Sukses

Fashion

Diary Fimela: Berawal dari Mimpi, Komitmen Riri Jalani Profesi Lawyer dan Sebarkan Pesan Positif lewat Brand Fashionnya Sendiri

Fimela.com, Jakarta Sudah bukan rahasia lagi jika segala sesuatunya memang tidak mudah dan terasa menantang di masa pandemi ini. Banyak orang kehilangan pekerjaan, bahkan orang-orang yang masih memiliki pekerjaan, tidak jarang yang merasa frustasi karena pembatasan aktivitas berskala besar yang diberlakukan pemerintah saat ini.

Tapi, di tengah-tengah tantangan tersebut, banyak sosok yang juga bisa menjadi inspirasi bagi kita semua. Mereka tidak hanya bertahan, tapi juga mampu berkreasi menciptakan inovasi baru di tengah kondisi yang serba tidak pasti saat ini.

Salah satunya adalah Joana Maleriluah Brahmana yang akan menjadi sosok dalam Diary Fimela kali ini. Riri yang berprofesi sebagai lawyer ini bercerita kepada Tim FIMELA bagaimana dirinya memang telah sejak lama bermimpi untuk bisa menciptakan brand fashion miliknya sendiri.

"Aku ini kalau soal fashion, antusias, dari dulu. Jadi, memang jauh sebelum pandemi, sudah pengen buat brand fashion sendiri," cerita Riri.

Dinamai sesuai nama tengahnya, Malerie, brand fashion milik Riri benar-benar lahir di tengah pandemi. Melalui proses yang panjang dan diakui Riri, tidak mudah, akhirnya Malerie berhasil dirilis pada bulan April 2021 dengan koleksi pertama yang terdiri dari 13 model pakaian.

Awalnya, Riri ingin membuat lounge wear, konsep pakaian yang nyaman dikenakan saat banyak orang sekarang harus bekerja dari rumah. Namun, melihat brand-brand fashion lain yang juga melakukan hal yang sama, Riri mengubah konsepnya.

"Pakaian yang nyaman kan nggak harus lounge wear, jadi aku cari alternatif lain, yaitu pakai bahan linen."

 

 

 

Lewat Malerie, Riri ingin menyebarkan pesan tentang pentingnya memiliki citra diri yang positif

Linen kemudian menjadi dasar dari brand Malerie sendiri. Lewat proses riset yang panjang, Riri berhasil menemukan bahwa bahan linen ternyata tidak mudah rusak, nyaman digunakan karena breathable, dan merupakan pilihan yang lebih ramah lingkungan.

"Ibuku masih simpan pakaian linennya dari zaman dulu dan sampai sekarang pakaian itu nggak rusak sama sekali. Dari sinilah aku berharap Malerie bisa jadi destinasi buat orang-orang yang cari pakaian nyaman dari linen dengan desain yang elevated basic, dan pilihan yang sustainable."

Menariknya lagi, lewat Malerie, Riri ingin menyebarkan pesan tentang pentingnya memiliki citra diri yang positif. Semua pakaian di Malerie dihadirkan dalam ukuran all size, yang ditujukan untuk semua jenis tubuh dengan tagline "You are so much than just a size."

"Aku pengen orang yang beli Malerie ini paham bahwa Malerie ini investasi, investasi baju, kenapa? Karena Malerie akan selalu ada buat kamu di berbagai ukuran tubuhmu."

Bisa sampai di tahap ini juga bukan tanpa tantangan sama sekali. Kecintaan Riri pada dunia fashion tidak lantas membuatnya langsung berani melahirkan Malerie, terutama di tengah persaingan bisnis lokal yang saat ini semakin ketat.

"Sama Malerie ini, aku benar-benar pertama kali nyemplung ke bisnis fashion. Kalau dulu, cuma suka bikin seragam kondangan aja buat diri sendiri, atau desain buat keluarga, aku yang bikin, terus kasih ke penjahit. Awal, aku beli banyak banget buku soal bisnis fashion, lalu masuk ke proses trial and error yang lama banget, dari tahun 2020."

Profesi lawyer dan membangun bisnis fashion jadi dua hal yang saling mendukung dalam hidup Riri

Lantas, bagaimana dengan pekerjaan sebagai lawyer? Riri tidak memungkiri bahwa ia sangat menyukai keduanya, bekerja sebagai lawyer, juga memiliki brand fashionnya sendiri.

"Awalnya rumit ya, apalagi masalah ngatur waktu, tapi buatku, kerja kantoran itu nyaman, apalagi sebagai lawyer ya. Tapi, kalau Malerie ini impian, jadi rasa pencapaiannya beda. Yang jelas, saling mendukung secara finansial, karena kerja kantoran membantuku mengumpulkan modal untuk membangun Malerie."

Di kesempatan wawancara yang sama, Riri juga membocorkan teaser tentang koleksi Malerie yang akan datang. Koleksi berikutnya akan terdiri dari 5 set yang banyak bermain dengan twist, 1 item yang bisa digunakan dengan beberapa cara yang bisa kamu lihat di akun Instagram @dearmalerie.

Palet warna yang dihadirkan juga cukup menarik, yaitu cool tone. Inspirasi adalah warna-warna dari koleksi fall/winter dengan tujuan untuk mengajak pengguna Malerie merasakan sensasi berlibur.

Menurut Riri, kunci keberhasilan membangun bisnis adalah keberanian menghadapi tantangan dan komitmen

Bagi Riri, memulai bisnis, walaupun berawal dari sesuatu yang disukai, tetap harus memiliki persiapan yang matang dan sungguh-sungguh, apalagi jika segala sesuatunya dikerjakan sendiri, seperti yang Riri lakukan di Malerie. Malerie bagi Riri bukan sesuatu yang dilakukannya karena iseng atau sekedar side job.

"Untuk mulai, kumpulin modal dulu. Ini penting, biar ke depannya bisa menghargai prosesnya. Kumpulin pendapat dari berbagai kalangan. Lalu, kalau sudah yakin, lakuin aja dan harus berani komitmen. Jangan langsung drop kalau bisnis lagi lesu, karena bisnis naik turun itu ya memang bagian dari berbisnis, jadi tenang aja."

Dari Riri, kita belajar bahwa motivasi dan mindset yang positif sangat penting untuk menghadapi dan menjalani hari-hari penuh tantangan saat ini, agar tidak mudah menyerah.

"Ingat-ingat aja apa dan kenapa dulu kamu mau mulai ini," tutup Riri di akhir wawancara dengan FIMELA.

#Elevate Women

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Diary Fimela: Brand Lokal Monaetic Fashion Garap Konsep Mewah Tapi Tetap Terjangkau
Artikel Selanjutnya
Diary Fimela: It's Cleine, Brand Fashion Lokal yang Tawarkan Solusi Pakaian Sehari-hari dari Keresahan Perempuan