Sukses

Beauty

Kulit Kering atau Dehidrasi? Kenali Perbedaannya dan Cara Mengatasinya

Fimela.com, Jakarta - Kulit yang terasa kasar, tertarik, atau mudah mengelupas sering kali langsung disebut sebagai kulit kering. Padahal, kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan kulit yang mengalami dehidrasi. Keduanya memang sama-sama dapat membuat wajah terasa tidak nyaman, tetapi istilahnya memiliki makna yang berbeda. Kulit kering umumnya merujuk pada jenis kulit yang menghasilkan sebum lebih sedikit, sedangkan kulit dehidrasi menggambarkan kondisi ketika kulit kehilangan atau kekurangan air.

Dilansir dari American Academy of Dermatology (AAD), kulit yang sangat kering dapat kehilangan banyak kelembapan sehingga tampak dehidrasi. Tandanya dapat berupa kulit yang terasa kering, garis-garis halus yang terlihat lebih jelas, serta munculnya rasa gatal. AAD juga menjelaskan bahwa kulit kering dapat menyebabkan tekstur kulit menjadi kasar, mengelupas, hingga pecah-pecah.

Jenis kulit kering berkaitan dengan produksi sebum yang lebih rendah. Karena itu, seseorang dengan kulit berminyak sekalipun tetap dapat mengalami kondisi kulit yang kekurangan air.

Dengan memahami perbedaan tersebut, perawatan kulit sebaiknya tidak hanya berfokus pada menambah minyak, tetapi juga membantu menjaga dan mempertahankan kelembapan kulit.

Kenali Ciri Kulit Kering dan Kulit yang Mengalami Dehidrasi

Membedakan kulit kering dan kulit dehidrasi dapat dimulai dengan memperhatikan bagaimana kulit terasa dan terlihat. Kulit kering sebagai tipe kulit cenderung terasa kasar, kencang, atau bersisik karena produksi minyak alami yang lebih sedikit. Kondisi ini dapat berlangsung lebih lama dan membutuhkan perawatan yang membantu menjaga kelembapan sekaligus mendukung lapisan pelindung kulit.

Kulit dehidrasi lebih berkaitan dengan kurangnya air pada kulit dan dapat dialami oleh berbagai tipe kulit. Wajah bisa terasa kencang setelah dibersihkan, tampak kusam, atau membuat garis-garis halus terlihat lebih menonjol.

Pada beberapa orang, kulit bahkan tetap terlihat berminyak tetapi terasa tidak nyaman dan kurang kenyal. Kondisi lingkungan seperti udara kering, paparan cuaca tertentu, atau kebiasaan perawatan yang terlalu keras dapat memperburuk kehilangan kelembapan.

Karena cirinya dapat tumpang tindih, jangan hanya mengandalkan satu tanda untuk menentukan kondisi kulit. Jika kulit terus mengelupas, pecah-pecah, sangat gatal, atau mengalami iritasi yang menetap, pertimbangkan berkonsultasi dengan dokter kulit. Kondisi tertentu seperti eksim juga dapat menimbulkan gejala yang menyerupai kulit kering, sehingga penanganannya bisa berbeda

Cara Merawat Kulit agar Tetap Lembap dan Nyaman

Setelah mengenali kondisinya, perawatan kulit dapat dimulai dengan langkah sederhana yang membantu mempertahankan kelembapan. Gunakan pembersih yang lembut dan hindari produk yang membuat kulit terasa tertarik setelah dicuci. Saat mandi atau mencuci wajah, pilih air hangat, bukan air yang terlalu panas, karena suhu tinggi dapat memperburuk kekeringan.

Merekomendasikan penggunaan pelembap segera setelah kulit dibersihkan. Mengaplikasikannya ketika kulit masih sedikit lembap membantu mengunci air yang sudah ada di permukaan kulit. Untuk kulit yang sangat kering, krim atau salep umumnya lebih efektif dibandingkan losion. Produk tanpa pewangi juga dapat menjadi pilihan yang lebih lembut, terutama ketika kulit sedang sensitif.

Selain pelembap, perhatikan kebiasaan sehari-hari. Hindari menggosok kulit terlalu keras dan jangan berlebihan menggunakan produk eksfoliasi ketika kulit sedang kering atau terasa sensitif. Jika berada di lingkungan dengan udara sangat kering, menjaga kelembapan ruangan juga dapat membantu mengurangi kekeringan.

Bila keluhan tidak membaik, sering kambuh, atau disertai kemerahan, luka, rasa terbakar, dan gatal berat, sebaiknya periksa ke dokter kulit. Perawatan yang tepat perlu disesuaikan dengan penyebab dan kondisi kulit masing-masing.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading