Sukses

Entertainment

Famestory Shakira Jasmine, Merasakan Sedih dan Bahagia Sekaligus

Fimela.com, Jakarta Naik turun kehidupan sudah pasti dilalui setiap orang, meski begitu tetap saja terkadang sakit atau sedihnya tak bisa diterima dengan mudah, begitu juga dengan Shakira Jasmine. Namun di usianya yang masih sangat muda, aktris dan penyanyi 20 tahun itu menyadari, saat dirinya menerima perasaan bahagia yang besar maka ia juga akan mendapatkan kesedihan yang tak jauh berbeda luasnya.

"Kebahagiaan itu ada waktunya, kesedihan itu juga ada waktunya. Jadi ketika kalian bahagia, seberapa banyak kalian bahagia, kalian akan bersedih sebegitu banyak juga," kata Shakira Jasmine saat berbincang dengan FIMELA.

Sadar akan datangnya sedih dan bahagia secara bergantian, pelantun Just a Crush Thing itu pun menghadapi dua hal tersebut sekadarnya dan menyiapkan diri akan kehadiran mereka yang beriringan. "Kamu boleh senang tapi kamu harus ingat (juga) semua akan sedih. Jadi, daripada aku bahagia terus jatuh banget, lebih baik aku bahagia terus sedih, terus bahagia lagi. Jangan tiba-tiba lagi bahagia terus, tiba-tiba jatuh."

Bicara tentang mencintai diri sendiri, pemilik nama Alifa Putri Shakira Jasmine ini juga selalu memprioritaskan diri sendiri juga jujur dalam menilai diri. Tak lain hal itu ia lakukan sebagai benteng, untuk melindungi dirinya dari perlakuan tidak menyenangkan orang lain.

"Aku segampang itu buat memprioritaskan diri sendiri. Di kondisi apa pun harus memperioritaskan diri agar kita enggak diinjak-injak. Jadi orang akan memperlakukan kamu tergantung bagaimana kamu memprioritaskan dirimu sendiri," tuturnya.

Lebih lanjut selain menomor satukan diri, Shakira juga sadar ia pun harus menerima kelebihan dan kekurangannya sebagai bentuk mencintai diri, termasuk menerima masa lalu.

"Self love is when you can accept who you are, who you really are. No matter where you come from, no matter what habit, no matter masa lalu lo, memaafkan diri lo," ujarnya dengan penuh semangat.

Selain bicara soal caranya menghadapi bahagia dan kesedihan, serta mencintai diri, bersama FIMELA, Shakira Jasmine juga bercerita tantang caranya mengatasi overthinking, fase kehidupan yang dilalui hingga kariernya sebagai penyanyi sekaligus aktris. Jangan lewatkan setiap detail perbincangannya dalam kutipan obrolan Shakira bersama FIMELA berikut ini.

Menulis Melerai Overthinking

Sebagian orang memiliki kecenderungan berpikir belebihan secara berulang atau overthinking dan ternyata Shakira Jasmine adalah salah satunya. Tak bisa dianggap remeh, overthinking pun bisa meningkatkan risiko penyakit mental.

Bicara tentang overthinking-nya, Shakira menyebut dirinya biasa melerai hal itu dengan mencurahkan pikiran melalui tulisan, dan menulis ternyata menjadi salah satu hal yang disukai aktris yang berencana menelurkan karya novel itu.

Perasaan apa yang kamu dapatkan saat atau setelah menulis?

Perasaannya lega sih, karena yang ada di benakku bisa dikeluarkan. Menulis juga termasuk bentuk healing buatku. Aku tuh overthinking banget, jadi menulis bisa mengurangi overthinking dan bikin kita bisa mengontrol apapun dengan cara kita menulis. Cara itu sangat bekerja untukku (mengurangi overthinking).

Yang menarik dari aktivitas menulis?

Kita bisa berimajinasi seluas-luasnya. Saat membaca dan menulis visual yang kita bayangkan akan berbeda. Kebayang enggak sih, kita manusia ada beberapa (tipe) tapi visualnya nggak sama. Jadi semua visualisasi sendiri, termasuk aku.

Saat ini media sosial sudah menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan dari kehidupan banyak orang, bagaimana dengan Shakira, seberapa penting media sosial untuk kamu?

Kalau untuk entertainer mungkin that important karena we make money from there. Kalau untuk killing time, menurutku penting enggak penting sih, tergantung menggunakannya. Kalau aku kurang (tidak sering) main handphone, (rasanya) lebih tenang jiwa dan pikiran, karena kalau lihat handphone (bukan media sosial kemudian) ada yang cantik jadi membandingkan dengan diri sendiri, hehe.

Tapi sebagai selebriti, kamu merasa harus tampil sempurna enggak?

Enggak juga sih, cuek saja. Orang akan ekspetasinya "Kok artis makan di sini?" kayak Pecel Lele, mau siapapun, kan bisa aja makan, namanya juga manusia. Aku tidak terganggu dengan komentar seperti itu, makan pecel lele (di pinggir jalan). Kenapa malu makan pecel lele? Enak, murah. Please humanize us, please humineze your idol.

Apakah kamu orang yang selalu mengutamakan diri sendiri?

I guess, ya, karena aku segampang itu buat memprioritaskan diri sendiri. Ada angin pun nggak peduli dan harus memperioritaskan seperti itu agar kita nggak diinjak-injak. Jadi orang akan memperlakukan apa ke kamu ya tergantung bagaimana kamu memprioritaskan dirimu sendiri.

Lalu bagaimana kamu mencintai diri sendiri?

Self love is when you can accept who you are, who you really are. No matter where you come from, no matter what habit, no matter masa lalu lo, memaafkan diri lo. Menerima apa adanya kekurangan, melihat diri kita sepenuhnya, kalau bukan kita yang cinta, siapa lagi.

Karier dan Kehidupan

10 tahun di dunia entertainment, apa hal paling berharga yang didapat?

It's respect people. Respect it's number one, why? Because setiap individu punya masalah sendiri. Aku ketemu banyak tipe orang, tipe teman, untuk survive di sini enggak gampang. Aku cuma mau jadi orang baik aja. Mereka sudah punya masalah sendiri, kita juga punya masalah sendiri. Kalau kita rude juga ke orang lain, it's not fair for everyone.

Bagaimaana naik turunnya karier sejah ini?

Waktu SD masih nyanyi biasa, belum mau terjun banget ke dunia ini. Kalau sekarang, aku lagi berenang sepuasnya. Jatuh bangun ada, tapi kita harus percaya sama diri sendiri dan percaya dengan plan yang Allah buat untuk kita, itu kayak di luar nalar. Kayak, aku tiba-tiba ada di New York Time Square aja, kayak HAH? Karena akal kita tidak sampai ke sana.

Apakah menjadi penyanyi adalah cita-cita sejak kecil?

Sebenarnya, aku ingin jadi arsitek, jadi astronot, terus ingin jadi pelukis, terus ingin juga jadi dokter waktu SD. Eh malah jadi penyanyi, but i like it!

Sejauh perjalanan hidup kamu sampai saat ini, di mana Shakira merasakan momen terendah?

Fase terendah itu saat ikut The Voice Kids kali ya, sama akhir-akhir ini lagi berat-berat sih. Aku yakin, kebahagiaan itu ada waktunya, kesedihan itu juga ada waktunya. Jadi ketika kalian bahagia, seberapa banyak kalian bahagia, (maka) kalian akan bersedih sebegitu banyak juga.

Kamu boleh senang, tapi kamu harus ingat semua akan sedih (juga). Jadi, daripada aku bahagia terus jatuh banget, lebih baik aku bahagia terus sedih, terus bahagia lagi. Jangan tiba-tiba lagi bahagia terus, tiba-tiba jatuh.

Apa yang membuatmu ingin jadi penyanyi?

Mungkin inspirasi dari orang tua. Trust a lot of things going all my life. I think what if we can make money and we can do hobbies at the same time. make it money, tapi kita tidak ada beban untuk melakukan itu, and i love to sing and i want to make money, so ya, this is me.

Nyangka enggak kalau lagu kamu jadi bagian hidup banyak orang?

No, never. I remember the first time i went to the studio to record my first song, sebelum di Musica. Never in my entire life. Membayangkan mungkin pernah, tapi untuk terjadi itu ternyata aku.. i don't know living my dream, so i am gratefull for that.

Jadi ekspetasimu waktu itu apa?

I wanna be singer, i wanna entertain people, i wanna make people happy, i wanna lift them up, be inspired, and it's happening now.

Dalam bayang kamu, 5 tahun ke depan Shakira Jasmine akan seperti apa?

Study, karier, sukses mungkin. Kalau bahas menikah, ya kalau udah ada jodohnya mah nikah saja, tapi sekarang sibuk karier dulu. Oiya, selain nyanyi dan akting, aku juga terjun ke bisnis. Ada bakmie milikku di Bandung namanya Rocky Noddle. Doain aja buka cabang di Jakarta.

Antara cinta dan karier, mana yang akan lebih kamu pilih saat ini?

Karier lah. Ngapain percintaan kalau belum-belum full sama diri sendiri. Lebih menyayangi orang lain daripada diri sendiri, itu sebuah kebodohan.

Sukses di usia muda, pesan Shakira Jasmine untuk sahabat FIMELA?

Percaya dengan fase kalian, di mana kalian berdiri akan jadi acuan kalian ke depannya. Misalnya kamu sekarang berdiri di atas kasur joget TikTok, mungkin itu akan jadi benefit untukmu.

Tapi kalau tidur dan malas-malasan, bagaimana itu bisa mengubahmu? Bangun, lakukan sesuatu, apapun itu, yang penting kalian berjuang. Keluarkan apa yang kamu suka, soal rezeki biar Allah yang urus. Semua sudah takdir.

Loading