Fimela.com, Jakarta - Mengenalkan konsep uang pada balita dapat dimulai melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan keseharian. Salah satunya dengan memberikan celengan pertama yang bisa digunakan anak untuk menyimpan uang. Orangtua tidak perlu langsung menjelaskan istilah finansial yang rumit. Cukup kenalkan bahwa uang dapat digunakan untuk membeli sesuatu dan juga disimpan untuk digunakan di kemudian hari.
Dilansir dari Consumer Financial Protection Bureau (CFPB), anak usia 3–5 tahun mulai dapat membangun kemampuan yang menjadi dasar pengelolaan uang, seperti membuat pilihan, mengikuti aturan sederhana, serta belajar menunggu sesuatu yang diinginkan. Pada tahap ini, konsep uang dapat dikenalkan melalui pengalaman langsung yang mudah dipahami anak, seperti menyimpan dan menghitung uang bersama orangtua.
Agar semakin menarik, pilih celengan dengan bentuk atau karakter yang disukai si kecil. Orangtua juga bisa membuat rutinitas sederhana, misalnya mengajak anak memasukkan uang ke celengan setelah mendapatkannya. Sesekali, hitung bersama uang yang sudah terkumpul sambil menjelaskan bahwa jumlahnya bertambah karena disimpan.
Dengan cara ini, celengan dapat menjadi media belajar yang menyenangkan sekaligus membantu anak mengenal kebiasaan menabung secara perlahan.
Bikin Menabung Lebih Seru dengan Target Sederhana untuk Si Kecil
Setelah mengenalkan celengan, orangtua bisa membuat kegiatan menabung terasa lebih menyenangkan dengan memberikan target sederhana. Misalnya, si kecil ingin membeli buku cerita, alat gambar, atau mainan tertentu. Dengan begitu, anak dapat melihat alasan mengapa uang yang dimilikinya perlu disimpan.
Dilansir dari MoneyHelper, anak mulai usia tiga tahun dapat diperkenalkan pada konsep uang melalui aktivitas bermain dan pengalaman sehari-hari. Orangtua dapat membantu proses tersebut dengan aktivitas sederhana seperti:
- Menentukan tujuan: Pilih satu benda yang memang diinginkan anak sebagai target menabung.
- Membuat visual: Tempelkan gambar benda tersebut di dekat celengan agar anak mudah mengingat tujuannya.
- Menghitung bersama: Sesekali ajak anak menghitung uang yang sudah terkumpul agar ia dapat melihat perkembangannya.
- Memberikan apresiasi: Berikan pujian ketika anak konsisten menyimpan uang, tanpa harus menentukan jumlah tertentu.
Dengan cara tersebut, menabung dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan sekaligus membantu anak belajar menunggu, membuat pilihan, dan memahami hubungan sederhana antara uang yang disimpan dengan sesuatu yang ingin dimiliki.
Jangan Hanya Menyimpan, Ajak Anak Belajar Memilih dan Bersabar
Celengan juga bisa menjadi sarana untuk mengajarkan anak bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi. Ketika mendapatkan uang, orangtua dapat memberikan pilihan sederhana, misalnya menggunakan sebagian untuk membeli sesuatu yang diinginkan atau menyimpannya terlebih dahulu. Dengan begitu, anak mulai belajar bahwa uang yang digunakan hari ini tidak lagi tersedia untuk kebutuhan lainnya.
Dilansir dari University of Minnesota Extension, kebiasaan dan pemahaman mengenai uang pada anak dapat berkembang melalui pengalaman sehari-hari serta contoh yang diberikan orang tua. Karena itu, orangtua tidak perlu membuat aturan menabung yang terlalu rumit. Yang lebih penting adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk ikut mengambil keputusan sederhana sesuai usianya. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:
- Berikan pilihan: Biarkan anak menentukan sebagian uang akan digunakan atau disimpan.
- Beri contoh: Tunjukkan kebiasaan menyimpan uang melalui aktivitas sehari-hari.
- Jangan memaksa: Hindari menjadikan menabung sebagai hukuman atau kewajiban yang membuat anak tertekan.
- Lakukan rutin: Jadikan kegiatan memasukkan uang ke celengan sebagai kebiasaan yang menyenangkan.
Dengan pendekatan tersebut, anak dapat mengenal kebiasaan mengelola uang secara perlahan melalui pengalaman yang dekat dengan kesehariannya.