Fimela.com, Jakarta - Anggika Bolsterli kembali menyapa pemirsa lewat sinetron terbaru SCTV bertajuk Kesetiaan. Keputusan kembali ke layar kaca ia ambil setelah dua tahun vakum untuk fokus pada kehidupan rumah tangga dan mengurus buah hati.
Masa rehat itu dimulai sejak ia menikah, lalu menjalani kehamilan hingga proses melahirkan. Di momen comeback ini, Anggika menyebut waktunya untuk kembali bekerja telah tiba, seiring kerinduan yang tumbuh pada rutinitas dunia seni peran yang selama ini dekat dengannya.
"Iya, aku habis nikah, hamil, ngurusin anak. Sekarang saatnya aku balik lagi kerja," ujar Anggika Bolsterli dalam sesi wawancara virtual bersama para pemeran Kesetiaan.
Tawaran proyek dari sutradara Maruli Ara datang ketika ia mulai rindu berada di lokasi syuting. Selain alur cerita yang menarik, komposisi pemain yang terlibat turut menjadi alasan kuat baginya untuk menerima tawaran tersebut.
"Dan pas aku ditawarin proyek ini setelah vakum dua tahun, dengan cast yang luar biasa dan cerita yang luar biasa, aku merasa wah ini sebuah challenge buat aku mainkan. Senang banget bisa kerja lagi," ungkapnya.
Selama jeda dua tahun itu, ia sempat merasakan kehilangan ritme kerja yang sebelumnya menjadi bagian dari kesehariannya. Pengalaman tersebut membuatnya semakin sadar bahwa dunia akting memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan karier dan hidupnya.
"Kayak kehilangan diri sendiri selama dua tahun, ternyata shooting is a part of my life yang aku sangat enjoy," lanjutnya.
Tantangan Baru Usai Menikah
Di babak baru kariernya ini, Anggika menghadapi perubahan cara kerja, terutama soal manajemen waktu. Ia perlu membagi fokus antara tanggung jawab sebagai aktris dan perannya sebagai ibu, sehingga pengaturan jadwal menjadi aspek yang memerlukan perhatian lebih.
"Tentunya dari segi bagi waktu, ya. Family time sama work time itu lebih banyak pressure-nya. Karena sekarang kalau selesai kerja, benar-benar buru-buru mau pulang buat ngurus anak," tuturnya.
Dalam Kesetiaan, Anggika memerankan Nadya, seorang dekan kampus yang berdedikasi dengan kepribadian anggun. Karakter ini menuntut konsistensi dan ketelitian, sekaligus kehadiran yang kuat di setiap adegan.
Pengalaman membina rumah tangga setelah menikah disebut memberi sudut pandang tambahan saat menghidupkan karakter Nadya. Hal itu ia rasakan membantu dalam memahami dinamika emosi dan keputusan yang dihadapi sosok yang ia perankan.
"Jadi lebih mengerti perspektif orang yang sudah menikah itu seperti apa, jadi agak memudahkan buat aku juga sih," jelasnya.
Membawa Karakter Nadya yang Tegas dan Mandiri
Nadya digambarkan sebagai perempuan tangguh yang mandiri, mengambil posisi penting untuk menopang keluarganya. Ia bukan hanya hadir sebagai figur ibu, tetapi juga menjadi penopang ekonomi di rumah.
"Nadya ini ibu yang family woman banget, dia mandiri, bahkan ibaratnya breadwinner of the family," sambungnya.
Di proyek ini, Anggika beradu akting dengan Omar Daniel yang memerankan Pram, suami Nadya. Keduanya telah saling mengenal, sehingga proses membangun chemistry di set berjalan lebih mudah dan cair.
Ia menuturkan bahwa kedekatan pertemanan membantu koordinasi di setiap adegan, mulai dari berdiskusi hingga menentukan ritme main. Hal ini menjadi modal penting untuk menjaga konsistensi interaksi karakter di layar.
"Enaknya kerja sama teman, kita sudah saling tahu kerjanya kayak gimana. Di saat kita mau janjian adegan jadi enak," imbuhnya.
Keselarasan cara kerja turut memperkuat kekompakan di lokasi syuting. Menurut Anggika, ia dan Omar dapat saling terbuka dalam proses kreatif, sehingga suasana kerja terasa nyaman.
Ia menyebutkan pendekatan yang sama terhadap pekerjaan membantu keduanya cepat menemukan ritme bersama. Dengan begitu, proses produksi dapat dijalani tanpa banyak hambatan komunikasi.
"Saling terbuka, dan work ethic kita juga lumayan sama, jadi enjoy jalaninnya," pungkas Anggika.