Sukses

Beauty

Wajib Dihindari, Ini 3 Bahaya Memakai Lipstik Kedaluwarsa

Fimela.com, Jakarta Sahabat FIMELA, siapa yang kangen memakai lipstik di keseharianmu? Sebagian besar dari kamu merasa rindu menggunakan pewarna bibir, bukan? Sebab di masa pandemi, penggunaan masker menjadi kewajiban dan makeup menjadi tak begitu menonjol, terutama lipstik.

Namun, sebelum menggunakan lipstik, kamu perlu memperhatikan masa kedaluwarsa produk, karena memakai lipstik kedaluwarsa, bisa menyebabkan beberapa bahaya.

Nah, supaya kamu bisa lebih waspada, FIMELA sudah merangkum beberapa ciri dan bahaya mengoleskan lipstik kedaluwarsa. Dikutip dari healthshots.com, yuk, simak beberapa bahaya memakai lipstik kedaluwarsa yang wajib kamu ketahui berikut ini!

Cara mengetahui lipstick layak pakai

Sama seperti setiap produk kosmetik lainnya, lipstik juga memiliki umur penyimpanan. Rata-rata, merek lipstik premium atau berkualitas tinggi bertahan antara 12 hingga 18 bulan.  

Ada cara sederhana untuk mengetahui apakah lipstik masih layak kamu gunakan atau tidak. Berikut beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum mengaplikasikan lipstik ke bibir kamu:

- Hal paling sederhana yang dapat kamu lakukan adalah memeriksa tanggal kedaluwarsa.

- Perhatikan bau lipstikmu, apabila berbau aneh, berarti lipstik kemungkinan besar sudah tak layak pakai.

- Periksa apakah tekstur lipstik berubah, apabila terlalu cair, kamu patut menghindari penggunaannya.

Bahaya memakai lipstick expired

Jika kamu abai sehingga menggunakan lipstik expired, ada beberapa bahaya yang bisa terjadi. Menurut dokter kulit dr. Ajay Rana, ketika suatu produk rusak, maka produk berhenti melindungi dari pembentukan bakteri.  

Lipstik kedaluwarsa mengandung enterococcus faecalis yang merupakan bakteri mematikan penyebab meningitis. Berikut beberapa efek samping lain yang berpotensi terjadi saat kamu memakai lipstik expired:  

1. Gatal dan nyeri di sekitar area mulut

Penggunaan lipstik kedaluwarsa dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan iritasi akibat kontak dengan bakteri atau iritan berbahaya lainnya.  Bahan utama lipstik adalah lanolin, lilin, dan pewarna. Karena komposisi lanolin yang kompleks, lipstik mudah menyebabkan reaksi alergi, seperti pecah-pecah pada bibir hingga gatal atau sedikit nyeri.  

2. Masalah kesehatan seperti gagal ginjal, anemia, bahkan kerusakan otak

Lanolin yang ada dalam lipstik kadaluarsa memiliki daya serap yang kuat. Lanolin mampu menyerap debu, bakteri, virus, dan beberapa ion logam berat di udara dan menyebarkannya ke bibir.  

Ketika orang minum dan makan, mereka dapat membawa zat berbahaya ini ke dalam mulut hingga masuk ke dalam tubuh. Pewarna tar batubara yang digunakan di semua lipstik adalah karsinogen. Kandungan zat tersebut di dalam lipstik diketahui melebihi kandungan yang diizinkan dalam makanan.

 “Lipstik mengandung logam berat dalam jumlah tinggi seperti timbal dan kadmium.  Penggunaan lipstik kedaluwarsa dapat menyebabkan keracunan timbal kronis, menyebabkan masalah seperti anemia, sakit perut, gagal ginjal akut, dan neuropati otak,” ucap dr. Rana.  

3. Bisa menyebabkan tumor payudara

Pengawet dan zat berbahaya seperti BHA telah terbukti sebagai karsinogen. Ketika lipstik kedaluwarsa, zat ini bisa menyebabkan tumor payudara.

 “Pigmen buatan dalam lipstik dapat berubah menjadi mutan di bawah radiasi ultraviolet, yang dapat menyebabkan kanker,” kata dr. Rana.  

Jadi, periksa semua laci kamu sekarang juga! Apabila kamu menemukan lipstik kedaluwarsa, segera buang produk tersebut untuk menghindari berbagai bahaya seperti di atas.  

 

*Penulis: Ersya Fadhila Damayanti.

#Women for Women

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading