Sukses

Entertainment

Bikin Menangis, Curhat Acha Septriasa Soal Detik-detik Melahirkan

Fimela.com, Jakarta Acha Septriasa berbagi pengalamannya saat proses melahirkan di Australia. Istri Vicky Kharisma itu melahirkan pada 21 September 2017 di Royal Hospital for Women Sydney.

Melalui akun Instagram pribadinya, Acha bercerita panjang tentang detik-detik persalinannya, 29 September 2017 lalu. Perasaannya campur aduk selama menjalani proses persalinan. Sejumlah netizen mengaku merinding dan menangis membaca cerita Acha.

"😢😢 sampe nangis baca captionnya kak Acha 😢," kata akun @desyratnas. "Sampe merinding dan nangis baca nya😭😭sehat trus ya mba dan buat debay nya😘😘," imbuh akun @eliawatti.

"Selamat ya atas kelahiran buah hati kalian...cantikkkk banget...semoga jadi anak yang sholeha," harap akun @sariige38 dalam kolom komentar Acha Septriasa.

Datang ke Rumah Sakit

Berikut penjelasan Acha Septriasa mengenai detik-detik persalinannya.

Di lorong persalinan itu, suatu hari yang ku tunggu-tunggu, aku tak sabar menanti seorang putri kecil yang baru ku pikirkan namanya.. lewat mimpi. Aku melalui sesuatu yang tak terbayangkan, belum pernah ku rasakan, bahkan tak pernah ku imajinasikan sebelumnya.. Menunggu seakan waktu lambat sekali berjalan, berharap dan berandai semua pasti kan berlalu dengan cepat, tapi segala kehendak Nya tak ada seorang pun yang tahu. Aku hanya pasrah dan berserah.

"sehabis mandi, aku diam di tempat tidur, kontraksi ku TAHAN krn tak ingin melihat muka mama dan suami tak tega mengkasihani aku . 24 jam lebih, blm ada hasil maju nya bukaan." tulis artis 28 tahun itu. (Instagram/septriasaacha)

Jam 6.15 pagi ke Rumah sakit tanggal 19 September ( pas sekali 40 minggu ) ketuban belum pecah tapi kontraksi sudah 5 menit sekali.. midwife menolak ku stay berlama2 di RS dan menyatakan "u are too pretty for labor" tanda nya aku masih belum cukup terlihat 'sakit' layaknya ibu yang siap melahirkan😄

Perasaan ku campur aduk, kesal. Tak ada tindakan saat itu dr siapapun ahli yang bekerja, kecuali diri sendiri yang harus berusaha mengatur nafas. Masih bukaan 2 . Dan masih panjang perjalananan bertemu dengannya 👶🏻

Datang Lagi ke Rumah Sakit

Saat itu setelah pulang ke rumah, aku masih merasakan masakan mama , mama masak udang balado dan sayur toge , enak sekali.. sesekali aku minum air dingin atau hangat untuk menanggulangi rasa sakit di bagian perut. Dan duduk di Birth ball yang baru ku beli 4 hari lalu.. kontraksi tiba-tiba menjadi 20 menit sekali, sepanjang 3 menit . Suami ku mulai tenang2 saja, dan semua kembali seperti awal semula.. Sampai- sampai aku memijit punggung mama yang baru landing semalam, untuk menginduksi secara alami demi proses bersalin yang cepat. Mijit mama sendiri, mungkin udah 7 bulan terakhir belum pernah ku lakukan lagi.. hari itu, mama sampai pulas tertidur.

Sore pun berlalu, dan belum ada tanda juga, tiba-tiba saat buang air kecil aku menemukan bleeding coklat kemerahan ( bukan warna darah segar ) setelah aku tlf rumah sakit, dari ciri-ciri yang aku sebutkan mereka bilang itu hal yang normal.

Potret keceriaan juga terlihat dari suami Acha. Terlihat senyum ceria menyaksikan buah cintanya yang sedang di bok tempat tidur bayi. (Instagram/septriasaacha)

Petunjuk early labor pun menurut midwife dari pihak rumah sakit hanya dapat diindikasikan kalau ada pecah ketuban, pendarahan ( darah merah berwarna segar ), atau interval kontraksi 3 kali sepanjang 2-3 menit dalam waktu 10 menit.

Malam hari aku tidur awal, jam 11 malam aku merasakan kontraksi yg hebat setiap 7 menit sekali, dan suami ku blm berani tlf rumah sakit karena tanda pecah ketuban blm ada. Setelah aku menyatakan tidak kuat, akhirnya dia menelfon pihak RS dan mereka memperkenankan kami datag kedua kali untuk check pembukaan. Hasilnya ? Jam 3.30 pagi ( tanggal 20 september ) Masih bukaan dua. Dr ruangan delivery suite kami di sarankan pulang, tapi aku menolak, alhamdulillah masih tersedia kamar di ruang inap, postnatal. Jadilah aku mama dan suami bermalam di RS, setelah dua kali kami di sarankan pulang ke rumah..

Suami dan Mama Tidur di Kursi

Tanggal 20 september pagi harinya , sarapan datang. Mama dan suamiku yang bermalam di dalam kamar ku tidur di kursi menjadi saksi muncul nya kontraksi demi kontraksi, saat itu jam 7.30 pagi aku di beri 2 butir obat penahan sakit, aku ditawarkan menyuntikkan morphine untuk menanggulangi kontraksi , tp baru ku "iya kan" pada jam 9.30 sehabis hot shower ( disarankan oleh midwife juga utk relaxation ) sehabis mandi, aku diam di tempat tidur, kontraksi ku TAHAN karena tak ingin melihat muka mama dan suami tak tega mengkasihani aku . 24 jam lebih, blm ada hasil majunya bukaan.

Suamiku hampir desperate katanya, apa kita harus menunggu sampai hari ke-3 untuk bayinya sampai lahir ? Karena case tiap orang berbeda. Suami ku membeli kopi dibawah sekaligus membeli sarapan yang lebih berat untuk ku makan . Jam 10 pagi aku merasakan kontraksi lanjutan yg lebih hebat lagi, sampai-sampai aku remas jemari dan lengan ibu ku, tanpa dia berkata apa-apa kecuali hanya doa yang ku tau dia panjatkan dalam hatinya. Disitu aku bicara saat sakitnya melemah, aku bilang sama Mama , "ma maafkan aku yaa.. aku akhirnya tau sakitnya melahirkan seorang anak, maafin aku yaa .. doain Acha maa"

Beberapa potret kebahagiaan dibagikan bersama buah hati serta suaminya. Dalam setiap foto yang diunggah,  bintang film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 itu menuliskan cerita panjang terkait proses persalinannya. (Instagram/septriasaacha)

Jam 11.15 suster datang, mama bilang ke front desk kalau aku sudah tidak kuat menahan sakit krn kontraksi sudah terus menerus setiap 2 menit tanpa jeda dalam waktu 10 menit. Mid wife datang hanya memberikan morphine di bagian paha yang tidak ngaruh apa- apa, utk sakit yg kurasakan saat itu.

Pk. 11.40 bagaikan arung jeram di bagian perut bawah, dorongan hebat muncul dan ketuban ku pecah sampai hampir habis air nya merembes ke seluruh kasur rawat inap. Mama kaget, panik, dan berlari ke front desk , meminta mid wife check keadaan ku. Aku menggeliat kesakitan, aneh nya aku malah berdiri ingin ke kamar mandi krn mules yg tak tertahan kan dan masih dlm keadaan panik menangis kesakitan, mid wife menyuruh ku duduk, utk men check pembukaan.

Tak di sangka , semakin dekat waktunya ! Midwife Hanya terheran dan langsung memanggil crew utk bergegas mengambil wheel chair , Aku langsung menuju bukaan 8.

Semangat dan Perasaan Optimis

Sebenarnya makna yang ingin ku share dalam cerita ku ini, tidak penting seperti apa prosesnya, obat penahan sakit apa yang harus dipilih, atau metode apa yang paling ampuh untuk mempercepat induksi, yang paling penting yg aku rasakan adalah, melahirkan perlu positive thinking, perlu semangat, dan perasaan optimis berjuang semata ingin bertemu dengan darah daging kita.

Perjuangan luar biasa dilakukan oleh Acha Septriasa saat melahirkan anak pertamanya. Sebagai calon ibu baru, ia juga rela merasakan sakit terus menerus hingga beberapa jam menanti kelahiran buah cintanya dengan Vicky Kharisma. (Instagram/septriasaacha)

Kalau kita menyerah di titik tertentu, gak akan menjadi apa-apa . Perasaan ikhlas dan sabar bener-bener diajarkan dalam perjalanan menjadi seorang ibu. Baik normal, caesar, water birth , dll. Semua memiliki perjuangan yg TIDAK pantas di beda- bedakan.

Semua perjuangan ibu adalah sama, mempertaruhkan nyawa untuk menyambung kehidupan seseorang ke dunia. Setiap anak memilih untuk di lahirkan dengan cara nya sendiri dalam takdirnya sendiri.

Makna Nama Anak

Bridgia Kalina ❤️️ seorang dewi yang mencintai puisi dan bijaksana , bridgia artinya strength: sumber kekuatan dan penghubung yang kuat. Kalina artinya "to love" terinspirasi dr Bunga yang tumbuh di Australia ❤️️ #BabyBrie.

Acha Septriasa menikah dengan Vicky Kharisma pada 11 Desember 2016. Usai menikah ia memutuskan menetap di Negeri Kanguru, Australia, mengikuti suami.

What's On Fimela
Loading