Tren Sustainable Fashion di JFW 2027, 3 Brand Lokal Eksplorasi Viscose dan Lyocell

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 29 Oktober 2026, 15:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Tren fesyen ramah lingkungan semakin mendorong industri mode untuk mengeksplorasi material yang tidak hanya nyaman dikenakan, tetapi juga memiliki karakteristik yang mendukung kebutuhan gaya hidup modern. Di tengah perkembangan tersebut, pemilihan serat tekstil menjadi salah satu aspek yang menarik untuk diperhatikan, termasuk bagaimana material dapat diterjemahkan menjadi busana yang fungsional, estetis, dan relevan dengan berbagai gaya.

Eksplorasi ini terlihat dalam peragaan kolaboratif bertajuk Still/Moving di Jakarta Fashion Week (JFW) 2027. Tiga brand fesyen Indonesia, yakni Cap Bali, Manzone & Minimal, dan Kami, menghadirkan total 48 tampilan busana yang mengeksplorasi fleksibilitas serat viscose dan lyocell. Mulai dari resort wear bernuansa tropis, busana siap pakai untuk aktivitas sehari-hari, hingga modest fashion dengan siluet yang mengalir, masing-masing koleksi memperlihatkan bagaimana karakter material dapat membentuk identitas sebuah rancangan.

Peragaan ini juga mempertemukan kreativitas brand lokal dengan desainer Indonesia. Cap Bali berkolaborasi dengan Musa Widyatmodjo, Manzone & Minimal menggandeng Rama Dauhan, sementara Kami menghadirkan interpretasi tersendiri terhadap modest fashion kontemporer.

 

2 dari 5 halaman

Cap Bali x Musa Widyatmodjo: Menghadirkan Warisan Bali dalam Gaya Modern

Intip koleksi busana ramah lingkungan di JFW 2027 (dok. JFW 2027)

Melalui koleksi bertajuk Beyond Bali, Cap Bali dan Musa Widyatmodjo mengusung konsep Urbanista Resort yang memadukan inspirasi budaya Bali dengan pendekatan desain kontemporer. Motif Pepatran khas Bali diolah kembali melalui elemen abstrak, menghadirkan interpretasi baru yang terasa lebih modern tanpa sepenuhnya meninggalkan akar tradisinya.

Koleksi ini menunjukkan bahwa inspirasi budaya dapat terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Warisan visual lokal tidak harus selalu ditampilkan dalam bentuk tradisional, tetapi juga dapat diterjemahkan menjadi busana yang sesuai dengan kebutuhan gaya hidup masa kini.

“Warisan budaya Bali dapat melampaui bentuk dan desain tradisional. Nilai-nilai dan bahasa visualnya dapat terus berkembang dan diinterpretasikan kembali melalui bahasa desain yang lebih universal, sehingga tetap relevan dengan kehidupan generasi masa kini,” ujar Fitri Ertaningsih, pemilik Cap Bali.

Pemanfaatan material berbasis serat selulosa turut mendukung eksplorasi tersebut, terutama dalam menciptakan busana yang nyaman dan memiliki pergerakan kain yang sesuai dengan karakter resort wear.

 

3 dari 5 halaman

Manzone & Minimal x Rama Dauhan: Busana Esensial yang Nyaman

Intip koleksi busana ramah lingkungan di JFW 2027 (dok. JFW 2027)

Berbeda dari nuansa tropis Cap Bali, kolaborasi Manzone & Minimal bersama Rama Dauhan melalui koleksi Bawa Serta berfokus pada kebutuhan berpakaian sehari-hari. Koleksi ini memadukan potongan yang terstruktur dengan kenyamanan, menghadirkan busana esensial yang fleksibel untuk berbagai aktivitas dan kesempatan.

Dalam koleksi ini, serat lyocell dimanfaatkan untuk mendukung karakter busana, termasuk kenyamanan dan sirkulasi udara. Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa busana yang memiliki struktur dan tampilan rapi tetap dapat dirancang dengan mempertimbangkan kenyamanan pemakainya.

Gagasan ini juga sejalan dengan kebutuhan konsumen modern yang semakin mengutamakan pakaian serbaguna. Alih-alih hanya mengikuti tren musiman, busana esensial dapat menjadi bagian dari lemari pakaian jangka panjang karena lebih mudah dipadukan untuk berbagai suasana.

 

4 dari 5 halaman

Kami: Modest Fashion dengan Siluet Ringan dan Mengalir

Intip koleksi busana ramah lingkungan di JFW 2027 (dok. JFW 2027)

Sementara itu, Kami menghadirkan koleksi KURO: Lightness in Modesty yang mengeksplorasi sisi lain modest fashion. Koleksi ini menawarkan proporsi yang lebih santai, siluet mengalir, serta motif botani yang memberikan kesan ringan pada busana.

Melalui teknik draping, Kami mengolah volume dan pergerakan kain untuk menciptakan tampilan yang tetap tertutup tanpa terasa kaku. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa modest fashion memiliki ruang eksplorasi yang luas, baik melalui bentuk, tekstur, maupun cara material mengikuti gerakan tubuh.

“Alih-alih menjadikan modest fashion terasa membatasi, KURO memandang busana yang menutup tubuh sebagai kesempatan untuk mengeksplorasi bentuk, volume, dan pergerakan melalui teknik draping serta siluet yang santai,” ujar Istafiana Candarini, Founder dan CEO Kami.

Pilihan material menjadi bagian penting dalam mewujudkan karakter koleksi tersebut. Kain dengan tekstur halus dan jatuh yang lembut dapat mendukung siluet yang lebih dinamis, sekaligus memberikan kenyamanan untuk dikenakan dalam berbagai kesempatan.

 

5 dari 5 halaman

Mengenal Viscose dan Lyocell dalam Tren Fesyen Berkelanjutan

Intip koleksi busana ramah lingkungan di JFW 2027 (dok. JFW 2027)

Di balik ketiga koleksi tersebut, viscose dan lyocell menjadi material utama yang memperlihatkan fleksibilitas serat selulosa dalam industri fesyen. Keduanya dapat digunakan untuk menghadirkan karakter kain yang berbeda sesuai kebutuhan desain.

Viscose dikenal memiliki tekstur lembut, sirkulasi udara yang baik, serta karakter jatuh kain yang alami. Sifat ini membuatnya dapat digunakan untuk busana dengan siluet ringan dan mengalir. Sementara itu, lyocell memiliki tekstur halus, karakter kain yang jatuh, kekuatan serat, serta kemampuan menyerap kelembapan yang lebih tinggi.

Dalam peragaan Still/Moving, Asia Pacific Rayon (APR) menyediakan serat viscose dan lyocell untuk mendukung proses kreatif para desainer. Kolaborasi ini memperlihatkan bagaimana inovasi material dapat diterjemahkan menjadi beragam ekspresi mode, mulai dari busana kasual hingga rancangan dengan karakter yang lebih spesifik.

Meski demikian, penggunaan serat berbasis selulosa tidak otomatis menjadikan sebuah produk sepenuhnya ramah lingkungan. Dampaknya juga dipengaruhi oleh sumber bahan baku, proses produksi, penggunaan bahan kimia, serta pengelolaan limbah. Karena itu, pemilihan material merupakan salah satu bagian dari upaya menuju praktik fesyen yang lebih bertanggung jawab.

Melalui 48 tampilan dalam Still/Moving, Cap Bali, Manzone & Minimal, dan Kami menunjukkan bahwa eksplorasi material dapat berjalan beriringan dengan identitas desain, kenyamanan, serta kebutuhan konsumen. Dari warisan budaya Bali hingga modest fashion kontemporer, ketiganya menghadirkan perspektif berbeda tentang bagaimana fesyen Indonesia dapat terus berkembang dengan memperhatikan fungsi dan pilihan material.

Setelah diperkenalkan di Jakarta Fashion Week 2027, koleksi-koleksi tersebut tersedia melalui kanal penjualan masing-masing brand.