Sukses

Entertainment

Dolly Parton Dimakamkan di Samping Suami, Ada Permintaan Khusus tentang Prosesi Pemakaman

Fimela.com, Jakarta - Ikon musik legendaris, Dolly Parton telah disemayamkan di tempat peristirahatan terakhirnya di Woodlawn Memorial Park and Mausoleum, Nashville, pada Jumat (28/8/2026).

Dilansir dari E! News, Senin (31/8/2026), prosesi pemakaman dilakukan secara tertutup, sesuai dengan keinginan mendiang yang meminta agar upacara tersebut hanya dihadiri oleh keluarga dekat.

Pihak keluarga juga mengimbau para penggemar yang mencintai mendiang untuk mencari cara lain dalam memberikan penghormatan terakhir bagi sang ikon.

Dolly Parton dimakamkan tepat di samping suaminya, Carl Dean, yang telah lebih dulu berpulang pada Maret 2025 lalu. Sepanjang hidupnya, pasangan ini dikenal memiliki hubungan pernikahan yang sangat harmonis dan langgeng, bertahan selama lebih dari enam dekade. 

Sekitar satu dekade sebelum kepergiannya, Dolly Parton ternyata telah memikirkan lagu-lagu yang ingin diperdengarkan pada upacara pemakamannya. Salah satu lagu yang dipilihnya adalah “If We Never Meet Again”, sebuah lagu gereja country-gospel klasik.

“Ini adalah lagu gereja country-gospel lama yang bercerita tentang jika kita tidak pernah bertemu lagi di dunia ini, aku akan menemuimu di pantai yang indah itu,” katanya kepada Entertainment Weekly pada tahun 2014 silam.

“Itu lagu favorit ayahku,” lanjutnya. “Kami menyanyikannya di pemakamannya, dan aku ingin lagu itu dinyanyikan di pemakamanku juga.”

Selain tembang tersebut, sang pemenang Grammy ini juga menyebutkan lagu miliknya yang paling ikonik, “I Will Always Love You”. Dolly bahkan yakin lagu tersebut akan dimainkan saat dirinya meninggal dunia.

Penghormatan Melalui Nama Bandara

Kabar duka ini juga memicu langkah besar dari pemerintah setempat untuk mengabadikan nama Dolly Parton. Gubernur Tennessee, Bill Lee, secara resmi mengumumkan rencana untuk mengganti nama Nashville International Airport menjadi nama sang penyanyi, menyusul kabar meninggalnya bintang musik country berusia 80 tahun tersebut akibat kanker.

Sebagai catatan, sejak Januari 2025 sudah muncul petisi daring yang meminta perubahan nama dilakukan, dan permintaan ini kembali menguat setelah kepergian Dolly Parton. Hingga Jumat malam, petisi tersebut telah berhasil mengumpulkan hampir 160.000 tanda tangan sebagai bentuk dukungan masyarakat.

“Kehidupan Dolly Parton yang luar biasa telah terpatri dalam negara bagian kita,” kata Lee.

Ia menilai pemberian nama tersebut sangat tepat mengingat posisi bandara sebagai gerbang utama Tennessee. “Di tempat Tennessee menyambut dunia, sungguh tepat jika Bandara Internasional Nashville menyandang nama sosok kebanggaan negara bagian kita, yang menyambut para pengunjung dengan warisan abadi berupa musik, kemurahan hati, iman, dan kebaikan Dolly,” tambah Lee.

Dedikasi Terakhir bagi Dunia Medis

Di balik sosoknya yang penuh talenta, Dolly Parton juga menunjukkan ketulusan luar biasa hingga akhir hayatnya. Sang adik, Stella Parton, membagikan sebuah kenangan yang menunjukkan dedikasi mendiang terhadap kemanusiaan.

Melalui unggahan pribadinya, Stella mengungkapkan bahwa Dolly sempat menyatakan kesediaannya untuk menjadi bahan uji coba obat eksperimental oleh tim medis.

Meski saat itu ia sudah tidak memiliki harapan untuk sembuh, keputusan tersebut diambil semata-mata demi membantu proses penyembuhan orang lain di masa depan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading