Sukses

Health

9 dari 10 Stroke Bisa Dicegah, Bisakah Saya Mengurangi Risiko Stroke?

ringkasan

  • 9 dari 10 kasus stroke dapat dicegah dengan tindakan proaktif seperti mengelola tekanan darah, memantau kondisi jantung, dan menerapkan gaya hidup sehat.
  • Meskipun usia adalah faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan, tren peningkatan stroke pada usia di bawah 55 tahun menunjukkan pentingnya perubahan gaya hidup sejak dini.
  • Langkah-langkah pencegahan utama meliputi pemeriksaan tekanan darah rutin, pemanfaatan pemeriksaan kesehatan, tetap aktif secara fisik, serta menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebihan.

Fimela.com, Jakarta - Banyak orang mungkin beranggapan bahwa stroke adalah konsekuensi yang tak terhindarkan dari penuaan. Namun, pandangan ini tidak sepenuhnya benar, Sahabat Fimela. Faktanya, sebagian besar kasus stroke dapat dicegah, memberikan harapan besar untuk hidup yang lebih sehat dan berkualitas.

Menurut Stroke Association, sembilan dari sepuluh kasus stroke sebenarnya dapat dicegah. Dengan mengambil tindakan proaktif terhadap tekanan darah, mengikuti saran gaya hidup sehat, dan memastikan kondisi jantung dipantau, seseorang dapat secara signifikan mengurangi risiko stroke. Ini berarti, pencegahan ada di tangan kita.

Meskipun usia menjadi faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan, ada tren mengkhawatirkan di mana tingkat kejadian stroke meningkat lebih cepat pada orang yang lebih muda, terutama di bawah usia 55 tahun. Peningkatan ini diperkirakan sebagian besar disebabkan oleh faktor gaya hidup, menekankan pentingnya kesadaran dini.

Mengapa Pencegahan Stroke Sangat Penting bagi Sahabat Fimela?

Sahabat Fimela, pemahaman umum bahwa stroke hanya menyerang lansia adalah mitos yang perlu diluruskan. Meskipun risiko stroke memang meningkat seiring bertambahnya usia, dengan sebagian besar kasus terjadi pada orang di atas 70 tahun, stroke dapat menyerang siapa saja tanpa memandang umur.

Saat ini, ada tren yang sangat mengkhawatirkan: insiden stroke meningkat lebih cepat pada kelompok usia yang lebih muda dibandingkan dengan orang tua. Peningkatan ini terlihat jelas pada individu di bawah 55 tahun, dan para ahli menduga kuat bahwa gaya hidup modern menjadi pemicu utamanya.

Oleh karena itu, tindakan pencegahan sejak dini menjadi krusial. Dengan memahami faktor risiko dan mengambil langkah proaktif, Sahabat Fimela dapat melindungi diri dan orang-orang terkasih dari dampak buruk stroke, memastikan kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.

Langkah Proaktif: Kontrol Tekanan Darah dan Pemeriksaan Rutin

Salah satu langkah paling efektif untuk mengurangi risiko stroke adalah dengan secara teratur memeriksa dan mengelola tekanan darah Anda. Tidak ada kata terlalu dini untuk memulai kebiasaan baik ini, karena tekanan darah tinggi adalah penyebab utama stroke.

Pemeriksaan tekanan darah dapat dilakukan dengan mudah di berbagai tempat, mulai dari dokter umum, sebagian besar apotek, hingga mesin pemeriksa tekanan darah yang kini banyak tersedia di supermarket. Bahkan, Sahabat Fimela bisa memiliki alat pemeriksa tekanan darah di rumah karena harganya yang semakin terjangkau. Tekanan darah tinggi umumnya didefinisikan sebagai pembacaan konsisten jangka panjang 140/90 atau lebih tinggi saat diperiksa oleh profesional kesehatan.

Selain itu, manfaatkan pemeriksaan kesehatan rutin yang tersedia. Di Inggris, inisiatif seperti NHS Health Check sangat efektif dalam mengurangi insiden stroke. Jika Anda berusia 40 hingga 74 tahun dan tidak memiliki kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya, Anda akan diundang untuk melakukan pemeriksaan ini setiap lima tahun, yang mencakup pemeriksaan tekanan darah yang sangat penting.

Gaya Hidup Sehat: Kunci Utama Mengurangi Risiko Stroke

Menjaga tubuh tetap aktif secara fisik adalah pilar penting dalam pencegahan stroke. Olahraga membantu melancarkan aliran darah yang sehat, menjaga arteri tetap sehat, dan mengurangi kemungkinan pembentukan gumpalan serta risiko pecahnya arteri. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki pun sudah sangat membantu.

Selain itu, perhatikan asupan garam Anda. Mengurangi konsumsi garam dapat berdampak positif pada tekanan darah, yang merupakan faktor kunci dalam pencegahan stroke. Kebiasaan merokok juga harus segera dihentikan, karena merokok adalah faktor risiko utama untuk stroke dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

Hindari konsumsi alkohol berlebihan dan penggunaan narkoba rekreasi, karena keduanya dapat meningkatkan risiko stroke secara signifikan. Terakhir, pantau kondisi jantung Anda. Kondisi jantung tertentu, seperti fibrilasi atrium, dapat meningkatkan risiko stroke, sehingga deteksi dan pemantauan dini sangatlah penting untuk menjaga kesehatan jantung Anda.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading