Sukses

Entertainment

Imbas Tragedi Penembakan Massal Pada Karier Christian Bale & Ke$ha di Dunia Hiburan

Next

balet

Di tahun 2012 lalu ada dua insiden penembakan yang tak lepas dari dinamika dunia hiburan global. We should be grateful, insiden sejenis belum pernah (dan mudah-mudahan) nggak kejadian di Indonesia. well, seglamor apapun dunia hiburan, pelaku hiburan masih manusia.

As films, music, atau bentuk kreativitas apapun terinspirasi oleh polah manusia. Begitu juga kreasi seni mampu menjadi penyebab banyak hal lain. Budaya hippies di era flower generation banyak ditemani musik rock psychedelic dan subtansi adiktif. Generasi itu melahirkan banyak musisi fenomenal dan juga pengikut setia. Sebut saja The Beatles, Janis Joplin sampai Bob Marley. Intinya, semua berhubungan.

Lekat dalam ingatan, insiden penembakan yang lebih dikenal dengan ‘Aurora Shootings.’ Sebanyak 12 orang tewas dan 58 terluka saat James Eagan Holmes menembak secara membabi buta di tengah-tengah midnight screening “The Dark Knight Rises.”

Next

keskes

Insiden tersebut menyudutkan pemerintahan Amerika Serikat yang masih memiliki hukum yang longgar terhadap kepemilikan senjata api oleh warga sipil. Insiden itu juga menebar ketakutan di sana-sini. Ketakutan bahwa insiden serupa juga terjadi di bioskop-bioskop lain. Christian Bale kabarnya menyempatkan diri mendatangi Rumah Sakit tempat korban penembakan itu dirawat. Meski sempat terpengaruh oleh insiden itu, penghasilan “The Dark Knight Rises” tak tergoyahkan di Box Office.

Nggak lama setelah itu, terjadi insiden penembakan lain. Adam Lanza menembak dirinya sendiri, setelah membantai 26 orang (20 orang di antaranya adalah anak-anak usia 6 hingga 7 tahun) di Sekolah Dasar Sandy Hook, Newton, Connecticut, 14 Desember 2012 lalu. Kejadian itu dalam skala yang masif mempengaruhi bisnis hiburan.

Film “Parental Guidance” yang dibintangi oleh Billy Crystal terpaksa membatalkan premier dunianya karena penembakan ini. Beberapa tokoh utama di film itu adalah anak kecil. Acara sketsa komedi Saturday Night Live yang biasanya memulai program mereka dengan sketsa kocak, memulai episode setelah insiden Sandy Hook dengan paduan suara anak-anak menyanyikan ‘Silent Night.’

Bintang pop Ke$ha pun harus rela lagunya yang berjudul “Die Young” diboikot oleh beberapa stasiun radio. Judul lagu itu dianggap beberapa pihak melekatkan konotasi khusus pada insiden penembakan Sandy Hook. Hingga kini, sebagian besar anak kecil yang ada di lokasi kejadian saat insiden penembakan berlangsung kabarnya belum berani masuk sekolah lagi.

Next

cha

Jamie Fox, Michelle Williams, Jennifer Anniston, Kate Hudson, Beyonce, Jeremy Renner, Reese Witherspoon, Jessica Alba, Cameron Diaz, Courtney Cox, Selena Gomez, John Legend dan masih banyak selebriti Hollywood lainnya tampil di sebuah video social campaign untuk menghentikan kekerasan (juga tragedi) yang disebabkan oleh senjata api. Which is good, karena kampanye apapun yang melibatkan selebriti biasanya memiliki dampak pengaruh lebih dalam.

Di negeri sendiri tercatat 2 insiden yang diikuti dengan beberapa karya yang terinspirasi olehnya. Film “Arie Hanggara” di tahun 1985 terinspirasi dari sebuah kejadian nyata yang menyita perhatian publik Indonesia kala itu. Arie Hanggara yang berusia 8 tahun meninggal setelah disiksa tanpa henti oleh Ayah kandung dan perempuan yang menjadi teman dekatnya. Karena film ini, citra keluarga yang merupakan hasil perceraian semakin buruk. Belum lagi citra Ibu tiri yang juga makin ditakuti.

Lalu ada “Tragedi Bintaro,” sebuah film yang juga diangkat dari kisah nyata. Film ini dibuat dengan kisah kecelakaan kereta api di kawasan Bintaro tahun 1987 sebagai dasarnya. Film yang dibuat tahun 1989 itu mengingatkan penonton tentang buruknya kondisi transportasi nasional, terutama perkereta apian. Insiden itu juga mendapat sorotan media internasional kala itu. Nggak hanya film, insiden kecelakaan itu juga menginspirasi musisi Iwan Fals dan Ebiet G. Ade yang masing-masing membuat lagu dengan insiden kecelakaan fatal itu sebagai inspirasinya.

Work of art is the reflection of real life itself, sama halnya dengan cinema verite, di mana film adalah cerminan dari kejadian di kehidupan sebenarnya. Inspirasi takkan berhenti. Tapi lebih baik, saat sebuah karya seni tidak menginspirasi terjadinya sebuah tragedi. Saat tragedi jadi dasar lahirnya sebuah karya, mungkin lebih baik. Karena kita bisa belajar banyak dari itu.  

Loading