Bukan Cuma Nutrisi, Ibu Menyusui Juga Butuh Dukungan dan Apresiasi

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 09 Oktober 2026, 17:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Menjadi seorang ibu membawa kebahagiaan sekaligus perubahan besar dalam kehidupan perempuan. Setelah melahirkan, ibu perlu beradaptasi dengan rutinitas baru, memahami kebutuhan bayi, memulihkan kondisi tubuh, hingga menjalani proses menyusui yang tidak selalu berjalan sesuai harapan.

Bagi sebagian ibu, menyusui mungkin terasa alami dan lancar. Namun, bagi sebagian lainnya, perjalanan ini bisa diwarnai berbagai tantangan, mulai dari kesulitan menyusui, kelelahan akibat kurang tidur, hingga tekanan emosional karena merasa harus selalu memberikan yang terbaik bagi buah hati.

Di tengah berbagai tuntutan tersebut, ada satu hal yang kerap terlupakan, yakni ibu juga membutuhkan perhatian, dukungan, dan ruang untuk merawat dirinya sendiri. Sebab, perjalanan menyusui bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, tetapi juga tentang proses adaptasi seorang perempuan dalam menjalani peran barunya.

 

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Ketika Menyusui Bertemu dengan Tantangan Emosional

Ilustrasi Tips Diet Ibu Menyusui / Freepik by freepic.diller

Masa setelah melahirkan dapat membawa perubahan fisik, hormonal, dan emosional. Ibu baru mungkin merasa lebih sensitif, mudah menangis, cemas, atau kewalahan saat harus menyesuaikan diri dengan kehadiran bayi.

Kondisi yang dikenal sebagai baby blues dapat muncul pada hari-hari awal setelah persalinan dan umumnya membaik dalam waktu sekitar dua minggu. Meski sering terjadi, perubahan suasana hati tetap perlu diperhatikan, terutama jika berlangsung lama, semakin berat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Tekanan emosional juga dapat membuat pengalaman menyusui terasa semakin menantang. Ketika ibu menghadapi kesulitan, kurang mendapatkan istirahat, atau merasa tidak memiliki bantuan yang cukup, proses menyusui bisa menjadi sumber stres tersendiri.

Karena itu, penting bagi ibu untuk memahami bahwa kesulitan menyusui bukanlah tanda kegagalan. Setiap ibu memiliki kondisi, pengalaman, dan kebutuhan yang berbeda. Mendapatkan bantuan dari pasangan, keluarga, konselor laktasi, maupun tenaga kesehatan dapat membantu ibu menjalani proses ini dengan lebih nyaman.

Jika gejala emosional berlangsung lebih dari dua minggu, terasa berat, atau membuat ibu kesulitan menjalani keseharian, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional menjadi langkah yang penting. Dukungan psikologis dan penanganan yang tepat dapat membantu ibu mendapatkan pertolongan sesuai kebutuhannya.

 

 

3 dari 4 halaman

Ibu Tidak Harus Menjalani Semuanya Sendirian

Ilustrasi ibu yang sedang menyusui/copyright freepik.com/cookie_studio

Dukungan bagi ibu menyusui tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang besar. Terkadang, bantuan sederhana seperti mengambil alih pekerjaan rumah, menyiapkan makanan, menjaga bayi ketika ibu beristirahat, atau mendengarkan keluh kesah tanpa menghakimi dapat memberikan perbedaan yang berarti.

Pasangan dan keluarga juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung. Alih-alih membandingkan pengalaman menyusui seorang ibu dengan ibu lainnya, orang-orang terdekat dapat membantu dengan memberikan informasi yang tepat serta menghargai keputusan ibu berdasarkan kondisi dan kebutuhan keluarganya.

Selain dukungan dari lingkungan terdekat, komunitas juga dapat menjadi ruang bagi ibu untuk berbagi pengalaman dan memperoleh informasi. Bertemu dengan sesama ibu yang menghadapi tantangan serupa dapat membantu mengurangi perasaan sendirian, sekaligus membuka kesempatan untuk belajar dari pengalaman masing-masing.

Kesadaran inilah yang diangkat melalui kampanye #GenerASIHebat dari ASI Booster ProtaBumin Nutrimom. Mengusung tagline “Di balik generasi yang hebat, ada kASIh Ibu yang hebat,” kampanye ini ingin memberikan apresiasi kepada para ibu sekaligus mendorong hadirnya dukungan yang lebih dekat dengan realitas perjalanan menyusui.

“#GenerASIHebat kami hadirkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan bagi para ibu, khususnya dalam perjalanan menyusui dan memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga. Kami ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dan relevan dengan ibu, bahwa mereka tidak menjalani perjalanan ini sendirian,” ujar Rahma Hanifah, Head of Marketing ProtaBumin.

 

4 dari 4 halaman

Ruang Belajar untuk Ibu Baru

Pentingnya dukungan dan apresiasi untuk ibu menyusui (dok. ProtaBumin)

Salah satu bagian dari kampanye #GenerASIHebat adalah kegiatan komunitas Bisa Jadi Ibu, yang menghadirkan kelas daring bagi ibu muda dan ibu baru. Pada 28 September 2026, kegiatan ini mengangkat topik “Baby Blues Bikin Gagal Menyusui” bersama praktisi psikolog anak usia dini Aninda, S.Psi., M.Psi.T. dan konselor laktasi Khusnul Khotimah, S.Tp., M.Gz.

Diskusi tersebut membahas kesehatan mental ibu serta berbagai tips untuk membantu ibu baru menjalani perjalanan menyusui. Melalui edukasi dan ruang berbagi seperti ini, ibu diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi emosional setelah melahirkan sekaligus mengetahui kapan perlu mencari bantuan profesional.

Menurut Rahma, dukungan kepada ibu tidak cukup hanya melalui produk, tetapi juga perlu diwujudkan lewat edukasi, komunitas, dan komunikasi yang relevan dengan keseharian mereka.

Sebagai brand suplemen pascamelahirkan dan pelancar ASI, ProtaBumin Nutrimom ingin memperluas perannya dengan menghadirkan dukungan yang lebih menyeluruh bagi ibu selama masa menyusui. Meski demikian, kebutuhan setiap ibu berbeda, sehingga penggunaan suplemen sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.