Sukses

Fashion

Menjaga Lingkungan Lewat Batik yang Sustainable

ringkasan

  • Sustainable Batik upaya dan inovasi dari para pengrajin batik untuk melakukan proses membatik ramah lingkungan
  • Sustainable Batik Day ini merupakan salah satu acara dalam memperingati Batik Nasional

Fimela.com, Jakarta Tren sustainable fashion kini memang sedang dikampanyekan oleh para desainer internasional dan nasional. Hal ini dikarenakan, sustainable fashion dapat mengurangi limbah dan sampah dari fashion itu sendiri.

Dengan kata lain, kita dapat berkontribusi menjaga lingkungan hidup. Melihat hal ini, Galeries Lafayette menggandeng brands batik ternama yaitu NES, Aruna, Galeri Batik Jawa, dan Jaga Wastra yang turut meluncurkan koleksi ragam busana yang di produksi secara sustainable.

Sustainable Batik sendiri merupakan upaya dan inovasi dari para pengrajin batik untuk melakukan proses membatik ramah lingkungan dengan mengurangi sampah organik dan non-organik dengan tidak membuang sisa-sisa hasil produksi, namun diolah menjadi hal-hal lain seperti aksesoris, tas, tatakan gelas maupun hal lainnya.

NES mengeluarkan seri Batik Baik yang tidak hanya melalui tahap produksi dan menggunakan materialdari bahan daur ulang dan ramah lingkungan seperti gunnysack, cardboard, plywood untuk membuatbatik stamp dan proses pewarnaan natural. Koleksi ini juga dikerjakan oleh para pengrajin lokal sehingga tidak hanya sustainable terhadap lingkungan hidup, namun juga terhadap masyarakat dan sumber daya manusia.

Brands aksesori yang juga terkenal akan sustainability culture-nya, Ella & Glo dan Jinjit Pottery, juga menampilkan ragam pemanis dalam trunk show kali ini. Seluruh koleksi yang ditampilkanmenggunakan bahan dan alat daur ulang dari barang yang sudah tidak digunakan sehingga meminimalisirlimbah. Dalam kesempatan kali ini, koleksi dari brands tersebut akan diperagakan oleh para perempuanIndonesia dari berbagai profesi.

"Sustainable fashion bukan hanya sebatas menggunakan pewarnaan alami, namun ada dalam satu lingkaran, mulai dari petani kapas hingga pakaian yang bisa digunakan terus menerus," ujar Helen Dewi Kirana, Desainer Label Nes, saat ditemui dalam Galeries Lafayette Sustainable Batik Day, di Jakarta beberapa waktu lalu.

 

Batik Day

Sustainable Batik Day ini merupakan salah satu acara dalam memperingati Batik Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Oktober. Masih dalam rangka merayakan Hari Batik Nasional, Galeries Lafayette juga menggandeng seniwati Wita Wilkes, yang merupakan seorang pelukis batik dan juga kolektor kain nusantara. Wita akan memamerkan beragam koleksi batik kuno dan busana tradisional yang akan menghiasi windows Galeries Lafayette dibulan Oktober.

Koleksi yang dipamerkan oleh Wita mengandung banyak arti dan makna dibalik sejarahnya. Dengan signature berupa soft tones dan goresan lembut dengan metode oil on canvas untuk lukisan dan resin untuk patung. Memiliki passion yang kuat untuk mengenalkan batik dan kisah dibaliknya, Wita mempersembahkan karya seni dengan persepektif yang unik. Karya Wita telah dipamerkan diberbagai tempat, baik secara nasional maupun internasional, dan dapat dinikmati oleh pengagum seni melalui windows Galeries Lafayette di bulan Oktober 2019.

"Banyak hal yang dapat di explore dari Batik, selain sebagai warisan budaya, batik juga berkembang menjadi suatu komoditas yang dicari dalam scene fashion modern. Seiring dengan perkembangan zaman, cara memproduksi batik juga dapat menggunakan metode zero waste sehingga berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam dan bumi. Untuk koleksi ini merupakan 100 persen karya pengerjin lokal,” ujar Arnolda Ratnawati.

 

#Growfearless with Fimela

Loading
Artikel Selanjutnya
Wujud Cinta untuk Negeri Lewat Batik
Artikel Selanjutnya
Intip 4 UKM Batik yang Ikut Melestarikan Warisan Budaya