Sukses

Entertainment

Tawarkan Kenyamanan Transportasi Mewah dan (Relatif) Murah, Aplikasi Ini Dilarang

Next

uber

Mungkin hanya segelintir masyarakat Indonesia yang kenal dengan aplikasi ini. Dan harus diakui, tidak sedikit pula yang salah tangkap dengan aplikasi yang lahir di Negeri Paman Sam ini dan menyamakannya dengan aplikasi social media, Uber Twitter. Nggak heran sih mengingat namanya kedua aplikasi ini mirip.

Uber kali pertama diluncurkan pada tahun 2009 di San Francisco, Amerika Serikat. Bisnis yang bertujuan menyediakan jasa transportasi ini semakin berkembang hingga ke lebih dari 170 kota di berbagai negara, termasuk Jakarta saat ini. Uber merupakan satu aplikasi yang dibuat untuk menghubungkan antara pengguna kendaraan dengan sarana transportasi yang nyaman dan harga--yang relatif-- terjangkau, setidaknya itu yang disampaikan oleh Mike Brown Regional General Manager saat ditemui oleh FIMELA.com.

Lelaki yang berbasis di Singapura ini mengaku bahwa sejak Uber soft launch hingga resmi launching di Jakarta, sambutan masyarakat Jakarta sangatlah baik. Walaupun tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa fasilitas yang disediakan Uber hampir mirip dengan taksi, tapi Mike cukup tegas mengatakan bahwa Uber bukanlah taksi. Uber merupakan sebuah teknologi aplikasi yang membantu masyarakat untuk mendapatkan kendaraan yang nyaman dan aman dengan harga yang cukup terjangkau. Dengan kata lain, Uber menjadi “jembatan” antara penumpang dengan pihak rental mobil.

“Waktu belum resmi diluncurkan, saya pernah mencoba aplikasi ini dari bandara. Tapi, nggak dapat respon sama sekali. Mungkin memang belum menjangkau bandara kali ya,” ujar Eci berbagi pengalaman.

Mike mengaku memang armada Uber masih terbatas sehingga untuk sementara Uber hanya terpusat di Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta. “Kami harap masyarakat Jakarta cukup sabar karena kami juga sedang memperbaiki semuanya sehingga kami bisa melayani semua permintaan masyarakat Jakarta,” Mike memberi penjelasan.

Untuk menyediakan moda transportasi nyaman, Uber bekerja sama dengan beberapa rental mobil yang terpercaya dan memang biasa melayani perusahaan. “Jadi, untuk keamaan bisa dipercaya karena semua mitra yang kami pilih sudah teruji kredibilitasnya. Selain itu, setiap armada dilengkapi dengan GPS dan pengguna pun bisa mendapatkan info tentang supir secara detail ketika menggunakan Uber,” jelas Mike. Adalah mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang diharapkan akan berdampak pada berkurangnya kemacetan. FYI, Uber juga memiliki fitur yang memungkinkan kita untuk sharing cost dengan penumpang lain yang memiliki tujuan sama, lho.

 

tarif Uber...

 

Next

 

uberNamun sayang, ketika Uber tengah berbenah diri untuk memberikan pelayanan baik bagi masyarakat Jakarta, Pemprov Jakarta justru mengeluarkan larangan beroperasi pada Uber. Ahok, Gubernur DKI Jakarta yang menggantikan Jokowi, mengatakan bahwa ada beberapa hal yang membuat Pemprov DKI melarang Uber untuk beroperasi di Jakarta, salah satunya adalah ketiadaan kantor dan status hukum usaha serta belum didaftarkannya Uber sebagai salah satu moda transportasi umum di Jakarta. Inilah yang membuat Pemprov DKI Jakarta menilai Uber tak ubahnya adalah taksi gelap yang kerap lalu lalang di Ibukota. Buat kamu yang asing dengan istilah taksi gelap, taksi gelap adalah mobil pribadi yang disewakan kepada penumpang sebagai transportasi umum, Fimelova.

Menurut Ahok, tidak didaftarkannya Uber sebagai transportasi umum membuat pihak Uber bisa lepas dari tanggung jawab pajak sehingga tidak heran jika pelayanan high-class ini bisa memberikan harga murah kepada penumpang. Sedangkan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Akbar, seperti yang kami lansir dari tempo.co, menyatakan bahwa Pemda sedang memproses pelarangannya dan bahkan mengajukan untuk menutup situs serta aplikasi Uber. Pemerintah mengkhawatirkan Uber bisa mengancam keberadaan taksi-taksi resmi yang sudah beroperasi sejak dulu.

“Iya, saya sudah dengar soal taksi mewah itu. Katanya pakai armadanya mewah-mewah, tapi saya sendiri belum pernah lihat. Jujur, kalau saya tidak takut kehilangan penumpang dengan adanya taksi mewah itu. Pasti tetap ada lah penumpang untuk kami-kami ini (baca: taksi regular). Lagi juga, nggak semuanya bisa naik taksi mewah itu soalnya kan katanya harus punya kartu kredit,” Djumadi, seorang supir taksi yang mengaku sudah menjadi pengemudi taksi di Jakarta sejak tahun 80-an ini bercerita pada kami dalam sebuah kesempatan.

Hal senada pun datang dari Ratna, yang memang kerap menggunakan aplikasi ini sejak Uber diluncurkan di Jakarta. “Kayaknya ketakutan seperti itu hanya berasal dari segelintir orang saja. Lagipula, Uber ini kan bukan taksi, jadi rasanya taksi juga nggak perlu takut kehilangan penumpang. Terlebih lagi, buat menggunakan Uber, kita (calon penumpang) harus punya kartu kredit. Dan pastinya nggak semua punya kartu kredit kan?”

Hingga berita ini diturunkan, masih belum ada kejelasan dari pihak Pemda terkait pelarang an yang mereka keluarkan sekitar 1 minggu lalu ini. Namun, aplikasi Uber masih tetap bisa digunakan, walaupun saya akui, sepertinya sekarang armada yang tersedia sepertinya agak berkurang.

Bagaimanapun nanti hasil ke depannya, semoga permasalahan ini segera diselesaikan dengan win win solution sehingga tidak ada pihak tertentu yang merasa dirugikan.

 

Uber’s basic fare di Jakarta is Rp7.000,-  dengan Rp2.850,- / kilometer dan Rp500,-/ menit perjalanan.

 

 

*gambar: tanda terima yang akan didapat penumpang setelah selesai menggunakan Uber

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading