Fimela.com, Jakarta - Memasuki usia ke-50, MASARI membuka babak baru melalui pembaruan gerai di Senayan City, Jakarta. Berlokasi di Ground Floor, Unit 20–22, ruang baru ini menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih modern sekaligus menjadi penanda perjalanan panjang MASARI sebagai salah satu institusi fashion Indonesia.
Gerai MASARI Senayan City tampil dengan konsep interior yang refined, contemporary, dan understated luxury. Nuansa abu-abu, putih hangat, serta material brushed metal berpadu dengan struktur arsitektur berbentuk lengkung, detail linear, dan elemen tekstur lembut. Keseluruhan ruang dirancang menyerupai sebuah galeri, memberikan pengalaman yang memungkinkan pengunjung mengeksplorasi kurasi produk, mengenal karya para desainer, sekaligus menemukan koleksi terbaru. Butik ini menghadirkan pengalaman berbelanja yang nyaman sekaligus merefleksikan semangat baru Masari dalam menghadirkan pilihan fashion premium.
Perayaan 50 tahun MASARI tahun ini mengambil tema “The Curve: Lapisan Waktu”, sebuah konsep yang terinspirasi dari bentuk arc, fold, pleat, dan bloom. Melalui tema tersebut, MASARI mengeksplorasi bagaimana gaya dan craftsmanship terus berkembang melewati berbagai lapisan pengalaman. Tidak ada garis lurus dalam proses kreatif; setiap perubahan, pergeseran, dan evolusi justru memberikan makna baru terhadap sebuah karya.
Di luar kolaborasi anniversary, MASARI Senayan City juga menghadirkan pilihan nama-nama internasional, termasuk koleksi terbaru Marqerswood, serta SIMKHAI, PH5, dan berbagai pilihan lainnya. Koleksi ready-to-wear, tas, sepatu, dan aksesori melengkapi pengalaman berbelanja yang dirancang untuk kebutuhan gaya modern.
Kolaborasi Apik dengan 5 Designer Indonesia
Untuk merayakan momentum tersebut, perhelatan ini turut menghadirkan deretan desainer Indonesia dengan karakter desain yang beragam. MASARI menggandeng lima desainer Indonesia yang memiliki hubungan khusus dengan brand, yaitu ARI, Friedrich Herman, Sean Sheila, Peggy Hartanto, dan TOTON. Masing-masing menghadirkan koleksi eksklusif yang menerjemahkan tema The Curve: Lapisan Waktu melalui bahasa desain, heritage, serta perspektif kreatif mereka sendiri.
TOTON menampilkan lima look dengan siluet khas, craftsmanship detail, serta permainan layering yang mencuri perhatian. ARI menghadirkan lima look bernuansa ladylike dalam palet earth tone yang elegan. Sementara itu, Peggy Hartanto kembali memperlihatkan ciri khasnya melalui lima look sophisticated dengan detail-detail menggemaskan yang menjadi daya tarik tersendiri. Friederich Herman menawarkan lima look dramatis dan fun melalui eksplorasi siluet yang penuh pernyataan gaya. Melengkapi rangkaian tersebut, Sean & Sheila menghadirkan lima look dengan aksentuasi bordir elegan yang diaplikasikan pada beragam busana, mulai dari outer, blazer, top, skirt hingga pants.
The Curve: Lapisan Waktu
ARI menghadirkan “BIJANA”, yang menggali kekayaan warisan sartorial Indonesia. Teknik seperti kebaya encim, baju bodo, beskap, dan kain wiron dipertemukan melalui permainan embroidery dan beadwork. Koleksi ini menggambarkan perjalanan untuk kembali melihat akar budaya dengan apresiasi yang diperbarui.
Sementara itu, Friedrich Herman melihat masa lalu sebagai material untuk menciptakan sesuatu yang baru. Siluet khas seperti rounded shoulders, cape sleeves, sculpted peplum, wrap skirts, pleating, hingga wing-shaped collar diolah kembali dalam proporsi yang berbeda. Sean Sheila menghadirkan interpretasi terhadap uniform melalui pertemuan tailoring Barat dan dress Indonesia, dengan sentuhan siluet terinspirasi militer serta detail embroidery.
Peggy Hartanto menerjemahkan konsep kurva melalui karakter desain yang sculptural. Draping, bentuk rounded, scalloped edges, fluid panels, dan asymmetric hemlines membentuk siluet yang mengikuti pergerakan tubuh. Koleksi tersebut hadir dalam palet wine red, blush, dusty pink, dan vibrant fuchsia. Sementara TOTON mempertemukan siluet klasik dengan bahasa desain yang terus berkembang, menggambarkan identitas bukan sebagai sesuatu yang tetap, melainkan terus dibentuk oleh waktu.
Koleksi dari TOTON, ARI, Peggy Hartanto, Sean & Sheila, serta Friederich Herman yang sudah dipresentasikan di panggung Fashion Nation 2026 ini, kini dapat ditemukan di Masari Butik Senayan City, memberikan kesempatan bagi para fashion enthusiast untuk melihat lebih dekat karakter desain dan craftsmanship dari masing-masing label dalam satu destinasi.