Syuting Film GJLS: Berapi-Api Bikin Rigen Rakelna Terharu, Mimpi Bersama Kian Nyata

Nola VemilianaDiterbitkan 30 Oktober 2026, 14:11 WIB

Fimela.com, Jakarta - Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir kembali hadir di layar lebar melalui film kedua bertajuk GJLS: Berapi-Api. Diproduksi Amadeus Sinemagna, karya ini merangkum kisah persahabatan yang hangat dengan bumbu komedi, menghadirkan dinamika yang akrab bagi para penggemar trio komedian ini.

Rigen Rakelna menuturkan bahwa alur cerita di GJLS: Berapi-Api terasa dekat dengan pengalaman pribadi mereka sebagai sahabat yang mengejar mimpi. "Mimpi menjadi damkar segala macam itu adalah sesuatu yang mirip banget sama cerita hidup kita di GJLS juga. Makanya tadi si Rispo juga bilang itu ada kemiripan, kayak ambisi itu adalah gua yang selalu menemani mereka berdua," ujar Rigen dalam konferensi pers yang dihelat di kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Pria 34 tahun itu juga mengaku terbawa emosi saat menjalani adegan tertentu karena dilakukan bersama dua sahabatnya di GJLS. "Mungkin ada adegan terakhir yang sedih, itu memang yang gua rasakan saat itu adalah gimana gua kehilangan sahabat-sahabat gua. Makanya ketika adegan itu tuh gua ngerasain benar-benar dari hati banget sih," katanya.

Dalam proses syuting, Rigen menyebut adegan emosional bersama Hifdzi sebagai salah satu tantangan paling berat yang ia hadapi. Intensitas adegan membuat keduanya menjaga jarak sebelum pengambilan gambar.

"Adegan drama buat gua tuh kita berdua sama Hifdzi. Itu saking kitanya enggak mau tatap-tatapan mata, enggak mau ada ngobrol, itu kita benar-benar ngejauh. Dan untungnya Pak Monty juga ngasih waktu buat kita tenangin diri ini segala macam buat kita dapat di scene itu," ungkap Rigen.

Ia menambahkan, ia sampai perlu menenangkan diri terlebih dahulu agar bisa menemukan emosi yang tepat saat berada di scene tersebut.

2 dari 3 halaman

GJLS di Layar Lebar: Film Kedua untuk Menegaskan Keseriusan Berkarya

Rigen Rakelna dalam konferensi pers GJLS: Berapi-Api yang dihelat di kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (29/10/2026). (Liputan6.com/Nola Vemiliana)

Setelah merilis GJLS: Ibuku Ibu-Ibu pada 2025, ketiganya kembali dengan film kedua yang juga menjadi salah satu mimpi bersama selama berkarier di dunia hiburan. Bagi Rigen, kesempatan melanjutkan proyek ke layar lebar merupakan langkah penting bagi GJLS.

"Kalau ditanya soal mengejar mimpi, bisa ada di sini tuh adalah salah satu mimpi kita bertiga juga. Kita bisa ada diberi kepercayaan untuk bikin film kedua sama Amadeus," katanya.

Ia menjelaskan, film pertama berperan sebagai perkenalan GJLS kepada masyarakat luas. Melalui film kedua, mereka ingin memperlihatkan bahwa GJLS mampu berkarya secara lebih serius dan terarah.

"Kalau yang pertama kita tahu kita bisa memperkenalkan GJLS seperti apa ke masyarakat luas, dan yang kedua ini kita bisa memperlihatkan bahwa kita juga bisa seserius ini dalam membuat film. Jadi ini adalah salah satu mimpi kita juga bertiga," tambahnya.

3 dari 3 halaman

Cerita dan Perjalanan di GJLS: Berapi-Api

Film GJLS: Berapi-Api. (GJLS Entertainment via YouTube)

GJLS: Berapi-Api dibuka dengan tiga sahabat masa kecil: Rigen (Rigen Rakelna), Rispo (Ananta Rispo), dan Hifdzi (Hifdzi Khoir). Sejak kecil, mereka menyimpan mimpi yang sama, yakni menjadi anggota Pemadam Kebakaran (Damkar).

Ketika beranjak dewasa, ketiganya mencoba mengikuti seleksi untuk menjadi petugas damkar. Berkat usaha yang mereka lakukan, mereka dinyatakan lulus di tahapan pertama dan bersiap menghadapi tahap-tahap berikutnya.

Perjalanan setelah itu tidak mudah. Mereka harus melalui serangkaian ujian, mulai dari tes fisik, latihan bela diri, hingga operasi penyelamatan hewan yang menuntut ketangkasan dan keberanian. Beragam cobaan datang silih berganti dan mereka hadapi bersama. Pertanyaannya, akankah ketiganya berhasil meraih cita-cita yang telah mereka impikan sejak kecil?