Sukses

Beauty

Guerlain Hadirkan The New L’Heure Bleue dengan Hembusan Segar Aroma Bunga Iris

Fimela.com, Jakarta - Delphine Jelk menghadirkan kembali L’Heure Bleue, wewangian Guerlain tahun 1912, dengan ekstrak iris eksklusif, dan dasar hangat vanili dan Ambroxan. Perancang parfum legendaris, salah satu dari sedikit perancang wanita di dunia wewangian ini telah mengerjakan interpretasi baru L’Heure Bleue Guerlain selama tiga tahun terakhir.

Guerlain Memperkenalkan Wewangian Feminin Terbarunya, L'Heure Bleue di akhir bulan Agustus 2026 ini. Untuk peluncuran terbarunya, Guerlain menangkap hembusan dramatis kebiruan yang sulit dipahami atau momen-momen memikat antara siang dan malam.

Pada tahun 1912, Jacques Guerlain memperkenalkan L'Heure Bleue untuk pertama kalinya. Feminin dan anggun, wewangian ini menjadi klasik kultus. Kini, Direktur Kreasi Parfum rumah parfum ini, Delphine Jelk, memberikan penghormatan kepada aroma ikonik tersebut dengan interpretasi baru.

Sama seperti fenomena itu sendiri, L'Heure Bleue memberikan aroma mempesona dan menyelimuti kehangantan. Aroma ozonik, vanili, bunga jeruk, dan iris menyatu, menciptakan wewangian yang sekaligus mewah dan lembut.

Sebagai seorang wanita, Delphine Jelk nampaknya ingin mengekspresikan feminitas secara akurat. Seperti yang terlihat dari perpaduan kelembutan, kekuatan, dan keaslian. Feminitas yang memanfaatkan setiap kesempatan.  Untuk mencapai aroma iris terbaik, ahli parfum tersebut menciptakan tincture iris baru—proses yang memakan waktu tiga tahun. Segar dan ringan, bahan eksklusif ini menghadirkan nuansa keanggunan baru pada wewangian yang berharga ini.

 

Reinterpretasi Kontemporer

Bertepatan dengan acara Grand Opening Guerlain Ultimate Boutique di Plaza Indonesia (Rabu, 26/8/2026), pelucuran The New L'Heure Bleue hadir di Indonesia. Para pengunjung dapat merasakan wewangian ini, yang hadir dalam botol permata, yang merupakan bagian lain dari sejarah Guerlain yang gemilang.

Romantis dan berani, bentuknya menciptakan kembali siluet terbaik yang terkenal dari rumah parfum ini, tetapi dengan sentuhan kontemporer: lapisan pernis biru yang sederhana dan huruf berlapis emas, sebagai penghormatan kepada tanaman iris. Dalam wujud modernnya, botol tersebut menjadi objek yang harus dihargai setiap kali digunakan untuk menyemprotkan isinya.

Sensasi iris yang lembut dengan sentuhan vanili.Kesegaran aroma ozonik, diperkuat oleh kelembutan iris dan kehangatan vanili. Dibuat khusus oleh Guerlain, ekstrak iris memberikan keunikan pada wewangian ini.

L'Heure Bleue awalnya diciptakan pada tahun 1912 oleh Jacques Guerlain, sedangkan Eau de Parfum yang terbaru merupakan reinterpretasi kontemporer. Ia mempertahankan semangat komposisi aslinya ris dan vanili, sambil memperkenalkan bahan baru: ekstrak iris yang dikembangkan khusus yang menangkap esensi bunga secara keseluruhan.

Sensasi pembukaan wewangian ini menghadirkan kesegaran yang ringan seperti sensasi murni, terinspirasi oleh langit saat senja. Sensasi bercahaya dan jernih yang dengan elegan membelai kulit.

Pada aroma intinya, bunga iris yang ikonik dari Guerlain terungkap dalam bahan yang belum pernah ada sebelumnya: tingtur iris yang dikembangkan khusus untuk L'Heure Bleue, dipadukan dengan mentega iris yang berharga untuk menangkap keindahan bunga tersebut. Dimaksimalkan dengan hembusan dasar, vanili menampilkan sisi-sisi yang paling memikat: lezat dan menggoda, memberikan aroma yang kuat dan tahan lama.

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading