Fimela.com, Jakarta - Pakaian yang sering dicuci tanpa memperhatikan jenis, bahan dan petunjuk perawatannya dapat lebih cepat mengalami perubahan warna, penyusutan, atau kerusakan serat. Karena itu, langkah pertama untuk menjaga pakaian tetap bagus adalah memperhatikan label perawatan yang tertera pada setiap pakaian.
Dilansir dari European Commission, menurunkan suhu pencucian jika memungkinkan dapat membantu mengurangi penggunaan energi sekaligus mengurangi keausan material dan risiko warna pakaian memudar. Oleh karena itu, gunakan suhu air sesuai dengan petunjuk perawatan pada pakaian.
Sebelum mencuci, pisahkan pakaian berdasarkan warna dan perhatikan jenis bahannya. Hindari mencampurkan pakaian berwarna gelap dengan pakaian putih untuk mengurangi risiko warna luntur. Pakaian berbahan lembut juga sebaiknya dicuci menggunakan pengaturan yang sesuai agar seratnya tidak mudah rusak.
Selain itu, jangan menggunakan deterjen secara berlebihan. Gunakan takaran sesuai petunjuk pada kemasan agar proses pencucian tetap efektif tanpa memberikan beban berlebih pada serat kain. Dengan menerapkan kebiasaan sederhana tersebut, pakaian dapat tetap bersih, nyaman digunakan, dan memiliki masa pakai yang lebih panjang.
Keringkan dan Simpan dengan Cara yang Tepat
Setelah dicuci, jangan langsung menumpuk pakaian dalam kondisi basah karena dapat membuatnya lembap dan menimbulkan bau tidak sedap. Segera keringkan pakaian sesuai dengan karakter bahannya. Jika memungkinkan, manfaatkan pengeringan secara alami dengan menjemur pakaian di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik.
Namun, hindari menjemur pakaian tertentu di bawah paparan matahari yang terlalu terik dalam waktu lama. Warna pakaian, terutama warna gelap, dapat lebih cepat memudar apabila terlalu sering terkena sinar matahari langsung. Untuk pakaian berbahan sensitif, perhatikan kembali petunjuk pada label agar metode pengeringannya sesuai.
Setelah pakaian benar-benar kering, lipat dengan rapi atau gunakan hanger yang sesuai. Hindari menggantung pakaian berbahan berat menggunakan hanger yang terlalu tipis karena dapat membuat bagian bahu berubah bentuk. Untuk pakaian rajut atau bahan yang mudah melar, melipatnya dapat menjadi pilihan yang lebih aman.
Pastikan lemari dalam kondisi bersih dan tidak terlalu penuh. Berikan ruang di antara pakaian agar sirkulasi udara tetap baik. Cara sederhana ini dapat membantu pakaian tetap rapi, tidak mudah kusut, dan lebih nyaman saat akan digunakan kembali.
Rawat Pakaian Sebelum Kerusakan Bertambah
Menjaga pakaian agar tetap bagus tidak hanya dilakukan saat mencuci dan menyimpannya. Kebiasaan sehari-hari ketika menggunakan pakaian juga dapat memengaruhi kondisinya. Karena itu, perhatikan tanda-tanda kerusakan sejak awal agar masalah kecil tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih sulit diperbaiki.
Jika terdapat kancing yang mulai longgar, jahitan terlepas, atau bagian pakaian mengalami robekan kecil, segera lakukan perbaikan. Menjahit bagian yang rusak sejak awal dapat membantu pakaian tetap digunakan dan mencegah kerusakan menjadi lebih besar.
Pakaian juga tidak selalu harus langsung dicuci setelah sekali digunakan, terutama jika belum kotor atau terkena keringat berlebihan. Beberapa pakaian dapat diangin-anginkan terlebih dahulu sebelum kembali disimpan. Namun, pakaian yang terkena noda atau keringat sebaiknya segera dibersihkan agar tidak meninggalkan bau maupun noda yang sulit dihilangkan.
Selain itu, gunakan pakaian sesuai aktivitas. Hindari mengenakan pakaian berbahan lembut untuk kegiatan yang berisiko menyebabkan gesekan atau noda. Dengan memperhatikan cara penggunaan, melakukan perbaikan kecil, dan merawat pakaian secara rutin, kualitas bahan, warna, serta bentuk pakaian dapat lebih terjaga sehingga masa pakainya menjadi lebih panjang.