Fimela.com, Jakarta - Kesibukan sehari-hari sering membuat seseorang menjalani banyak hal secara otomatis. Bangun pagi, mengecek ponsel, bekerja, berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain, hingga kembali tidur dapat berlangsung tanpa benar-benar menyadari apa yang sedang dirasakan. Di tengah rutinitas tersebut, mindfulness hadir sebagai cara untuk memperlambat sejenak dan kembali memperhatikan momen yang sedang dijalani.
Dilansir dari PubMed, intervensi berbasis mindfulness berkaitan dengan penurunan tingkat stres yang dirasakan pada orang dewasa nonklinis. Temuan tersebut menunjukkan bahwa praktik mindfulness dapat memberikan manfaat dalam membantu seseorang menghadapi tekanan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.
Mindfulness pada dasarnya merupakan kemampuan untuk memberikan perhatian pada pengalaman saat ini secara sadar dan tanpa menghakimi. Praktiknya dapat dilakukan melalui meditasi, tetapi juga bisa diterapkan ketika makan, berjalan, bekerja, belajar, atau berbicara dengan orang lain. Dengan memusatkan perhatian pada apa yang sedang dilakukan, seseorang dapat mengurangi kecenderungan untuk terus memikirkan masa lalu atau mencemaskan hal yang belum terjadi.
Hal tersebut menunjukkan bahwa mindfulness dapat menjadi salah satu pendekatan untuk menghadapi tekanan sehari-hari. Dengan lebih sadar terhadap kondisi diri, seseorang memiliki kesempatan untuk merespons situasi dengan lebih tenang, bukan sekadar bereaksi secara spontan.
Mengapa Mindfulness Makin Relevan bagi Masyarakat Urban?
Kehidupan urban identik dengan ritme yang cepat. Pekerjaan, perjalanan, komunikasi digital, tanggung jawab keluarga, hingga berbagai tuntutan sosial dapat memenuhi hampir seluruh waktu dalam sehari. Ketika semua aktivitas berjalan bersamaan, perhatian pun mudah terbagi. Seseorang mungkin sedang bekerja sambil memikirkan pesan yang belum dibalas atau agenda berikutnya.
Mindfulness menawarkan pendekatan yang lebih sederhana yaitu mengembalikan perhatian pada apa yang sedang dilakukan. Misalnya saat bekerja, seseorang dapat mencoba fokus pada satu tugas tanpa terus berpindah ke notifikasi lain. Saat makan, perhatian dapat diarahkan pada rasa, aroma, dan tekstur makanan, bukan hanya pada layar ponsel.
Kebiasaan tersebut bukan berarti harus menghilangkan kesibukan atau menghindari teknologi. Justru, mindfulness membantu seseorang menjadi lebih sadar terhadap cara menggunakan waktu dan perhatian.
Program berbasis mindfulness pada orang dewasa di lingkungan nonklinis dapat memberikan manfaat terhadap beberapa aspek kesehatan mental dan kesejahteraan, meski hasilnya tidak selalu sama pada setiap kondisi.
Dengan demikian, mindfulness dapat menjadi ruang kecil untuk berhenti sejenak di tengah rutinitas. Bukan untuk melarikan diri dari kesibukan, melainkan agar seseorang dapat menjalaninya dengan kesadaran yang lebih baik.
Cara Sederhana Melatih Mindfulness Setiap Hari
Memulai mindfulness tidak harus dilakukan dengan perubahan besar. Justru, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi langkah awal untuk lebih sadar terhadap keseharian. Salah satunya adalah mengambil beberapa menit tanpa membuka ponsel setelah bangun tidur. Gunakan waktu tersebut untuk memperhatikan napas dan kondisi tubuh sebelum memulai aktivitas.
Cara lain adalah menerapkan mindful eating. Saat makan, coba letakkan ponsel dan nikmati makanan tanpa terburu-buru. Perhatikan rasa, aroma, tekstur, serta rasa kenyang yang muncul. Kebiasaan sederhana ini dapat membuat aktivitas makan menjadi lebih penuh perhatian.
Mindfulness juga dapat dilakukan saat berjalan. Alih-alih terus memikirkan pekerjaan atau agenda berikutnya, perhatikan langkah kaki, suara di sekitar, dan udara yang terasa di kulit. Ketika pikiran mulai melayang, cukup kembalikan perhatian secara perlahan.
Tidak perlu memaksakan diri untuk selalu tenang atau mengosongkan pikiran. Pikiran yang beralih merupakan hal yang wajar. Tujuannya adalah menyadarinya, kemudian membawa perhatian kembali ke saat ini.
Pada akhirnya, mindfulness bukan tentang menciptakan kehidupan yang bebas masalah. Praktik ini lebih kepada membangun kebiasaan untuk hadir dan menyadari pengalaman yang sedang dijalani, termasuk ketika hari terasa sibuk.