Biaya Pendidikan Anak Makin Tinggi? Begini Cara Mempersiapkannya Sejak Dini

Devita AdyaDiterbitkan 29 September 2026, 14:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Biaya pendidikan anak merupakan salah satu kebutuhan jangka panjang yang perlu dipersiapkan sejak dini. Selain biaya sekolah atau kuliah, orangtua juga perlu mempertimbangkan kebutuhan lain, seperti buku, seragam, perlengkapan belajar, transportasi, tempat tinggal, hingga biaya kegiatan pendidikan. Jika persiapan dilakukan ketika anak sudah mendekati jenjang pendidikan tertentu, kebutuhan dana yang besar dapat terasa lebih berat.

Dilansir dari Consumer Financial Protection Bureau (CFPB), menabung untuk pendidikan anak dapat dilakukan melalui rekening tabungan, sertifikat deposito, maupun instrumen keuangan yang dirancang untuk membantu keluarga menyiapkan biaya pendidikan. CFPB juga menjelaskan bahwa rekening tabungan khusus anak dapat membantu keluarga membangun aset untuk kebutuhan pendidikan dalam jangka panjang.

Sementara itu, biaya pendidikan tinggi dapat menjadi pengeluaran yang cukup besar sehingga perencanaan perlu dilakukan sejak jauh hari. Orangtua dapat menentukan target dana berdasarkan jenjang pendidikan yang ingin ditempuh anak serta memperkirakan kenaikan biaya dari waktu ke waktu.

Persiapan biaya pendidikan tidak harus dilakukan dengan jumlah besar sekaligus. Konsistensi menyisihkan uang secara berkala dapat menjadi langkah awal untuk mencapai target finansial dan mengurangi beban biaya pendidikan di masa mendatang.

2 dari 3 halaman

Tentukan Target Sebelum Mulai Menabung

Menabung tanpa mengetahui target dapat membuat persiapan dana pendidikan terasa membingungkan. Tentukan kebutuhan, perkiraan waktu, dan jumlah dana yang perlu disiapkan agar rencana lebih terarah. (Foto/Dok: Magnific)

Sebelum mulai menyisihkan uang, orangtua perlu menentukan terlebih dahulu target dana pendidikan yang ingin dicapai. Target tersebut dapat disesuaikan dengan jenjang pendidikan yang ingin dipersiapkan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Tidak harus langsung menentukan angka yang sangat besar, tetapi buatlah perkiraan berdasarkan kondisi dan rencana keluarga.

Beberapa hal yang dapat diperhitungkan antara lain biaya pendidikan saat ini, kemungkinan kenaikan biaya di masa depan, kebutuhan perlengkapan sekolah, transportasi, serta biaya hidup apabila anak nantinya bersekolah atau kuliah di luar kota. Setelah mengetahui perkiraan kebutuhan, tentukan berapa tahun waktu yang tersedia untuk mengumpulkan dana.

Misalnya, jika anak masih berusia beberapa tahun dan dana tersebut baru akan digunakan ketika memasuki perguruan tinggi, orangtua memiliki waktu yang cukup panjang untuk membangun tabungan secara bertahap. Semakin panjang waktunya, semakin kecil jumlah yang perlu disisihkan secara berkala dibandingkan jika baru mulai menabung menjelang kebutuhan.

Agar lebih mudah dipantau, target dapat dibagi menjadi target tahunan atau bulanan. Cara ini membuat tujuan yang terlihat besar menjadi beberapa langkah kecil yang lebih realistis untuk dijalankan secara konsisten.

3 dari 3 halaman

Strategi Menabung yang Lebih Ringan dan Konsisten

Persiapan dana pendidikan tidak harus mengorbankan seluruh kebutuhan keluarga. Dengan membagi target menjadi langkah kecil dan mengevaluasinya secara berkala, proses menabung dapat terasa lebih ringan. (Foto/Dok: Magnific)

Ada beberapa strategi yang dapat dilakukan agar persiapan dana pendidikan tidak terasa terlalu membebani keuangan keluarga.

1. Sisihkan uang secara rutin.

Tentukan nominal yang realistis setiap bulan sesuai kemampuan finansial. Konsistensi lebih penting daripada memaksakan jumlah besar yang sulit dipertahankan.

2. Pisahkan dana pendidikan.

Gunakan rekening atau tempat penyimpanan yang berbeda dari rekening untuk kebutuhan sehari-hari agar dana tidak mudah terpakai.

3. Manfaatkan pemasukan tambahan.

Bonus, hadiah, atau pendapatan tambahan dapat dialokasikan sebagian untuk menambah dana pendidikan tanpa mengurangi kebutuhan rutin.

4. Sesuaikan target secara berkala.

Evaluasi jumlah tabungan setidaknya setiap beberapa bulan untuk melihat apakah target masih sesuai dengan kondisi keuangan dan kebutuhan pendidikan anak.

5. Jangan melupakan dana darurat.

Persiapan pendidikan sebaiknya berjalan berdampingan dengan kebutuhan finansial lainnya. Dana darurat tetap diperlukan untuk menghadapi pengeluaran tak terduga.

Hal terpenting, orangtua tidak perlu merasa harus mencapai target dalam waktu singkat. Dana pendidikan merupakan tujuan jangka panjang sehingga prosesnya dapat disesuaikan dengan kemampuan keluarga. Dengan perencanaan yang realistis, kebiasaan menabung dapat dibangun secara perlahan tanpa menimbulkan tekanan finansial berlebihan.