Sukses

Entertainment

Pretty Little Miss Portman

natalie portman fimela perempuan

Lewat Black Swan, thriller garapan Darren Aronofsky, Natalie berperan sebagai Nina seorang penari balet yang berperang dengan dirinya sendiri untuk mempertahankan perannya di lakon Swan Lake. With a psychology degree from Harvard, an Oscar nod for her role, Natalie membuktikan kalau dia berbakat dan cerdas as she is stunningly beautiful.

Natalie lahir di Jerusalem, Israel. Ayahnya Avner Hershlag, seorang dokter spesialis kesuburan dan reproduksi. Ibunya, Shelley Stevens, keturunan Amerika yang kini menjadi agennya. Walaupun menurut Natalie keluarganya nggak terlalu religius, tapi dia bisa bahasa Yahudi dan sempat mengeyam pendidikan di sekolah Yahudi di New York.

The Young Professional

Saat dia berumur 10 tahun, seorang agen Revlon menawarinya untuk menjadi model, tapi ditolak Natalie dengan alasan ingin fokus pada akting. "I kept my cool," katanya. "I told him that I wanted to act."

Pada sebuah interview majalah, Natalie bilang kalau dia “beda dengan anak lain. I was more ambitious, I knew what I liked and what I wanted, and I worked very hard. I was a very serious kid.” Natalie kecil memang lebih memilih menghabiskan liburan sekolahnya di theater camps dan ikutan audisi.

Film yang diperankan antara lain Heat, Everyone Says I Love You, Mars Attacks!, termasuk Beautiful Girls. Dia merupakan pilihan pertama untuk memerankan Juliet di William Shakespeare's Romeo + Juliet, tapi batal karena para produser merasa Natalie terlihat terlalu muda disandingkan dengan Leonardo DiCaprio. Tahun 1997, Natalie sempat memainkan peran sebagai Anne Frank di adaptasi Broadway, The Diary of Anne Frank.

Sempat menolak peran utama di Anywhere but Here, dimana dia berperan sebagai anak dari Susan Sarandon, karena ada adegan seks-nya. Tapi sutradara Wayne Wang dan aktris Susan Sarandon meminta untuk Natalie tetap bermain di film tersebut walaupun harus menulis ulang skrip.

Natalie mendapatkan peran sebagai Padmé Amidala di trilogy Star Wars di akhir masa SMA-nya. Bagian pertama, The Phantom Menace, yang dirilis awal 1999. Sempat bermain sebagai teenage mother di Where the Heart Is. Natalie kemudian pindah ke asrama Harvard untuk mengejar gelar psikologi dan memutuskan untuk nggak main film empat tahun kedepan selain Star Wars.

Maturing Roles

Tahun 2001, Natalie ikutan bermain teater, The Seagull bersama Meryl Streep, Kevin Kline dan Philip Seymour Hoffman. Menggunduli kepalanya dan berbicara dengan aksen Inggris untuk V for Vendetta, for which she won a Constellation Award for Best Female Performance, and a Saturn Award for Best Actress. Bermain di drama sejarah Goya’s Ghost dan The Other Boleyn Girl. Sempat menjadi juri termuda Festival Film Cannes ke-61.

Juni 2003, Natalie lulus dari Harvard dengan gelar psikologi. “I don’t care if [college] ruins my career,” katanya, “I’d rather be smart than a movie star.” Si cantik yang tertarik pada bahasa asing sejak kecil ini, fasih berbahasa Prancis, Jepang, Jerman dan Arab.

Tahun 2004, Natalie bermain di film independen Garden State dan Closer. Garden State menang Best First Feature at the Independent Spirit Awards. Aktingnya sebagai Alice di Closer earned her a Supporting Actress Golden Globe as well as a nomination for the Academy Award for Best Supporting Actress.

Perannya yang mulai menonjolkan sisi kedewasaannya adalah My Blueberry Nights, besutan Wong Kar-wai. Banyak mendapat kritikan bagus, karena Natalie dinilai menggunakan pesona kewanitaannya secara maksimal. Sempat bermain dalam film pendek Wes Anderson, Hotel Chevalier, bersama Jason Schwartzman, dimana Natalie beradegan telanjang untuk kedua kalinya (yang pertama Goya’s Ghosts).

Tahun 2008, saat Natalie berusia 27, dia membuat debut penyutradaraan di Festival Film Venesia. Eve, sebuah film pendek tentang seorang perempuan muda yang diajak untuk menemani sang nenek kencan. “I always had a fascination dengan generasi yang lebih tua dan mengambil inspirasi dari nenekku sendiri.” Tahun 2009 Natalie membintangi film drama Brothers, bersama Tobey Maguire dan Jake Gyllenhaal, yang disebut-sebut pernah menjalin hubungan dengan Natalie. Yang terbaru selain sebagai Nina, di film Black Swan, Natalie mendapat peran sebagai Jane Foster di film yang diangkat dari komik Thor dan menjadi produser untuk film Pride and Prejudice and Zombies.

Devoted Girl

Natalie sudah menjadi vegetarian sejak kecil dan menjadi vegan tahun 2009 setelah membaca buku karangan Jonathan Safran Foer, Eating Animals. Dia nggak makan animal products or wear fur, feathers, or leather. “Semua sepatu kubeli di Target dan Stella McCartney (terkenal dengan anti produk binatang). Natalie juga mempunyai brand sepatu vegan, Té Casan.

Tahun 2007, Natalie sempat membuat film dokumenter bersama Jack Hanna. berjudul Gorillas on the Brink. Dia memang sejak lama sudah peduli dengan masalah lingkungan, saat tergabung grup nyanyi dan tari lingkungan yang dikenal dengan World Patrol Kids. Natalie juga tergabung dengan gerakan One Voice.

Sebagai seorang aktris dan selebriti, Natalie cukup aktif dan sibuk. Tahun 2004 ikutan mendukung kampanye John Kerry dan gerakan anti kemiskinan. Ke Uganda, Guatemala, dan Ekuador sebagai Ambassador of Hope for FINCA International, sebuah organisasi yang mendukung peminjaman dana usaha untuk para perempuan yang memiliki bisnis di negara-negara miskin. Dalam sebuah interview, seorang host dari PBS dibuat terpesona oleh Natalie saat membahas microfinance. Fareed Zakaria, host tersebut berkata, “Biasanya saya nggak terlalu percaya dengan selebriti yang mendukung suatu gerakan. Pasti ada maksud promosi dibaliknya. Tapi Natalie beda. She really knew her stuff.”

Dalam mempromosikan microfinance, Natalie mengunjungi beberapa kampus terkenal di Amerika seperti Harvard, UCLA, UC Berkeley, Stanford, Princeton, New York University, dan Columbia, mengajak para mahasiswa untuk ikut gerakan Village Banking Campaign untuk membantu keluarga dan komunitas keluar dari kemiskinan.

2010, kegiatan aktivis Natalie dan kepopulerannya di antara para kaum muda membuat dia merebut penghargaan VH1’s Do Something Awards, yang didedikasikan untuk para individu who do good and is powered by Do Something, an organization that aims to empower, celebrate, and inspire young people.

Romantic Link

Tentang konsep afterlife, Natalie berkomentar: “I don't believe in that. I believe this is it, and I believe it's the best way to live.” Dia merasa lebih Yahudi saat di Israel dan ingin membesarkan anak-anaknya di daerah Yahudi. "A priority for me is definitely that I'd like to raise my kids Jewish, but the ultimate thing is to have someone who is a good person and who is a partner.”

Natalie pernah berhubungan dengan Gael García Bernal dan Jake Gyllenhaal, but she continues to keep her offscreen life relatively private. Dalam sebuah wawancara, Natalie menyebut Lukas Haas (aktor/musisi) dan Moby (musisi) para sahabatnya. Sempat berpacaran serius dengan penyanyi folk Devendra Banhart dan berakhir di tahun 2008. She began dating ballet dancer Benjamin Millepied in 2009. Mereka bertemu saat syuting Black Swan, dimana Millepied adalah koreografernya.

 

(Dari berbagai sumber. Image: SnapperImages)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading