Sukses

Beauty

Apakah Aborsi dan Keguguran Dapat Meningkatkan Resiko Kanker Payudara?

Tingkat hormon pada seorang wanita normalnya akan terus mengalami perubahan selama hidupnya yang disebabkan oleh beberapa hal, dan perubahan-perubahan hormon pada wanita ini dapat menyebabkan perubahan pada payudara. Banyak perubahan-perubahan hormon tertentu yang dialami wanita pada saat hamil, perubahan ini dapat mempengaruhi tingkat resiko berkembangnya kanker payudara dalam hidupnya kedepan.

Berdasarkan fakta tersebut, timbul penelitian mengenai apakah aborsi dan keguguran yang dialami seorang wanita dapat meningkatkan resikonya untuk terkena kanker payudara pada hidupnya ke depan. Penelitian mengenai ini telah dilakukan sejak akhir tahun 1950-an. Sampai pada tahun 1990, bukti yang ada masih belum konsisten. Beberapa penelitian menyatakan bahwa tidak ada resiko yang ditingkatkan, namun kebanyakan penelitian ini memiliki banyak kekurangan yang membuat hasilnya tidak akurat.

Situs cancer.gov menyatakan bahwa penelitian yang lebih baik telah banyak dilakukan. Penelitian ini meneliti lebih banyak wanita, mengoleksi data dan sejarah kesehatan wanita-wanita tersebut. Penelitian-penelitian yang lebih detail ini banyak menunjukan hasil bahwa aborsi dan keguguran tidak memiliki hubungan dengan resiko kanker payudara.

Faktor lain seperti genetik, sejarah keluarga pengidap kanker, menstruasi pada usia dini, menopause yang terlambat, dan beberapa kondisi payudara tertentu dapat meningkatkan resiko seorang wanita untuk terkena kanker payudara. Sementara, aborsi sengaja maupun tidak disengaja dan keguguran tidak terbukti dapat meningkatkan resiko kanker payudara pada wanita. Meskipun begitu, baik bagi anda untuk melakukan mammogram secara teratur untuk mendeteksi dan memeriksa ada atau tidaknya kanker pada payudara anda.

oleh: Desti Ayu Ruhiyati

   

(vem/sfg)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading