Sukses

Beauty

Sering Beli Makeup? Simak Dampak Negatif Beli Produk Kecantikan Secara Berlebihan

Fimela.com, Jakarta Di Indonesia, industri produk kecantikan semakin berkembang. Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menyatakan, ada 797 industri kosmetik besar dan industri kecil dan menengah (IKM) di Indonesia di tahun 2020. Angka ini naik dari jumlah 760 pada 2019. 

Namun, di balik pertumbuhan yang pesat ini, ada sisi lain yang turut terdampak. Dampak negatif dari naik daunnya industri ini adalah potensi peningkatan sampah kemasan produk kecantikan. Selain itu, hal ini memunculkan kebiasaan konsumtif.

Melihat permasalahan ini, Lyfe With Less menginisiasi kampanye #PakaiSampaiHabis. Tujuannya, kampanye ini mampu mengajak masyarakat Indonesia untuk bertangggungjawab dengan konsumsi produk kecantikannya. 

Pada 2021, #PakaiSampaiHabis sempat terselenggara dan masyarakat menyambut antusias kegiatan ini. Nah, di tahun ini, Lyfe With Less kembali menyelenggarakan kampanye #PakaiSampaiHabis.

Kali ini,  Lyfe With Less menggandeng Zero Waste Indonesia sebagai edukator dan katalisator pelaku daur ulang di Indonesia. Ingin tahu kegiatan lebih lengkap dari kampanye ini? Yuk, simak penjelasannya di artikel berikut!

Ajakan untuk lawan fast beauty

Industri kecantikan yang semakin berkembang berefek pada kebiasaan konsumsi berlebih di masyarakat. Akibatnya, barang bertumpuk di rumah hingga menimbulkan potensi masalah lingkungan. 

Survei mandiri Lyfe With Less tahun 2022 menemukan, 53% responden mengaku selalu membuang sampah produk kecantikan ke tempat sampah tanpa dipilah. Alhasil, sampah tersebut bercampur dengan sampah rumah tangga. 

Bersinergi dengan 15 brand produk kecantikan, 47 pelaku daur ulang di seluruh Indonesia dan 2 partner logistik, #PakaiSampaiHabis mengajak masyarakat Indonesia mengumpulkan sampah produk kecantikan. Selain itu, kampanye ini mendorong masyarakat mengirimkan sampah untuk didaur ulang. 

Rangkaian kegiatan seru

Tak hanya mendorong pengumpulan sampah, rangkaian kegiatan kampanye #PakaiSampaiHabis meliputi Empties Hero Talks. Rangkaian tersebut merupakan sesi talkshow seputar sustainable beauty. 

Founder Lyfe With Less, Cynthia S Lestari menyatakan sustainable beauty tak bisa dicapai oleh satu pihak. Oleh karenanya, konsumen, brand, pelaku daur ulang, komunitas, bahkan pemerintah harus bersinergi mencapai sustainable beauty. 

Maurilla Sophianti Imron, Founder Zero Waste Indonesia menambahkan, kampanye ini menjadi wadah menciptakan kesadaran untuk mengkonsumsi secara lebih bijak. Ia menyebut, perlu adanya kesadaran diri dan sinergi semua pihak di masyarakat untuk memelankan dampak buruk lingkungan. 

Kampanye #PakaiSampaiHabis berjalan sejak 1 Juni hingga 31 Agustus 2022. Kamu bisa mengakses informasi lengkapnya melalui https://lyfewithless.com/pakaisampaihabis/. Yuk, turut andil dalam mencapai sustainable beauty dimulai dari aksi nyata, #PakaiSampaiHabis. 

Penulis: Ersya Fadhila Damayanti

 

 

 

#Women for Women

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading