Fimela.com, Jakarta - Menikah tidak selalu berarti seluruh pengelolaan keuangan harus dilakukan dalam satu rekening. Sebagian pasangan memilih tetap memiliki dana yang dikelola secara pribadi, selama kebutuhan rumah tangga dan tujuan finansial bersama tetap diperhatikan.
Dilansir dari Journal of Financial Therapy, penelitian terhadap pasangan menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan dalam hubungan dapat melibatkan berbagai bentuk, termasuk keputusan untuk menyimpan atau mengatur uang secara terpisah. Memiliki tabungan pribadi juga tidak otomatis berarti seseorang menyembunyikan sesuatu dari pasangan.
Hal yang perlu diperhatikan adalah apakah keberadaan dana tersebut sudah menjadi bagian dari kesepakatan atau justru sengaja dirahasiakan. Dilansir dari Journal of Family and Economic Issues, penelitian terhadap 124 pasangan menemukan adanya hubungan antara perilaku menyembunyikan informasi finansial, kebiasaan saling mengawasi keuangan, dan menurunnya keharmonisan finansial.
Karena itu, tabungan pribadi dapat saja dimiliki setelah menikah, tetapi batasannya perlu dibicarakan bersama. Dilansir dari Journal of Financial Therapy, pasangan cenderung lebih tidak menerima perilaku seperti memiliki rekening rahasia, menyembunyikan utang, atau mengambil tabungan tanpa berkonsultasi dengan pasangan.
Alasan Tetap Punya Tabungan Pribadi Setelah Menikah
Setelah menikah, pasangan tidak selalu harus memiliki cara yang sama dalam mengatur seluruh uang yang dimiliki. Sebagian memilih menggabungkan penghasilan, sementara lainnya tetap memberikan ruang untuk keuangan pribadi. Dilansir dari Journal of Social and Personal Relationships, pasangan dapat menerapkan pola pengelolaan finansial yang berbeda, termasuk menggunakan rekening bersama maupun terpisah.
Beberapa alasan seseorang tetap memiliki dana pribadi setelah menikah antara lain:
- Memenuhi kebutuhan personal, seperti membeli barang atau melakukan aktivitas yang memang menjadi kebutuhan masing-masing.
- Memiliki dana darurat pribadi, sehingga tetap mempunyai cadangan ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.
- Menjaga kemandirian finansial, terutama ketika pasangan telah menyepakati batas antara uang bersama dan uang yang dikelola secara individual.
Namun, hal tersebut berbeda dengan sengaja menyembunyikan kondisi keuangan. Dilansir dari Journal of Consumer Research, financial infidelity dapat mencakup tindakan finansial yang sengaja tidak diungkapkan karena diperkirakan akan mendapat ketidaksetujuan pasangan, termasuk menyembunyikan pengeluaran atau utang yang berpotensi memengaruhi kondisi keuangan dan kepercayaan dalam hubungan pernikahan.
Kapan Tabungan Rahasia Mulai Jadi Masalah dalam Pernikahan?
Memiliki uang yang dikelola secara pribadi tidak selalu menjadi persoalan dalam pernikahan. Namun, situasinya dapat berbeda ketika keberadaan dana tersebut sengaja disembunyikan dan berkaitan dengan keputusan finansial yang seharusnya diketahui bersama.
Dilansir dari Journal of Consumer Research, perilaku finansial yang dirahasiakan dari pasangan dapat muncul ketika seseorang memperkirakan keputusan tersebut akan mendapat penolakan atau menimbulkan konflik. Sebelum memutuskan untuk memiliki dana pribadi, beberapa hal yang dapat dibicarakan bersama meliputi:
- Batas uang bersama dan pribadi, termasuk berapa bagian penghasilan yang dialokasikan untuk kebutuhan rumah tangga.
- Utang dan kewajiban finansial, terutama jika jumlahnya dapat memengaruhi kondisi ekonomi keluarga.
- Tujuan penggunaan dana, sehingga masing-masing pasangan memahami kebutuhan yang memang menjadi tanggung jawab bersama.
- Kondisi darurat, termasuk bagaimana pasangan akan menggunakan simpanan ketika menghadapi kebutuhan yang tidak terduga.
Dilansir dari Journal of Financial Therapy, komunikasi mengenai uang menjadi bagian penting dalam hubungan karena konflik finansial tidak hanya berkaitan dengan nominal, tetapi juga dapat menyangkut kepercayaan, ekspektasi, dan kesepakatan antara pasangan.