Sukses

Entertainment

RM BTS Bawa Koleksi Seninya ke Museum San Francisco, Siapkan Materi untuk Pengunjung

Fimela.com, Jakarta - Ketertarikan RM terhadap dunia seni sudah lama dikenal publik. Kali ini, leader BTS bernama asli Kim Nam Joon tersebut tidak sekadar menikmati karya, tetapi terlibat langsung dalam penyelenggaraan sebuah pameran di Amerika Serikat.

Menurut Korea JoongAng Daily pada Rabu (30/9/2026), koleksi pribadi RM dipamerkan di San Francisco Museum of Modern Art (SFMOMA). Museum di San Francisco ini menjadi rumah bagi deretan karya pilihan RM untuk pertama kalinya dalam format pameran berskala institusi.

Pameran bertajuk "RM x SFMOMA: Between You and Me" ini dijadwalkan berlangsung mulai 3 Oktober 2026 hingga 7 Februari tahun depan. Kurasi pilihan karya dilakukan langsung oleh RM, yang menyusun kurang lebih 180 karya untuk ditampilkan mulai Sabtu mendatang.

Dari ratusan karya tersebut, pengunjung akan menemukan nama-nama seniman kontemporer asal Korea seperti Yun Hyong-keun, Park Re-hyun, dan Chang Ucchin. Pameran ini juga menampilkan karya-karya Kim Whanki, Nam June Paik, serta Mark Rothko dari koleksi SFMOMA.

Tak berhenti pada pemilihan karya, RM turut menyusun materi edukasi untuk memudahkan pengunjung. Ia menyiapkan teks penjelasan, merekam pemandu audio dalam dua bahasa—Korea dan Inggris—serta memilih musik yang akan diputar di dalam galeri.

Undangan SFMOMA Saat RM Menjalani Wamil

Diwartakan oleh SBS Star pada (20/9/2026), RM telah mengumpulkan karya-karya seni selama delapan tahun terakhir. Proposal dari SFMOMA untuk memamerkan koleksi pribadinya dikirim saat ia masih menjalani wajib militer.

Tawaran ini membuatnya kaget bukan kepalang--begitupun momen saat ia terjun langsung menyiapkan pameran ini. 

"Dua tahun lalu saya dapat proposal dari Sfmoma saat saya sedang wajib militer. Sebelum mewujudkan tempat impian saya di masa depan, sepertinya akan menjadi pengalaman seru jika saya meminjam tempat sebesar itu yang juga punya reputasi baik. Tapi jujur tidak disangka saya harus menulis label karya seni hingga ratusan kali," kata RM.

Cerita RM soal Ikatan Emosional dengan Seni

Di tengah mobilitasnya antara Korea Selatan dan Amerika Serikat, RM mengakui kerap merasa kehilangan arah. Dalam kondisi seperti itu, seni menjadi ruang untuk kembali menemukan ketenangan.

"Kerja di dua negara, Amerika Serikat dan Korea sering membuat saya hilang arah. Rasanya gak nyaman. Tapi tiap kali itu terjadi, saya bisa bersandar ke kesenian. Seni dan musik itu menggunakan bahasa dan media yang berbeda, tapi sama-sama menyampaikan sesuatu," ucapnya.

Lebih lanjut, Korea JoongAng Daily pada (30/9/2026) melaporkan bahwa RM mendonasikan 100 juta won atau sekitar Rp1,3 miliar kepada Museum Nasional Korea. Dukungan tersebut ditujukan untuk membeli koleksi barang bersejarah/relik peninggalan Korea.

"Saya senang bisa memberi dukungan kepada museum. Saya akan terus melanjutkan tugas saya untuk mempromosikan museum dan budaya Korea," kata RM.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading