Sukses

Beauty

Mulai Gaya Hidup Zero-Waste dari Rutinitas Kecantikan, Begini Caranya!

Fimela.com, Jakarta - Rutinitas kecantikan tidak hanya berkaitan dengan produk yang digunakan untuk merawat kulit dan rambut, tetapi juga jumlah sampah yang dihasilkan setiap hari. Kemasan sampo, sabun, skincare, makeup, kapas sekali pakai, hingga tisu dapat menambah limbah dari kamar mandi. Karena itu, menerapkan prinsip zero-waste dapat dimulai dari kebiasaan sederhana tanpa harus langsung mengubah seluruh rutinitas.

Dilansir dari United Nations Environment Programme (UNEP), produk kosmetik dan perawatan diri dapat menjadi sumber plastik tersembunyi, termasuk dari kemasan serta bahan plastik berukuran sangat kecil yang berpotensi masuk ke saluran air. UNEP juga mendorong konsumen untuk memperhatikan kandungan produk, mengurangi penggunaan plastik, dan mempertimbangkan alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Langkah awal dapat dimulai dengan mengevaluasi produk yang sudah dimiliki. Hindari membeli barang baru hanya karena tren jika produk lama masih dapat digunakan. Setelah itu, perhatikan kemasan ketika akan membeli produk berikutnya. Pilihan dengan kemasan lebih sedikit, sistem isi ulang, atau material yang dapat digunakan kembali dapat membantu mengurangi sampah.

Zero-waste dalam kecantikan bukan berarti harus sempurna. Konsistensi menjalankan perubahan kecil sesuai kebutuhan justru dapat membuat kebiasaan lebih mudah dipertahankan.

Kurangi Penggunaan Produk Sekali Pakai

Setelah mengevaluasi produk kecantikan yang dimiliki, langkah berikutnya adalah mengurangi barang sekali pakai. Kebiasaan sederhana seperti mengganti kapas sekali pakai dengan reusable cotton pad yang dapat dicuci dapat mengurangi sampah dari rutinitas harian. Namun, gunakan alternatif tersebut selama benar-benar dibutuhkan dan pastikan kebersihannya tetap terjaga.

Perhatikan pula cara menggunakan produk agar tidak cepat habis. Mengambil skincare atau makeup secukupnya dapat membantu mencegah produk terbuang sebelum digunakan. Untuk produk yang memiliki kemasan besar, pilih ukuran yang sesuai dengan frekuensi pemakaian. Membeli dalam jumlah berlebihan justru dapat menyebabkan produk kedaluwarsa dan akhirnya menjadi limbah.

Rutinitas rambut juga dapat dibuat lebih minim sampah. Pilih produk dengan kemasan isi ulang apabila tersedia, atau pertimbangkan produk padat seperti sampo batang jika cocok dengan kebutuhan rambut. Selain itu, handuk atau kain yang dapat dicuci dapat digunakan kembali sebagai pengganti tisu untuk keperluan tertentu.

Kebiasaan lain yang penting adalah memilah kemasan setelah produk benar-benar habis. Bersihkan wadah sesuai petunjuk pengelolaan sampah setempat, lalu pisahkan material yang dapat didaur ulang. Tidak semua kemasan kosmetik otomatis dapat didaur ulang, sehingga penting untuk memeriksa aturan fasilitas pengelolaan sampah di wilayah masing-masing. Dengan begitu, rutinitas kecantikan dapat menjadi lebih sadar terhadap penggunaan dan akhir masa pakai produk.

Belanja Produk Kecantikan dengan Lebih Bijak

Membangun beauty routine yang lebih ramah lingkungan tidak harus dilakukan sekaligus. Setelah mengurangi barang sekali pakai, kebiasaan berikutnya dapat berfokus pada prinsip menggunakan produk sampai habis, memilih secara lebih sadar, dan menghindari pembelian impulsif. Cara ini juga membantu membuat koleksi skincare dan makeup tetap terkontrol.

Sebelum membeli produk baru, buat daftar kebutuhan dan periksa barang yang masih tersedia di rumah. Pertimbangkan apakah produk tersebut benar-benar diperlukan atau hanya menarik karena promosi dan tren. Jika membutuhkan produk baru, cari informasi mengenai ukuran, bahan kemasan, opsi isi ulang, serta sistem pengelolaan kemasannya.

Perawatan alat kecantikan juga tidak kalah penting. Bersihkan kuas makeup, spons yang dapat dicuci, sisir, dan alat lainnya secara rutin agar dapat digunakan lebih lama. Produk yang masih layak pakai sebaiknya tidak langsung dibuang hanya karena kemasannya tidak lagi menarik.

Zero-waste bukan berarti setiap produk harus bebas plastik. Dalam praktiknya, keputusan yang lebih berkelanjutan perlu mempertimbangkan kebutuhan, daya tahan, keamanan, serta kemampuan suatu material untuk digunakan kembali atau dikelola setelah pemakaian.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading