Sukses

Beauty

Atasi Trauma Setelah Treatment Kanker Payudara

Wanita mana yang tidak akan merasa depresi ketika dia divonis menderita kanker payudara? Rasa trauma ini akan semakin bertambah dan bertambah setelah menjalani treatment.

Dengan menjalani breast conserving surgery atau mastectomy, tentunya akan ada perubahan yang besar terjadi dalam hidup mereka. Perasaan tidak percaya diri atau mengutuk keadaan pasti akan datang menghampiri. Normalkah perasaan ini?

Memang ternyata perasaan ini normal terjadi. Menurut breastcancer.org, hal ini disebut dengan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). PTSD adalah sejenis perasaan trauma yang dialami oleh seseorang karena kejadian-kejadian tertentu dalam hidupnya.

PTSD dapat terjadi setelah seseorang mengalami situasi yang membahayakan keselamatannya. Diagnosis kanker payudara dan juga beberapa treatment bisa jadi penyebabnya.

Keadaan ini memang sangat bisa dipahami. Trauma yang mendalam ini mencapai puncaknya selama 3 bulan setelah kehamilan.

Lalu bagaimana seseorang dikatakan mengalami PTSD? Ada beberapa tanda tertentu yang dialami. Diantaranya yaitu sering mengalami mimpi buruk atau sering flashback ke masa-masa ketika dia divonis atau menjalani operasi.

Mereka cenderung akan selalu memikirkan kanker payudara yang sedang mereka derita, tanpa berpikir untuk melanjutkan hidup. Wah, kalau sudah begini, tentunya kondisi psikis akan semakin buruk, bukannya semakin membaik.

Selain itu, mereka juga lebih nyaman ketika menghindari orang-orang, tempat, atau apapun yang mengingatkan kepada pengalaman buruk. Ladies, ingat ya, sedih boleh, tapi jangan sampai berlarut-larut.

Semoga ada pelajaran yang bisa diambil dari membaca tulisan ini.

Oleh: Septia Ningrum

(vem/tyn)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading