Sukses

Fashion

Dari Kemewahan Klasik hingga Material Daur Ulang, Ini Highlight Fashion Show JFW 2027 Day 4

Fimela.com, Jakarta - Jakarta Fashion Week 2027 Day 4 menghadirkan beragam interpretasi fashion dari para desainer Indonesia. Dalam dua peragaan yang berlangsung pada Kamis (29/10/2026), Ingrid Husodo, Studio Vian, dan Ivan Gunawan membawa karakter koleksi yang berbeda ke atas runway. Mulai dari eksplorasi feminitas, dunia surealis, hingga kemewahan klasik, setiap koleksi memiliki cerita yang diterjemahkan melalui siluet, material, dan pilihan warna.

Dalam rangkaian Jakarta Fashion Week 2027, Ingrid Husodo mempersembahkan koleksi bertajuk Evermore yang mengangkat perjalanan feminitas lintas generasi serta hubungan kasih sayang antara ibu dan anak. Koleksi ini dibagi menjadi tiga babak, yaitu The Memory, The Bloom, dan Evermore. Nuansa emosionalnya terlihat melalui penggunaan tulle, organza transparan, kristal, dan mutiara. Palet warna hitam, champagne, ivory, sage, butter yellow, hingga pink lembut turut menggambarkan perjalanan dari kenangan menuju pertumbuhan.

Sementara itu, Studio Vian membawa penonton memasuki suasana antara mimpi dan kenyataan lewat koleksi Lucid. Permainan draperi mengalir, lipit rumit, volume sculptural, hingga detail train panjang menjadi daya tarik pada deretan busananya. Pilihan warna misty blue, ivory, dusty pink, dan muted green memperkuat kesan dreamy yang ingin ditampilkan.

Kedua koleksi tersebut memperlihatkan sisi romantis dengan pendekatan berbeda. Ingrid mengangkat cerita emosional lintas generasi, sedangkan Studio Vian mengeksplorasi keindahan dunia surealis melalui gerakan dan bentuk busana.

Koleksi ANTIQUE DESIRE Ivan Gunawan Makin Berkesan dengan Kehadiran Asila Maisa

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian pada Jakarta Fashion Week 2027 Day 4 datang dari Ivan Gunawan. Melalui koleksi bertajuk ANTIQUE DESIRE, desainer yang akrab disapa Igun ini mengeksplorasi kemewahan klasik Eropa yang terinspirasi dari interior megah dan busana aristokrat masa lampau.

Nuansa tersebut diterjemahkan melalui palet warna burgundy, emas antik, ivory, cokelat gelap, dan hitam. Permainan tekstur serta material bernuansa antik berpadu dengan proporsi modern, konstruksi tegas, dan siluet dramatis. Hasilnya adalah deretan busana yang memberikan kesan megah dengan sentuhan vintage yang tetap terasa relevan.

Namun, ada momen tak terduga yang membuat peragaan ini semakin menarik. Asila Maisa yang awalnya hadir sebagai tamu dan duduk di barisan depan tiba-tiba ikut berjalan di atas runway. Putri presenter Ramzi tersebut bergabung bersama para model dan langsung disambut sorak sorai penonton.

Asila tampil mengenakan setelan blazer dan rok rancangan Ivan Gunawan. Penampilannya juga dilengkapi sepasang anting oversized dengan gambar potret sang desainer yang menjadi aksesori statement. Kehadirannya secara spontan memberikan kejutan tersendiri di tengah peragaan.

Momen ini terasa semakin spesial karena kedekatan Asila dan Ivan Gunawan memang sudah terjalin sejak lama. Asila juga bukan pertama kalinya berjalan di runway rancangan Igun. Kali ini, kemunculannya kembali menjadi salah satu momen yang paling diingat dari peragaan ANTIQUE DESIRE.

Byo dan Jan Sober Eksplorasi Material serta Siluet di Runway

Beranjak dari kemewahan klasik, Jakarta Fashion Week 2027 Day 4 juga menghadirkan eksplorasi fashion yang lebih eksperimental melalui peragaan Redefine the Sky. Dua desainer, Byo dan Jan Sober, membawa pendekatan berbeda dalam menerjemahkan gagasan tentang perubahan melalui material dan bentuk busana.

Byo menarik perhatian lewat eksplorasi desain sirkular dengan memanfaatkan material yang sebelumnya dianggap sebagai sisa produksi. Sebanyak 15 tampilan busana siap pakai dihadirkan menggunakan limbah spanduk dan papan reklame berbahan vinil dari Jakarta, serta sisa plastik dari industri susu formula bayi. Material tersebut diolah menjadi tekstil menyerupai rantai dan ornamen seperti bulu yang membentuk siluet pahatan dengan karakter kuat.

Selain busana, salah satu detail menarik dari koleksi Byo adalah Echo Bag. Tas ini dibuat dari potongan kulit berkualitas tinggi yang tersisa dari produksi pelapis interior otomotif mewah Eropa. Potongan dengan bentuk tidak beraturan dirangkai menggunakan teknik konstruksi modular khas Byo sehingga menghasilkan aksesori dengan tampilan unik.

Sementara itu, Jan Sober menghadirkan koleksi Spring/Summer 2027 bertajuk The Shape of Becoming. Label ini tetap mempertahankan ciri khas struktur dan desain timeless, tetapi kali ini mengeksplorasi siluet yang lebih santai dan ekspresif. Koleksi pria tampil dengan potongan tailoring yang lebih ringan, sedangkan busana perempuan menghadirkan permainan volume dan material.

Detail pengerjaan tangan serta penggunaan warna-warna alami turut memperkuat karakter koleksi. Dua pendekatan ini menjadi penutup menarik untuk rangkaian fashion show Day 4, memperlihatkan bahwa kreativitas dalam fashion dapat berkembang melalui eksplorasi material maupun bentuk.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading