Sukses

Beauty

Sering Ganti Skincare Bikin Kulit Mudah Iritasi? Ini Cara Tepat Menjaga Skin Barrier

Fimela.com, Jakarta - Memiliki skin barrier yang sehat merupakan salah satu kunci untuk menjaga kulit tetap bersih, halus, dan terasa nyaman. Sayangnya, lapisan pelindung kulit ini bisa mengalami kerusakan akibat berbagai faktor eksternal, seperti paparan sinar matahari yang berlebihan, polusi udara, hingga penggunaan produk skincare yang terlalu keras bagi kulit. 

Kabar baiknya, skin barrier masih bisa dijaga sekaligus diperbaiki dengan langkah perawatan yang tepat serta pemilihan produk yang sesuai. Dengan rutinitas yang sederhana dan konsisten, kulit dapat kembali terasa lebih sehat dan tampak lebih bercahaya.

Apa itu Skin Barrier dan Mengapa Perannya Begitu Penting Bagi Kesehatan Kulit?

Melansir dari fresh.com, skin barrier, yang juga dikenal sebagai lapisan epidermis, merupakan lapisan pelindung tipis yang berada di bagian paling luar kulit. Lapisan ini berfungsi sebagai garis pertahanan pertama yang melindungi kulit dari berbagai faktor eksternal seperti bakteri, polusi, hingga paparan sinar UV. Skin barrier terdiri dari kombinasi minyak alami, asam lemak, serta sel-sel kulit yang bekerja bersama untuk menjaga kulit tetap sehat, terhidrasi, dan terlindungi.

Selain berfungsi sebagai pelindung, skin barrier juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan kelembapan kulit. Lapisan ini membantu mencegah hilangnya air dari kulit sekaligus mempertahankan kadar hidrasi yang dibutuhkan agar kulit tetap lembap. Ketika skin barrier mengalami kerusakan, kulit bisa menjadi lebih rentan terhadap berbagai masalah, seperti kulit kering, kemerahan, sensitif, bahkan munculnya jerawat.

Kebiasaan Sehari Hari yang Bisa Merusak Skin Barrier

Skin barrier memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan kulit. Namun, ada beberapa faktor yang tanpa disadari dapat melemahkan bahkan merusak lapisan pelindung alami ini. 

Berikut beberapa faktor yang dapat merusak skin barrier:

1. Penggunaan skincare yang terlalu keras

Beberapa produk skincare memiliki formula yang cukup kuat, seperti sabun dengan kandungan pembersih tinggi, eksfoliator yang terlalu abrasif, atau produk dengan konsentrasi bahan aktif tinggi seperti retinol dan AHA. 

Jika digunakan tanpa memperhatikan kondisi kulit, produk tersebut dapat menghilangkan minyak alami yang sebenarnya dibutuhkan kulit untuk menjaga kelembapan. Akibatnya, kulit bisa terasa kering, mengelupas, hingga mengalami iritasi.

2. Faktor lingkungan

Paparan polusi, sinar ultraviolet, serta perubahan cuaca yang ekstrem juga dapat memengaruhi kondisi skin barrier. Faktor lingkungan ini dapat mengurangi kadar antioksidan alami pada kulit sekaligus mempercepat kerusakan kolagen. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat memicu munculnya tanda-tanda penuaan dini seperti garis halus dan kerutan.

3. Eksfoliasi yang berlebihan

Eksfoliasi memang bermanfaat untuk membantu mengangkat sel kulit mati. Namun, jika dilakukan terlalu sering, kebiasaan ini justru dapat mengikis lapisan lipid alami pada kulit. Akibatnya, skin barrier menjadi lebih rentan mengalami iritasi, kemerahan, hingga peradangan.

4. Pola makan yang kurang seimbang

Mengonsumsi makanan olahan dan gula dalam jumlah berlebihan dapat memicu peradangan dalam tubuh. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi kulit, seperti memicu jerawat atau masalah kulit lainnya.

5. Kurang tidur

Tidur merupakan waktu penting bagi kulit untuk melakukan proses regenerasi. Ketika tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, proses pemulihan kulit bisa terganggu. Hal ini dapat membuat skin barrier menjadi lebih lemah sehingga kulit lebih mudah terasa kering, sensitif, dan mengalami iritasi.

Urutan Skincare Pagi untuk Menjaga Kesehatan Skin Barrier

1. Gentle cleanser

Langkah pertama dalam rutinitas skincare yang berfokus pada skin barrier adalah membersihkan wajah dengan cleanser yang lembut. Pembersih wajah yang terlalu keras dapat menghilangkan minyak alami kulit yang sebenarnya berfungsi menjaga keseimbangan kelembapan. Jika minyak alami ini terus berkurang, kulit bisa terasa kering, tertarik, bahkan lebih mudah mengalami iritasi. 

Karena itu, penting memilih cleanser dengan formula ringan yang mampu membersihkan kotoran, sisa minyak, dan polusi tanpa membuat kulit kehilangan kelembapan alaminya. 

2. Hydrating serum

Setelah wajah dibersihkan, langkah berikutnya adalah menggunakan hydrating serum untuk memberikan hidrasi tambahan pada kulit. Serum biasanya memiliki tekstur yang lebih ringan sehingga dapat meresap lebih cepat ke dalam kulit. 

Produk dengan kandungan seperti hyaluronic acid atau niacinamide sering direkomendasikan karena mampu membantu menjaga kadar air dalam kulit. Selain itu, kandungan tersebut juga dapat membantu mendukung produksi ceramide yang berperan penting dalam memperkuat skin barrier.

3. Moisturizer

Moisturizer merupakan langkah penting dalam rutinitas skincare yang bertujuan menjaga kesehatan skin barrier. Pelembap membantu mengunci hidrasi yang sudah diberikan oleh produk sebelumnya sekaligus menjaga keseimbangan lapisan lipid pada kulit. Lapisan ini berperan sebagai pelindung yang membantu kulit mempertahankan kelembapan alaminya. Banyak dermatolog menyarankan pelembap dengan kandungan ceramide, fatty acid, atau panthenol karena bahan tersebut dikenal mampu membantu memperkuat lapisan pelindung kulit.

4. Sunscreen

Langkah terakhir yang tidak boleh dilewatkan adalah penggunaan sunscreen. Paparan sinar ultraviolet dapat melemahkan skin barrier jika kulit tidak mendapatkan perlindungan yang cukup. Sinar UV juga dapat memicu berbagai masalah kulit, mulai dari kulit kusam hingga tanda-tanda penuaan dini. 

Karena itu, penggunaan sunscreen setiap hari menjadi bagian penting dalam rutinitas skincare untuk menjaga kesehatan kulit sekaligus melindungi skin barrier dari paparan lingkungan.

Urutan Skincare Malam untuk Membantu Memperbaiki Skin Barrier

1. Makeup remover atau cleansing balm

Jika menggunakan makeup atau sunscreen, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan wajah dengan makeup remover atau cleansing balm. Tahap ini penting untuk membantu melarutkan sisa makeup, minyak berlebih, serta kotoran yang menempel di wajah setelah seharian beraktivitas. 

2. Gentle cleanser

Setelah tahap pertama, lanjutkan dengan gentle cleanser untuk memastikan wajah benar-benar bersih. Pembersih wajah yang lembut membantu mengangkat sisa kotoran tanpa merusak lapisan pelindung kulit. Hindari cleanser dengan formula yang terlalu keras karena dapat membuat kulit terasa kering atau tertarik. 

3. Hydrating serum atau essence

Langkah berikutnya adalah menggunakan hydrating serum atau essence yang membantu memberikan hidrasi tambahan pada kulit. Produk dengan kandungan seperti hyaluronic acid, niacinamide, atau squalane dapat membantu menenangkan kulit sekaligus menjaga kelembapan. 

4. Sheet mask untuk hidrasi tambahan

Pada malam hari, kamu juga bisa menambahkan sheet mask sebagai langkah perawatan tambahan. Sheet mask umumnya mengandung essence yang kaya akan bahan pelembap sehingga dapat membantu memberikan hidrasi ekstra pada kulit. Menggunakan sheet mask satu hingga dua kali dalam seminggu dapat membantu membuat kulit terasa lebih lembap, segar, dan nyaman.

5. Barrier repair moisturizer

Setelah menggunakan serum atau sheet mask, aplikasikan moisturizer dengan tekstur yang sedikit lebih kaya dibandingkan pelembap pagi. Pelembap ini membantu mengunci hidrasi yang sudah diberikan pada langkah sebelumnya sekaligus mendukung proses perbaikan lapisan lipid pada kulit. 

6. Occlusive layer jika diperlukan

Pada kondisi skin barrier yang sangat kering atau sensitif, beberapa orang juga menambahkan lapisan occlusive seperti petroleum jelly pada area tertentu. Lapisan ini membantu menjaga kelembapan kulit selama tidur sehingga kulit dapat terasa lebih lembap dan nyaman saat bangun di pagi hari.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading