Pentingnya Memprioritaskan Me Time untuk Menjaga Kesehatan Mental Ibu

Eastara VigaskaDiterbitkan 19 Oktober 2026, 14:56 WIB

Fimela.com, Jakarta - Menjadi ibu baru merupakan pengalaman yang membawa banyak perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Selain menyesuaikan diri dengan rutinitas merawat bayi, ibu juga menghadapi perubahan fisik, emosional, dan pola tidur. Di tengah berbagai tanggung jawab tersebut, kebutuhan pribadi terkadang menjadi hal yang terabaikan. Padahal, menjaga kesehatan mental merupakan bagian penting agar ibu dapat beradaptasi dengan perubahan setelah melahirkan. 

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menyediakan waktu untuk diri sendiri atau me time. Aktivitas ini tidak harus selalu berupa perawatan di salon atau pergi berlibur. Beristirahat sejenak, membaca buku, menikmati makanan dengan tenang, atau melakukan hobi sederhana juga dapat menjadi pilihan.

Dilansir dari Office on Women’s Health, perubahan emosi setelah melahirkan perlu diperhatikan, terutama ketika perasaan sedih, cemas, atau kewalahan berlangsung lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Me time bukan berarti mengabaikan kebutuhan bayi, melainkan memberikan kesempatan bagi ibu untuk memperhatikan kondisi dirinya sendiri.

Dukungan pasangan dan keluarga juga dapat membantu ibu mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Menjaga kesehatan mental dapat dimulai dengan mengenali kebutuhan diri, menerima bantuan dari orang terdekat, dan memahami bahwa ibu tidak harus selalu kuat dalam menjalani setiap perubahan setelah melahirkan.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Cara Me Time untuk Ibu Baru agar Tidak Mudah Merasa Kewalahan

Me time bisa dilakukan melalui aktivitas sederhana di rumah. Mulai dari menikmati waktu tenang hingga meminta bantuan pasangan, langkah kecil dapat membantu ibu memperhatikan kebutuhannya sendiri. (Foto/Dok: Pexels)

Rutinitas merawat bayi dapat membuat ibu baru memiliki sedikit waktu untuk dirinya sendiri. Padahal, meluangkan waktu untuk beristirahat dan melakukan aktivitas yang disukai dapat membantu ibu menghadapi perubahan setelah melahirkan. Me time tidak harus dilakukan dalam waktu lama atau membutuhkan biaya besar. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dicoba di tengah kesibukan sehari-hari.

  • Menikmati waktu istirahat: Gunakan kesempatan ketika bayi tidur untuk berbaring atau menenangkan pikiran tanpa merasa harus selalu menyelesaikan pekerjaan rumah.
  • Melakukan hobi sederhana: Membaca buku, mendengarkan musik, atau menonton tayangan favorit bisa menjadi pilihan untuk menikmati waktu pribadi.
  • Meminta bantuan pasangan: Bergantian menjaga bayi memungkinkan ibu memiliki waktu untuk mandi dengan tenang, makan, atau beristirahat.
  • Menghabiskan waktu di luar rumah: Jika memungkinkan, berjalan santai atau menikmati minuman favorit dapat memberikan suasana berbeda dari rutinitas harian.

Dilansir dari UNICEF Parenting, dukungan pasangan dan keluarga dapat membantu ibu baru menghadapi perubahan setelah kelahiran bayi, termasuk dengan memberikan bantuan dalam pengasuhan dan kebutuhan sehari-hari.

Setiap ibu memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, me time sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan kenyamanan masing-masing, tanpa menjadi tuntutan tambahan yang justru menimbulkan tekanan.

3 dari 3 halaman

Kesehatan Mental Ibu Setelah Melahirkan, Ini Tanda yang Tidak Boleh Diabaikan

Menghadapi rutinitas merawat bayi bukan hal yang mudah. Dukungan orang terdekat dan perhatian terhadap kondisi emosional membantu ibu melewati masa adaptasi setelah melahirkan. (Foto/Dok: Pexels)

Setelah melahirkan, ibu dapat mengalami perubahan suasana hati akibat perubahan hormon, kurang tidur, dan proses beradaptasi dengan tanggung jawab baru. Perasaan mudah menangis, cemas, atau kewalahan bisa muncul selama masa awal menjadi ibu. Namun, penting untuk mengenali ketika perubahan emosi tersebut berlangsung lebih lama atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dilansir dari National Institute of Mental Health (NIMH), depresi perinatal dapat terjadi selama kehamilan maupun setelah melahirkan. Kondisi ini berbeda dari perubahan suasana hati sementara karena gejalanya dapat berlangsung lebih lama dan memengaruhi kemampuan seseorang menjalani keseharian.

  • Ada beberapa hal yang dapat dilakukan ibu baru untuk menghadapi masa adaptasi setelah melahirkan:
  • Mengenali kondisi diri: Perhatikan perubahan suasana hati, pola tidur, dan perasaan yang muncul sehari-hari.
  • Menerima bantuan: Berbagi tugas merawat bayi dengan pasangan atau keluarga dapat membantu mengurangi beban.
  • Mencari bantuan profesional: Jika kesedihan, kecemasan, atau perasaan kewalahan menetap, konsultasikan kondisi tersebut kepada tenaga kesehatan.

Menjadi ibu tidak berarti harus mampu menghadapi semuanya sendirian. Memperhatikan kebutuhan diri dan meminta bantuan ketika diperlukan merupakan bagian penting dari pemulihan setelah melahirkan.