Roger Vivier kepada audiens yang lebih luas. Karakter berani dan modern yang melekat pada dirinya juga memberikan perspektif berbeda terhadap bagaimana sebuah Maison luxury dapat dikenalkan kepada generasi baru.
Pada akhirnya, pertemuan Yeji dan Roger Vivier bukan hanya tentang fashion dan K-pop. Ada cerita mengenai bagaimana sebuah warisan dapat terus berkembang tanpa kehilangan identitasnya. Dari Paris hingga Jakarta, Roger Vivier membawa sejarah panjangnya ke ruang yang lebih modern, sementara Yeji menjadi salah satu wajah yang merepresentasikan perjalanan tersebut.