Fimela.com, Jakarta - Rambut yang sering ditata menggunakan catokan, alat pengeriting, atau hair dryer memang lebih mudah dibentuk sesuai keinginan. Namun, paparan panas berulang dapat membuat rambut menjadi kering, rapuh, dan kehilangan kilau alaminya. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika alat styling digunakan terlalu sering atau dengan suhu yang terlalu tinggi.
Karena itu, mengetahui cara merawat rambut setelah sering styling penting agar kerusakan tidak semakin parah. Dilansir dari American Academy of Dermatology Association (AAD), penggunaan alat styling panas secara berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada rambut.
Dilansir dari American Academy of Dermatology Association (AAD) menyarankan untuk membatasi penggunaan alat panas dan membiarkan rambut mengering secara alami jika memungkinkan. Bukan berarti harus berhenti melakukan styling sepenuhnya. Cara merawat rambut dapat dimulai dengan mengurangi frekuensi penggunaan alat panas dan memilih suhu yang lebih rendah.
Gunakan pula produk pelindung panas sebelum styling dan berikan jeda agar rambut tidak terus-menerus terpapar panas. Perawatan yang konsisten dapat membantu rambut terasa lebih lembut dan tampak lebih berkilau, sehingga kebiasaan styling tetap bisa dilakukan tanpa mengabaikan kesehatan rambut.
Jangan Cuma Andalkan Hair Mask, Ini Kebiasaan yang Bantu Pulihkan Rambut Rusak
Setelah sering menggunakan alat styling, rambut membutuhkan rutinitas yang lebih lembut agar kerusakan tidak semakin parah. Dilansir dari Gloucestershire Hospitals NHS Foundation Trust, panas dapat membuat rambut lebih kering, lemah, dan mudah patah. Karena itu, beberapa kebiasaan sederhana berikut bisa diterapkan:
- Kurangi penggunaan alat panas: batasi pemakaian catokan dan alat pengeriting agar rambut memiliki waktu untuk beristirahat.
- Pilih suhu hair dryer yang rendah: jika harus mengeringkan rambut dengan hair dryer, gunakan pengaturan panas dan kekuatan yang lebih rendah.
- Gunakan conditioner: pemakaian conditioner setiap kali keramas dapat membantu membuat permukaan batang rambut lebih halus dan mengurangi gesekan.
- Keringkan dengan lembut: hindari menggosok rambut terlalu keras setelah keramas. Bungkus atau tekan perlahan menggunakan handuk berbahan lembut.
- Hindari styling yang terlalu ketat: ponytail atau sanggul yang terlalu kencang juga dapat memberikan tarikan berlebih pada rambut.
Selain perawatan dari luar, memberikan jeda dari berbagai proses styling juga penting. Rambut yang sudah rapuh sebaiknya tidak terus-menerus mendapatkan paparan panas atau tarikan. Dengan memperlakukan rambut secara lebih lembut, kelembapan dan tampilan berkilau dapat lebih terjaga.
Rambut Ingin Kembali Berkilau? Kenali Perawatan yang Tak Boleh Dilewatkan
Rambut yang sudah mengalami kerusakan akibat styling memang membutuhkan waktu untuk terlihat lebih baik. Perawatan tidak dapat mengembalikan batang rambut yang sudah rusak sepenuhnya, tetapi dapat membantu membuat rambut terasa lebih lembut sekaligus mencegah kerusakan berikutnya.
Dilansir dari National Health Service (NHS), kondisi rambut dapat dipengaruhi oleh berbagai kebiasaan perawatan, termasuk penggunaan panas dan perlakuan yang terlalu kasar. Karena itu, penting untuk lebih berhati-hati saat menata rambut. Beberapa langkah berikut bisa menjadi bagian dari rutinitas:
- Berikan jeda dari styling: biarkan rambut beristirahat dan kurangi penggunaan catokan atau alat pengeriting.
- Potong bagian yang bercabang: ujung rambut yang sudah rusak dapat dirapikan agar tampilan rambut terlihat lebih sehat.
- Jaga kelembapan: gunakan conditioner dan produk perawatan yang sesuai dengan kondisi rambut.
- Kurangi proses kimia: beri jarak antara pewarnaan, bleaching, atau proses kimia lainnya.
- Perlakukan rambut dengan lembut: hindari menyisir terlalu kasar, terutama ketika rambut masih basah.
Pada akhirnya, rambut berkilau bukan hanya soal produk yang digunakan. Mengurangi sumber kerusakan dan membangun kebiasaan perawatan yang lebih lembut dapat membantu mempertahankan kondisi rambut dalam jangka panjang.