Sukses

Entertainment

5 Respon Atas Presepsi Negatif Film Naura dan Genk Juara

Fimela.com, Jakarta Film musikal anak-anak, Naura dan Genk Juara menjadi perbincangan publik. Pasalnya, film yang disutradarai oleh Eugene Panji tersebut dianggap menyudutkan agama Islam dalam sebuah adegan. Ayah Naura sekaligus suami dari Nola B3, Baldy Mulya Putra menanggapi isu SARA yang ditempelkan dalam film Naura dan Genk Juara.

Baldy pun menegaskan, alangkah baiknya masyarakat tak langsung men-judge apa yang dikatakan segelintir orang terhadap film anaknya yang dianggap mengandung unsur SARA sebelum benar-benar menyaksikan jalan cerita filmnya secara keseluruhan.

Foto profil Naura dan Nola B3 (Galih W. Satria/bintang.com)

"Film ini tujuannya baik. Ini film pertama Naura, nggak mungkin kita sebagai orangtua mau yang buruk. Semua orang berhak beropini, tapi film anak di Indonesia sudah jarang, kasihan kalau nggak disupport," ujar Baldy di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (23/11/2017).

Terkait dengan isu SARA yang belakangan dikaitkan dalam sebuah adegan di film, Baldy pun tak mau ambil pusing. Menganggap film Naura memberikan pesan positif bagi anak-anak melalui ceritanya, dirinya hanya menyayangkan ada segelintir pihak yang memprovokasi orangtua untuk melarang anaknya menonton film Naura dan Genk Juara.

Baldy Mulya Putra mengatakan jika saat ini kondisi anaknya tak terlalu terpengaruh terhadap isu SARA yang melekat di film yang ia perankan. Berikut 5 respon atas presepsi negatif film Naura dan Genk Juara.

1. Naura Tetap Happy

"(Naura) Happy. Nanya pendapatnya, 'Kak pendapat kamu?, aku hanya melakukan peran di sini'," ucap Baldy mencontohkan apa yang dikatakan Naura saat ditemui awak media di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (23/11/2017).

 

2. Naura Lanjutkan Promosi

Saat ini, menurut Baldy, Naura masih gencar melakukan promosi dan bersyukur masih mendapat dukungan dari anak-anak di Indonesia.

"Sampai saat ini dia promosi, dia tidak terpengaruh, mereka (anak-anak) saling mendukung, dan dukungan Naura sekarang Follower Naura 4000 orang perhari karena support dan dukungan," tambahnya.

 

3. Sekolah Berhati-Hati Nonton Naura

"Sedih aja ada orang yang belum nonton filmnya tapi ngajak nggak nonton. Jadi ada beberapa sekolah lamanya Naura sempat berhati-hati mau nonton apa nggak, termakan provokasi mereka. Jadi nonton dulu baru komentar, pas udah di tonton aman, Kalau nggak aman, nggak mungkin bisa ditonton," tandas Baldy.

 

4. Kebebasan Anak Dipasung

 

"Kebebasan anak memilih (tontonan) yang baik kayak lagi dipasung. Buat aku, segelintir orang, apapun upayanya, SARA ,politik, atau menjatuhkan, yang penting pesan (film) Naura sampai, kita nggak menyudutkan konten yang negatif," paparnya.

 

5. Naura Dapat Dukungan

LSF telah memberikan penjelasan dan bantahan film naura dan Genk Juara mendiskriditkan Islam. Selain itu Kak Seto sebagai pemerhati anak juga memberikan dukungan. Begitu juga penonton film ini.

"Mereka (anak-anak) sangat support, banyak yang nonton lebih dari 3 kali. Ini anak-anak satu bioskop nyanyi, sing a long. Mereka merasa terlibat dalam film ini. Mereka keluar happy, meluk Naura, ini apresiasi tertinggi dalam film Naura, misi Naura sampai. Apa persepsi orang tentang film Naura dan Genk Juara nggak terjadi," tandas Baldy.

What's On Fimela
Loading