Dari Peluang Kerja hingga Kepemimpinan, Kenali Pentingnya Kesetaraan Gender bagi Perempuan

Devita AdyaDiterbitkan 16 Oktober 2026, 15:52 WIB

Fimela.com, Jakarta - Kesetaraan gender merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang memberikan kesempatan setara bagi perempuan dan laki-laki. Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini dapat terlihat dari akses terhadap pendidikan, peluang kerja, upah yang adil, hingga kesempatan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Perempuan memiliki kemampuan dan potensi yang beragam sehingga kesempatan untuk berkembang seharusnya tidak dibatasi oleh stereotip gender.

Dilansir dari situs resmi United Nations, kesetaraan gender merupakan hak asasi manusia sekaligus fondasi penting bagi pembangunan yang damai, sejahtera, dan berkelanjutan. Namun, berbagai hambatan masih dihadapi perempuan, termasuk pembagian tanggung jawab pengasuhan yang tidak seimbang dan keterbatasan akses terhadap posisi kepemimpinan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kesetaraan tidak cukup diwujudkan melalui pernyataan dukungan, tetapi perlu diterapkan dalam kebijakan dan praktik nyata.

“Kesetaraan itu adalah isu kemanusiaan, ketidaksetaraan membuat perempuan dirugikan, kesetaraan membuat perempuan dan laki-laki dirugikan dan kesetaraan yang menguntungkan laki-laki dan perempuan menguntungkan perusahaan.” ujar Dwi Yuliawati, Head of Programmes, UN Women Indonesia.

Dengan kesempatan yang setara, perempuan dapat berkontribusi lebih luas sesuai kemampuan dan minatnya. Kesetaraan gender bukan tentang mengunggulkan satu pihak, melainkan memastikan setiap orang memiliki ruang yang adil untuk tumbuh dan berpartisipasi.

2 dari 3 halaman

Kesetaraan dalam Peluang Kerja

Akses terhadap pekerjaan yang adil membantu perempuan mengembangkan kemampuan, memperoleh penghasilan, dan membangun kemandirian finansial. (Foto/Dok: Pexels)

Kesempatan kerja yang setara menjadi salah satu wujud nyata kesetaraan gender. Setiap perempuan berhak memperoleh peluang untuk melamar pekerjaan, mengembangkan keterampilan, dan membangun karier sesuai minat serta kompetensinya. Namun, dalam praktiknya, stereotip gender masih dapat memengaruhi cara seseorang menilai kemampuan perempuan, termasuk ketika memilih kandidat untuk posisi tertentu.

“Seorang wanita bukan cuman lahir, kemudian menikah, hamil, melahirkan, dan membesarkan anak, tetapi diluar itu punya sesuatu yang potensial dan bisa bermanfaat untuk keluarganya terutama untuk anak anaknya.” ujar Hendri Viarta, Director Miss Cimory, Cimory Group.

Perempuan juga dapat menghadapi tantangan ketika harus menyeimbangkan pekerjaan dengan tanggung jawab pengasuhan dan pekerjaan rumah tangga. Beban yang tidak terbagi secara seimbang berpotensi membatasi waktu dan kesempatan mereka untuk mengikuti pelatihan, mengambil tanggung jawab baru, atau mengejar jenjang karier yang lebih tinggi. Karena itu, dukungan terhadap kesetaraan perlu melibatkan tempat kerja sekaligus lingkungan keluarga.

Di sisi lain, perempuan perlu memperoleh akses terhadap pendidikan, pelatihan, dan pengembangan keterampilan agar dapat memperluas pilihan kariernya. Kesetaraan bukan berarti semua orang harus memiliki perjalanan profesional yang sama. Hal terpenting adalah memastikan setiap individu memiliki kesempatan yang adil untuk menentukan pilihan, menunjukkan kemampuan, dan mencapai kemandirian finansial.

3 dari 3 halaman

Dari Ruang Kerja Beralih ke Posisi Strategis

Membuka ruang bagi perempuan untuk mengambil peran strategis dan menduduki posisi kepemimpinan. (Foto/Dok: Pexels)

Kesetaraan gender tidak berhenti pada kesempatan mendapatkan pekerjaan. Perempuan juga perlu memiliki peluang yang adil untuk berkembang menjadi pemimpin, baik di perusahaan, organisasi, maupun komunitas. Posisi kepemimpinan memberikan ruang bagi seseorang untuk menyampaikan gagasan, menentukan arah kebijakan, dan berkontribusi dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada banyak orang.

Sayangnya, perjalanan menuju posisi strategis tidak selalu mudah bagi perempuan. Anggapan bahwa laki-laki lebih cocok memimpin atau perempuan kurang mampu mengambil keputusan dalam situasi sulit dapat menjadi hambatan. Selain itu, keterbatasan akses terhadap mentor, jaringan profesional, dan program pengembangan kepemimpinan juga bisa memengaruhi kemajuan karier perempuan.

“Perusahaan terus menyusun kegiatan dan regulasi agar perempuan mendapat ruang dan kesempatan yang sama dengan laki-laki, termasuk di jajaran manajemen. Direktur tidak harus laki-laki, bisa wanita juga. Begitu juga di jajaran senior manager, general manager kami pun perempuan.” ujar Hendri Viarta, Director Miss Cimory, Cimory Group.

Dukungan terhadap perempuan pemimpin bukan sekadar memenuhi representasi, melainkan memberi kesempatan kepada individu yang kompeten untuk berkontribusi. Lingkungan yang terbuka terhadap beragam perspektif dapat memperkaya proses pengambilan keputusan dan membangun budaya kerja yang lebih inklusif.

Pada akhirnya, kesetaraan gender membutuhkan komitmen bersama. Ketika perempuan memperoleh akses yang adil untuk belajar, bekerja, dan memimpin, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh organisasi dan masyarakat luas.