Sukses

Beauty

Tren Dry Brushing, Cara Sederhana Merawat Kulit dan Mendukung Sirkulasi Darah

Fimela.com, Jakarta - Merawat kulit tubuh tidak selalu harus dilakukan dengan rangkaian produk yang panjang. Selain menggunakan sabun dan pelembap, ada teknik perawatan sederhana yang mulai menarik perhatian, yaitu dry brushing. Metode ini dilakukan dengan menyikat permukaan kulit menggunakan sikat khusus saat kulit masih dalam kondisi kering, biasanya sebelum mandi.

Dilansir dari Cleveland Clinic, dry brushing dapat membantu mengangkat sel kulit mati sehingga kulit terasa lebih halus dan tampak lebih cerah untuk sementara. Gerakan menyikat juga bisa memberikan sensasi segar pada kulit. Namun, klaim bahwa teknik ini dapat mengurangi selulit atau meningkatkan sirkulasi darah secara signifikan masih belum didukung bukti ilmiah yang kuat.

Meski begitu, dry brushing tetap menarik bagi mereka yang ingin mencoba rutinitas perawatan tubuh yang praktis. Teknik ini tidak membutuhkan banyak produk dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Cukup gunakan sikat khusus tubuh yang sesuai dengan kondisi kulit.

Sebelum mencobanya, penting untuk memahami bahwa cara menyikat dan kondisi kulit turut menentukan kenyamanan selama perawatan. Tekanan yang terlalu kuat justru dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, hingga rasa perih. Karena itu, lakukan dengan lembut dan jangan menjadikan kulit yang terasa sakit sebagai tanda bahwa perawatan sedang bekerja.

Lalu, bagaimana cara melakukan dry brushing dengan benar agar kulit tetap nyaman? Ada beberapa hal sederhana yang bisa diperhatikan sebelum menjadikannya bagian dari rutinitas perawatan tubuh.

Cara Melakukan Dry Brushing agar Kulit Tetap Nyaman

Sebelum memasukkan dry brushing ke dalam rutinitas perawatan tubuh, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari memilih sikat hingga merawat kulit setelahnya, setiap langkah bisa membantu membuat proses eksfoliasi terasa lebih nyaman.

1. Pilih sikat yang sesuai

Gunakan sikat khusus tubuh dengan bulu yang nyaman di kulit dan tidak terlalu kasar. Jika baru pertama kali mencoba, pilih sikat yang lebih lembut agar kulit dapat beradaptasi. Sikat yang keras tidak berarti memberikan hasil yang lebih baik.

2. Sikat kulit dengan gerakan lembut

Lakukan dry brushing sebelum mandi, saat kulit masih kering. Mulailah dari kaki, lalu gerakkan sikat ke arah atas menggunakan sapuan panjang dan ringan. Untuk area seperti perut dan punggung, gunakan gerakan melingkar tanpa memberikan tekanan berlebihan. Hindari menyikat bagian yang sama berkali-kali.

3. Lanjutkan dengan mandi dan pelembap

Setelah selesai, mandi untuk membersihkan sisa sel kulit mati yang terangkat. Keringkan tubuh dengan menepuk kulit menggunakan handuk, kemudian aplikasikan pelembap untuk membantu menjaga kelembapannya.

4. Sesuaikan frekuensi dengan kondisi kulit

Tidak perlu langsung melakukan dry brushing setiap hari. Mulailah sesekali, lalu perhatikan respons kulit setelahnya. Jika kulit terasa kering atau sensitif, beri jeda sebelum mencobanya kembali.

Meski terlihat sederhana, dry brushing tidak cocok untuk semua kondisi kulit. Hindari menyikat area yang terluka, terbakar matahari, mengalami iritasi, atau memiliki peradangan. Jika muncul rasa perih, gatal, atau kemerahan yang menetap, hentikan penggunaannya.

Bagi yang memiliki kondisi kulit tertentu, berkonsultasi dengan dokter kulit sebelum mencoba teknik ini bisa menjadi langkah yang bijak. Dengan memahami cara dan batasannya, perawatan tubuh dapat dilakukan dengan lebih nyaman.

Benarkah Dry Brushing Bisa Mengurangi Selulit?

Selain dikaitkan dengan eksfoliasi, dry brushing juga sering dibicarakan karena dianggap dapat menyamarkan selulit. Selulit merupakan kondisi ketika permukaan kulit terlihat berlekuk atau tidak rata, yang umumnya muncul di area paha dan bokong. Kondisi ini cukup umum dan dapat dialami oleh berbagai bentuk serta ukuran tubuh.

Namun, penting untuk membedakan antara kulit yang terasa lebih halus dan selulit yang benar-benar berkurang. Dry brushing membantu mengangkat sel kulit mati di permukaan, tetapi belum terbukti dapat menghilangkan selulit secara permanen. Jika kulit terlihat sedikit lebih rata setelah menyikat, perubahan tersebut belum tentu bertahan lama.

Hal serupa berlaku pada klaim mengenai sirkulasi darah. Gerakan menyikat mungkin membuat kulit terasa hangat untuk sementara, tetapi sensasi tersebut tidak cukup untuk membuktikan bahwa sirkulasi darah meningkat secara signifikan. Jadi, sebaiknya jangan mengandalkan dry brushing sebagai metode utama untuk mengatasi selulit ataupun masalah sirkulasi.

Jika tujuanmu adalah merawat kulit agar terasa lebih lembut, teknik ini bisa menjadi salah satu pilihan eksfoliasi selama dilakukan dengan lembut dan sesuai kondisi kulit. Namun, dry brushing bukan langkah wajib dalam rutinitas perawatan tubuh. Menggunakan pelembap secara teratur dan memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit tetap penting untuk menjaga kulit tetap nyaman.

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading