Home Sweet Loan The Musical di Mata Sang Sutradara: Lebih Fun, Tetap Relatable

Nola VemilianaDiterbitkan 02 Oktober 2026, 14:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Home Sweet Loan kembali hadir dalam format baru. Setelah diangkat ke layar lebar dari novel karya Almira Bastari, kini panggung musikal menjadi medium berikutnya. Pentas garapan Lisa Reideka ini mengajak penonton mengikuti perjalanan Kaluna dalam memaknai arti pulang, dengan pendekatan penceritaan yang segar.

Co-Founder Jakarta Art House tersebut menjelaskan bahwa ia berupaya menjaga kisahnya tetap dekat dengan pengalaman sehari-hari penonton, namun disajikan melalui bahasa musikal yang lebih ringan dan menyenangkan.

“Intisari itu kita masukkan ke dalam musikal ini tapi dengan medium yang mungkin di filmnya lebih syahdu, tapi di musikal ini kita buat untuk menertawakan kehidupan. Dibikin lebih fun,” ujarnya dalam Gala Show Home Sweet Loan The Musical di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Rabu (30/9/2026).

Pemilik nama asli Dina Lisa Reideka itu menekankan, meski kemasan dibuat lebih riang, kedekatan kisah dengan realitas penonton tetap menjadi pijakan utama.

“Kita enggak mau membuat itu terlihat kayak karikatur karena kita tetap mau ceritanya itu relatable, jadi kita bikin dalam versi menertawakan kehidupan,” tutur Lisa.

2 dari 3 halaman

Dua Kaluna, Dua Tafsir di Panggung

Sutradara Lisa Reideka dalam Gala Show Home Sweet Loan The Musical di Jakarta, Rabu (30/9/2026). (Liputan6.com/Nola Vemiliana)

Berbeda dari versi film yang menampilkan satu sosok Kaluna, produksi musikal ini menghadirkan dua pemeran Kaluna. Keduanya menafsirkan makna pulang dari sudut pandang masing-masing, sehingga memperluas cara pandang penonton terhadap perjalanan tokoh tersebut.

“Tapi yang berbeda adalah di musikal ini kita punya dua Kaluna. Di mana kalau di film hanya satu Kaluna, di musikal kita punya dua Kaluna. Kenapa juga dua Kaluna karena dua Kaluna itu sendiri menggambarkan wajah-wajah Kaluna di luar sana tuh banyak,” ungkap Lisa.

Menurutnya, kedua pemeran Kaluna bekerja dengan landasan naskah yang sama. Namun, cara mereka menjiwai karakter dan memilih pendekatan akting memberi warna yang berbeda pada pengalaman menonton, tanpa mengubah garis besar cerita.

“Dua-duanya bagus banget dan tidak ada bedanya dari segi skrip dan semuanya, tapi mereka berdua punya perspektif dan choice yang berbeda,” tambahnya.

3 dari 3 halaman

Tantangan Adaptasi versi Lisa Reideka

Home Sweet Loan The Musical. (dok Image Dynamics)

Lisa Reideka juga menceritakan tantangan saat memindahkan cerita dari film ke panggung. Menurutnya, kebutuhan medium yang berbeda membuat proses adaptasi memerlukan perhatian khusus agar alur tetap hidup dan komunikatif di hadapan penonton teater.

“Prosesnya itu tiga bulan dan banyak banget up and downs. Banyak juga kayak misalnya yang di film works namun tidak di panggung, tapi ada juga yang di panggung itu bisa kita ambil yang dari film. Jadi banyak banget adjustment-adjustment yang terjadi hingga sampainya gala show ini,” ungkapnya.

Ia menegaskan ada bagian-bagian yang efektif di film namun tidak otomatis bekerja di atas panggung, dan sebaliknya. Karena itu, rangkaian penyesuaian dilakukan sepanjang tiga bulan hingga acara gala show, memastikan pertunjukan tampil solid di medium musikal.