Sukses

Fashion

Diary Fimela: Cerita Membangun Bisnis Aksesoris Handmade Madebykwik

Fimela.com, Jakarta Berdirinya Madebykwik sejak Maret 2020, tentu menjadi awal yang sangat berbeda dengan beberapa bisnis lainnya karena di tengah pandemi, Janyfer Kwik yang baru saja kelar dari kegiatan magangnya langsung berniatan untuk membangun bisnis handmadenya ini. Berkuliah dengan jurusan fashion design dan memiliki ketertarikan akan dunia fashion sejak lama menjadi faktor lain yang mendorong Janyfer membangun Madebykwik.

Melihat banyaknya masyarakat yang hanya kurang menghargai perjuangan para penjahit atau pembuat baju dari suatu brand karena mungkin saja mereka hanya melihat kebagusan dan keindahan baju atau barang yang ingin dibeli tanpa berpikir usaha dan tenaga yang dikeluarkan orang-orang dibalik layarnya. Hal tersebut, menjadi salah satu alasan bagi Janyfer untuk lebih tertarik menjual barang-barang handmade.

Pemilihan nama Madebykwik berasal dari marga Janyfer yaitu Kwik. Walaupun aslinya Kwik tidak tertera pada seluruh identitas dirinya, tetapi Janyfer ingin ada penanda bahwa Madebykwik adalah bisnis milikinya, sedangkan untuk pemilihan produk sejauh ini, Janyfer memilih barang-barang handmade seperti aksesoris rambut atau baju yang dibuat langsung oleh dirinya. 

 

Produk Madebykwik

Mengawali bisnisnya sejak pandemi, membuat Janyfer memilih untuk memproduksi barang kecil terlebih dahulu seperti ikat rambut atau scrunchies dan aksesori rambut lainnya. Walaupun, sempat membuat baju, tetapi ia merasa belum berani untuk menjual dan memenuhi standar dijual bagi dirinya. Namun, seiring berjalannya waktu Janyfer terus beradaptasi dari menjahit menggunakan mesin menjadi merajut menggunakan benang dengan pola yang berbeda. 

Sampai akhirnya, pada tahun 2021-2022, Janyfer meluncurkan produk bajunya dengan fokus pada satu model, tetapi dapat diproduksi berulang. Pemilihan model dan pola juga dibuat oleh dirinya sendiri. Sampai akhirnya, sejauh ini Madebykwik telah menghasilkan 10 hingga 15 produk yang didominasi oleh produk kecil seperti headband, bandana, topi, dan aksesori rambut lainnya, sedangkan produk besarnya seperti baju hingga saat ini sudah mencapai 6 hingga 7 desain. Namun, dalam memesan produk Madebykwik bersifat pre order karena perlu waktu yang banyak dalam pembuatannya. 

Dengan modal yang berasal dari uang jajan bulanannya saat sekolah, ia kelola untuk membeli bahan seperti benang dan alat-alat yang dibutuhkan. Kini, Madebykwik berhasil menjual 10-20 buah barangnya dalam sebulan dengan produk yang paling laku adalah aksesoris rambut. Walaupun akhir-akhir ini, Janyfer mengalami penjualan yang konsisten, tetapi saat pandemi, ia juga sempat mengalami bulan tanpa orderan. 

Pemilihan warna yang colorful dan bersifat one of kind menjadikan ciri khas bagi Madebykwik. Selain itu, Madebykwik juga melayani custom atau request-an model seperti untuk diperbesar atau dengan warna tertentu karena keutamaannya Janyfer dalam melayani pembeli supaya benar-benar menyayangi dan memakai produknya.

 

 

Perbedaan Pasion Menjadikan Tantangan Bagi Janyfer Owner Madebykwik

“Jadi misalkan satu model baju aku bikinnya 5 stock, tapi semuanya gak ada yang sama modelnya aja yang sama biasanya warnanya aja yang pasti beda. Jadi kalau misalnya orang beli udah pasti dia ga ada yang sama dengan dia dan kalau misalkan gak ada yang cocok nih sama barang stock aku, mereka maunya custom kayak mau dibikinnya lebih besar, mau dibikinnya warna satu aja gitu, aku juga terima kalau order-order kayak gitu,” ujar Janyfer, Owner Madebykwik. 

Namun, tetap saja seperti pada bisnis umumnya, Janyfer juga memiliki tantangan tertentu dalam menjalani Madebykwik, salah satunya adalah bedanya pasion yang ia miliki dan ia jalani. Berasal dari lulusan fashion design membuatnya mengalami kesulitan ketika membangun bisnis, mulai dari cara mempromosikan di sosial media hingga menarik para pengguna sosial media untuk melihat produknya. 

“Jadi ketika aku bikin bisnis ini tuh kayak aku diperkenalkan dengan satu dunia lain. Kayak aku harus belajar marketing, harus belajar kayak ngelisting barang marketplace, bikin copywrite post dan segala macam. Menurut aku itu sih yang aku paling struggling selama ini kayak sampai sekarang tuh aku masih belajar kalau mau bikin-bikin kayak gitu tuh harus kayak gimana yang bisa engagement orang-orang kayak gaperlu beli kayak lihat aja itu kadang susah,” ujar Janyfer, Owner Madebykwik. 

Namun, Janyfer berharap ke depan dengan didirikannya bisnis Madebykwik dan bisnis handmade lainnya, semua orang dapat lebih mengapresiasi dan menyayangi barang handmad serta lebih memikirkan barang yang telah mereka beli seperti dengan merawatnya.

 

 

*Penulis: Fani Varensia

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading