Tips Digital Detox Bersama Pasangan agar Momen Makan Lebih Berkualitas

najwa maulidinaDiterbitkan 24 Oktober 2026, 14:41 WIB

Fimela.com, Jakarta - Makan bersama pasangan seharusnya bisa menjadi momen untuk berbagi cerita setelah menjalani aktivitas seharian. Namun, tanpa disadari, waktu tersebut terkadang justru diisi dengan mengecek pesan, menggulir media sosial, atau menonton video dari ponsel masing-masing. Akibatnya, percakapan menjadi singkat dan perhatian teralihkan dari orang yang sedang duduk di hadapan kita.

Dilansir dari The Washington Post, pembahasan mengenai penggunaan ponsel dalam hubungan menyoroti bagaimana perangkat tersebut dapat mengganggu kualitas percakapan tatap muka, bahkan ketika hanya berada di dekat kita. Karena itu, mencoba digital detox bersama pasangan bisa menjadi langkah sederhana untuk memberikan perhatian lebih utuh saat menghabiskan waktu berdua.

Digital detox tidak selalu berarti harus berhenti menggunakan teknologi sepanjang hari. Pasangan bisa memulainya dari kebiasaan kecil, seperti menyepakati waktu makan tanpa ponsel. Cara ini membantu menciptakan ruang untuk saling mendengarkan tanpa terganggu notifikasi yang terus bermunculan. Meja makan juga bisa menjadi tempat untuk membicarakan banyak hal, mulai dari pengalaman lucu hari ini, rencana akhir pekan, hingga hal-hal kecil yang sebelumnya terlewat. Tidak perlu langsung membahas topik serius. Obrolan ringan pun dapat membuat suasana terasa lebih dekat.

Yang terpenting, digital detox sebaiknya dilakukan atas kesepakatan bersama, bukan sebagai aturan sepihak. Dengan begitu, kegiatan ini terasa menyenangkan dan bukan seperti larangan yang membatasi kebebasan masing-masing. Sesekali meletakkan ponsel mungkin terlihat sederhana, tetapi kebiasaan tersebut bisa menjadi awal untuk kembali menikmati waktu bersama tanpa terburu-buru.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Obrolan Tidak Lagi Canggung, Ini Cara Memulai Digital Detox Bersama Pasangan

Tidak harus langsung bebas gawai sepanjang hari. Mulailah dengan membuat kesepakatan kecil yang mudah dilakukan bersama. (Foto/Dok: Pexels)

1. Buat Kesepakatan untuk Menyimpan Ponsel

Sebelum mulai makan, sepakati untuk meletakkan ponsel di tempat yang tidak mudah dijangkau. Aktifkan mode senyap jika memungkinkan agar notifikasi tidak terus menarik perhatian. Jika ada pesan penting yang harus ditanggapi, komunikasikan terlebih dahulu kepada pasangan. Kesepakatan ini bukan tentang siapa yang paling lama bertahan tanpa ponsel, melainkan bagaimana keduanya bisa menikmati waktu bersama dengan lebih fokus.

2. Mulai dengan Pertanyaan Sederhana

Kadang, percakapan terasa canggung karena masing-masing sudah terbiasa sibuk dengan layar. Untuk mencairkan suasana, coba ajukan pertanyaan ringan seperti, “Apa hal paling menyenangkan yang terjadi hari ini?” atau “Kalau akhir pekan nanti bisa pergi ke mana saja, kamu ingin ke mana?” Pertanyaan terbuka seperti ini bisa mengundang cerita yang lebih panjang daripada sekadar bertanya apakah hari ini melelahkan.

3. Coba Bergantian Bercerita

Berikan kesempatan kepada pasangan untuk bercerita tanpa langsung memotong atau mengalihkan pembicaraan. Setelah ia selesai, tanggapi ceritanya dan bagikan pengalamanmu sendiri. Kebiasaan sederhana ini membantu percakapan terasa lebih seimbang karena kedua pihak sama-sama mendapat ruang untuk berbicara.

4. Buat Tantangan Kecil yang Menyenangkan

Agar tidak terasa seperti kewajiban, jadikan digital detox sebagai tantangan berdua. Misalnya, selama makan malam, masing-masing harus menceritakan satu hal baru yang dipelajari minggu ini atau satu kenangan favorit bersama. Sahabat Fimela juga bisa mencoba permainan tebak-tebakan atau memilih topik obrolan secara bergantian. Dengan begitu, waktu makan tidak terasa monoton.

Tidak perlu khawatir jika pada awalnya percakapan belum mengalir lancar. Berikan waktu untuk membangun kebiasaan baru. Tujuannya bukan menciptakan obrolan yang sempurna, melainkan menikmati kehadiran satu sama lain tanpa terus terdistraksi oleh layar.

3 dari 3 halaman

Digital Detox yang Konsisten, Cara Menjaga Kedekatan dengan Pasangan di Tengah Kesibukan

Kebiasaan tanpa gawai akan lebih mudah dijalani jika dilakukan secara konsisten dan disesuaikan dengan rutinitas pasangan. (Foto/Dok: Pexels)

1. Tentukan Waktu Khusus Tanpa Gawai

Agar digital detox tidak hanya menjadi wacana, tentukan waktu yang realistis untuk dilakukan bersama. Misalnya, saat sarapan sebelum beraktivitas atau makan malam setelah pulang kerja. Tidak perlu langsung menetapkan durasi panjang. Mulailah dari 15–30 menit, lalu sesuaikan dengan kenyamanan masing-masing. Jika salah satu pasangan memiliki pekerjaan yang menuntut respons cepat, buat kesepakatan yang fleksibel. Dengan begitu, kebiasaan ini tetap bisa dijalankan tanpa mengabaikan tanggung jawab.

2. Jangan Jadikan Digital Detox sebagai Ajang Menyalahkan

Ketika salah satu pasangan masih sering mengecek ponsel, hindari langsung menegur dengan nada menyudutkan. Bisa jadi, kebiasaan tersebut sudah terbentuk karena tuntutan pekerjaan atau rutinitas sehari-hari. Sampaikan keinginan untuk memiliki waktu berkualitas dengan cara yang nyaman, misalnya, “Bagaimana kalau malam ini kita makan tanpa ponsel supaya bisa cerita lebih banyak?” Pendekatan yang hangat dapat membantu pasangan memahami tujuan kebiasaan ini tanpa merasa disalahkan.

3. Ciptakan Rutinitas Kecil yang Dinantikan

Selain makan tanpa gawai, pasangan bisa membuat ritual sederhana seperti mencoba resep baru setiap akhir pekan, bergantian memilih menu makan malam, atau berjalan santai setelah makan. Aktivitas ini memberikan pengalaman bersama yang bisa menjadi bahan obrolan berikutnya. Rutinitas tidak harus selalu istimewa atau membutuhkan biaya besar. Justru, kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian menyenangkan dari keseharian.

4. Fokus pada Kualitas, Bukan Kesempurnaan

Ada kalanya pasangan tetap perlu menggunakan ponsel untuk urusan penting. Hal tersebut tidak berarti digital detox gagal. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana keduanya tetap berusaha memberikan perhatian saat sedang bersama.

Pada akhirnya, tujuan digital detox bukan menjauhkan pasangan dari teknologi sepenuhnya, melainkan menciptakan keseimbangan antara dunia digital dan hubungan nyata. Sebab, di tengah kesibukan sehari-hari, meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita pasangan bisa menjadi cara sederhana untuk menjaga kedekatan. Terkadang, obrolan paling berkesan justru muncul ketika kedua orang benar-benar hadir di meja makan, bukan sibuk menatap layar masing-masing.