Menikah Tanpa Utang, Ini Cara Mengelola Gaji Pas-Pasan untuk Biaya Resepsi

Eastara VigaskaDiterbitkan 26 September 2026, 17:42 WIB

Fimela.com, Jakarta - Menyiapkan resepsi dengan gaji pas-pasan membutuhkan cara mengelola gaji yang realistis sejak awal. Sebelum menentukan konsep atau jumlah tamu, pasangan perlu mengetahui pemasukan bersih dan pengeluaran rutin setiap bulan. Dari angka tersebut, tentukan berapa dana yang benar-benar bisa dialokasikan untuk pernikahan tanpa mengganggu kebutuhan sehari-hari.

Dilansir dari MoneyHelper, lembaga panduan keuangan Inggris, pasangan yang menyiapkan pernikahan disarankan menghitung total biaya, menetapkan anggaran, lalu menentukan jumlah yang perlu ditabung setiap bulan. Prinsip ini membantu target biaya dibuat berdasarkan kemampuan, bukan sekadar mengikuti keinginan.

Cara mengelola gaji juga dapat dilakukan dengan membagi pemasukan ke dalam beberapa pos, seperti kebutuhan pokok, tagihan, tabungan pernikahan, dan dana darurat. Setelah kebutuhan utama terpenuhi, nominal untuk resepsi dapat langsung dipisahkan pada awal bulan agar tidak terpakai untuk pengeluaran lain.

Jika pemasukan terbatas, target tabungan dapat dibuat lebih kecil tetapi konsisten. Dengan cara ini, pasangan dapat melihat kemampuan finansial sekaligus memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai target biaya resepsi.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Gaji Pas-Pasan tapi Ingin Resepsi Tetap Berkesan? Ini yang Perlu Diprioritaskan

Menentukan prioritas sejak awal membantu pasangan menghindari pengeluaran yang sebenarnya masih bisa dikurangi. (Foto/Dok: Pexels)

Setelah mengetahui kemampuan finansial, pasangan perlu menentukan prioritas dalam biaya resepsi. Buat daftar kebutuhan mulai dari venue, katering, dekorasi, busana, dokumentasi, undangan, hingga biaya lain yang mungkin muncul. Pisahkan kebutuhan yang benar-benar penting dari pengeluaran tambahan yang masih bisa dikurangi.

Cara ini membantu pasangan tetap memiliki kendali ketika ada keinginan untuk menambahkan berbagai detail selama persiapan. Dilansir dari MoneyHelper, menetapkan anggaran dan berusaha mematuhinya dapat membantu mencegah biaya pernikahan berkembang di luar kendali.

Lembaga tersebut juga menyarankan membuat daftar seluruh kebutuhan dan membandingkan pilihan harga sebelum menentukan vendor. Dalam praktiknya, pasangan dapat meminta beberapa penawaran, memilih paket yang sesuai, atau mengurangi jumlah elemen dekorasi yang tidak terlalu diperlukan.

Pesta pernikahan tetap dapat terasa personal tanpa harus menggunakan seluruh dana untuk satu hari acara. Jika ada pemasukan tambahan, seperti bonus atau pekerjaan sampingan, dana tersebut juga bisa diarahkan ke target resepsi setelah kebutuhan rutin dan dana darurat tetap diperhatikan. Dengan begitu, persiapan berlangsung berdasarkan prioritas, bukan tekanan untuk mengikuti standar pernikahan orang lain.

3 dari 3 halaman

Menikah Tanpa Utang Bukan Sekadar Soal Hemat, Ini yang Perlu Dipersiapkan

Menyesuaikan rencana pernikahan dengan kemampuan finansial dapat membantu pasangan memulai kehidupan bersama dengan lebih tenang. (Foto/Dok: Pexels)

Menikah tanpa utang membutuhkan perencanaan yang disesuaikan dengan kondisi finansial pasangan. Bukan hanya menentukan jumlah dana yang tersedia, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan setelah acara selesai.

Dilansir dari Consumer Financial Protection Bureau (CFPB), menetapkan tujuan keuangan yang spesifik dapat membantu seseorang membuat rencana dan mengelola uang secara lebih terarah. Beberapa hal berikut dapat dipertimbangkan sebelum menentukan konsep pernikahan:

  1. Tentukan batas anggaran. Hitung jumlah dana yang realistis digunakan tanpa mengganggu kebutuhan sehari-hari maupun tabungan untuk kehidupan setelah menikah.
  2. Prioritaskan kebutuhan. Pisahkan pengeluaran yang benar-benar penting dari hal tambahan yang masih bisa dikurangi atau ditiadakan.
  3. Sesuaikan jumlah tamu. Jumlah tamu dapat memengaruhi banyak komponen biaya, mulai dari katering hingga kebutuhan tempat dan dekorasi.
  4. Sisihkan dana setelah menikah. Jangan menghabiskan seluruh tabungan untuk acara. Tetap siapkan dana untuk kebutuhan awal rumah tangga dan kondisi tidak terduga.

Dengan mengelola gaji berdasarkan prioritas tersebut, pasangan dapat merancang pernikahan sesuai kemampuan tanpa harus mengandalkan utang dalam kondisi apa pun.