Sukses

Fashion

Desainer Lokal Sudah Siap Go International?

Next

Jakarta Fashion Week (JFW) akan kembali digelar di sepanjang awal pekan November 2012, namun di ajang kali ini, JFW akan mengangkat tema yang sedikit berbeda. Tidak hanya sebatas pesta mode tahunan, JFW 2013 akan menonjolkan kualitas produk fashion lokal serta memberikan bimbingan mode kepada para desainer muda.

Di tahun ini JFW semakin matang dalam mempersiapkan para perancang muda untuk maju ke industri fashion internasional. Berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta British Council, JFW berhasil menggelar pioneer program ‘Fashion Bootcamp’ dengan mendatangkan para pakar fashion dari London yang tergabung dalam Center for Fashion Enterprise (CFE) untuk memberikan arahan mode dan bisnis bagi para perancang muda berbakat.

CFE dikenal sebagai lembaga inkubasi yang mendukung dan membina talenta desainer muda di seluruh dunia, juga tercatat sebagai penyelenggara London Fashion Week. Bersama 4 pakar dari CFE, Wendy Malem Direktur CFE, Angela Quaintrell pakar indsutri ritel, Toby Meadows konsultan mode langganan Christian Dior dan Sanjeev Davidson head of design Hackett, 8 desainer muda Indonesia diberikan bimbingan selama tiga hari berturut-turut untuk mempelajari fondasi bisnis dan strategi industri fashion.

Para peserta fashion bootcamp, Albert Yanuar, Ari Seputra (Major Minor), Barli Asmara, Carline Darjanto dan Ria Sarwono (Cotton Ink), Dian Pelangi, Imelda Kartini (Bretzel), Jeffry Tan, dan Yosafat Dwi Kurniawan mengaku sangat terbantu dengan adanya workshop ini, karena dapat memberikan masukan positif dan pandangan baru dari segi bisnis dan arahan mode.

 

Next

 

Ket Foto : 1. Imelda Kartini (Bretzel), 2. Arie Seputra (Major Minor), 3. Carline Darjanto dan Ria Sarwono (Cotton Ink), 4. Dian Pelangi, 5. Barli Asmara, 6. Yosafat Dwi Kurniawan, 7. Albert Yanuar, 8. Jeffry Tan

“Jangan menilai rendah hasil karya sendiri,” ungkap Albert Yanuar mengutip kata-kata Sanjeev. Salah satu hal yang dia pelajari dalam workshop ini, bahwa untuk mampu bersaing dalam industri global, para desainer harus memberikan hasil terbaik pada tiap karyanya serta tidak ragu memberikan nilai jual yang setara dengan pasaran internasional.

Si penulis buku ‘How to Set up & Run a Fashion Label’ sekaligus konsultan mode yang sukses, Tobey Meadow mengakui bahwa sebenarnya kualitas desain lokal kita sudah mampu bersaing di rana internasional, namun masih banyak yang harus diperbaiki baik dari sisi branding dan bisnisnya. Jadi, sampai akhir tahun ini dia dan para pakar CFE lainnya akan terus memberikan bimbingan kepada para desainer melalui Skype, email atau via telepon.

Lain dengan Albert, Barli Asmara yang sudah menggeluti dunia mode selama 10 tahun ini mengaku mendapatkan motivasi baru untuk makin memajukan bisnisnya dan mengenalkan desain Indonesia di panggung internasional. “Aku semakin percaya kalau desainer kita pasti bisa go international,” ungkapnya. Barli melihat potensi rancangan tanah air sebenarnya sudah dilirik oleh mancanegara, namun sistematis dan cara pemasarannya saja yang belum dikuasai dengan cermat.

Industri fashion tanah air memang memiliki keragaman dan ciri khas tersendiri, hal itu diakui oleh Wendy Malem, Direktur CFE, saat dia memberikan komentar untuk koleksi busana muslim Dian Pelangi. Menurut dia, dunia mode saat ini membutuhkan keragaman unik untuk ditonjolkan, yang sebenarnya sudah dimiliki pada desain-desain lokal kita.

Selama ini, kesulitan yang kerap dihadapi oleh para perancang untuk memasarkan produknya di mancanegara adalah kurangnya rasa percaya diri. “Para desainer muda sekarang ini suka merasa enggak pede dan takut gagal, padahal sebenarnya desain kita sudah mumpuni,” ungkap Arie Seputra.

Memang susah-susah gampang untuk menembus pasar internasional, menurut para pakar CFE, perancang harus tahu sasaran marketnya terlebih dahulu, jangan sampai sudah mengeluarkan banyak biaya untuk go international, tapi produk-produknya tidak laku. Seperti koleksi Jeffery Tan, Barli Asmara, Yosafat dan Albert Yanuar dinilai mampu melenggang cantik di catwlak Paris, Milan dan London. Berbeda dengan koleksi Major Minor, Bretzel, Cotton Ink dan Dian Pelangi yang ready to wear dan cocok dipasarkan di trade expo seperti Singapore, Paris dan Las Vegas.

Akhirnya untuk memotivasi dan menghargai kerja keras para perancang, JFW yang bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata Ekonomi Kreatif nantinya akan memberikan kesempatan bagi para desainer muda terbaik untuk dipersiapkan mengikuti ajang fashion bergengsi di UK, yaitu London Fashion Week!

So, siapa yang sudah tidak sabar melihat buah keseriusan dan hasil karya para desainer muda ini melenggang di pekan mode Jakarta? Yuk, kita terus beri dukungan dan semangat untuk industri fashion tanah air supaya makin berjaya dan siap melanjutkan perjalanannya di panggung internasional.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading