Sukses

Fashion

Paris Fashion Week Ciptakan Alat untuk Mengukur Dampak Lingkungan dari Industri Fashion

Fimela.com, Jakarta Tak dapat kita pungkiri, industri fashion merupakan salah satu penyebab pencemaran terbesar kedua di dunia setelah industri minyak. Hal ini diperburuk dengan meningkatnya tren fast fashion sebagai salah satu penyebab rusaknya lingkungan.

Dalam hal ini, Paris Fashion Week bermaksud untuk memimpin tugas untuk lebih memahami dampak lingkungan dari peragaan busana melalui Fédération de la Haute Couture et de la Mode. Badan pengelola mode Prancis tersebut, memanfaatkan raksasa audit, akuntansi, dan konsultan Price water house Coopers untuk mengembangkan dua alat baru guna mengukur dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi dari banyak pertunjukan di Paris Fashion Week mendatang.

Nantinya, alat tersebut akan menunjukkan rekam jejak brand terhadap lingkungan hidup. “Paris adalah ibu kota mode dunia, dan dikatakan bahwa Paris adalah ibu kota mode digital dunia dengan pekan mode online. Ini tanggung jawab kami untuk mengembangkan alat yang diperlukan dalam hal keberlanjutan.” ujar Pascal Morand, presiden eksekutif Fédération de la Haute Couture et de la Mode, dikutip dari Vogue Business.

Terdapat 37 pemangku kepentingan, termasuk brand fashion ternama seperti Chanel, Hermes, kering, agensi model, dan venue yang juga berpartisipasi dalam proyek tersebut.

Menurut studi: ajang fashion show memiliki dampak lingkungan yang besar

Pekan mode di Paris serta New York, Milan, dan London telah diteliti karena dampak lingkungan yang besar dan kuat. Hal ini disebabkan secara tidak langsung pertunjukan tersebut mengundang editor, pembeli, model, dan bakat serta peserta lainnya untuk melakukan perjalanan ke seluruh dunia beberapa kali dalam ajang pekan mode tersebut.

Pertunjukan fashion show Saint Laurent 2019 yang dipentaskan di pantai Malibu juga memperoleh kritik karena melanggar peraturan lingkungan. Pandemi, yang memaksa penyelenggara mode untuk memperhitungkan tampilan digital, menawarkan industri kesempatan untuk memikirkan kembali pendekatannya terhadap ajang fashion week.

Penyelenggara Paris bermaksud agar alat PwC, meskipun bukan perbaikan semua, pada akhirnya menjadi sumber terbuka, memungkinkan transparansi yang seragam untuk dampak dan keberlanjutan di seluruh acara lainnya.

Sebelumnya, alat ini telah diuji coba pada Januari 2021. Namun baru akan secara resmi diluncurkan pada musim semi atau panas tahun 2022 yang dijadwalkan dari 27 September hingga 5 Oktober yang diharapkan dalam bentuk fisik dan digital. Rumah mode harus memenuhi 18 standar minimum dan mencetak poin yang diperlukan agar dapat berpartisipasi kembali dalam acara perhelatan fashion show.

#Elevate Women

Loading
Artikel Selanjutnya
Debut Ferrari Rilis Koleksi Fashion Ready to Wear yang Futuristik
Artikel Selanjutnya
Pesan Tersembunyi Dibalik Blazer ‘Love’ yang Dikenakan Jill Biden