Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, pernah merasa hidup orang lain terlihat jauh lebih menyenangkan saat membuka media sosial? Ada yang membagikan momen liburan, pencapaian karier, hubungan romantis, hingga kehidupan sehari-hari yang tampak sempurna. Sementara itu, kita mungkin sedang menghadapi rutinitas biasa atau melewati hari yang tidak selalu menyenangkan. Tanpa disadari, kebiasaan melihat unggahan tersebut bisa memengaruhi cara kita menilai kebahagiaan sendiri.
Dilansir dari Psychology Today, orang cenderung membagikan sisi positif kehidupan mereka di media sosial. Hal ini membuat pengguna lebih mudah melakukan upward social comparison, yaitu membandingkan diri dengan orang lain yang dianggap lebih sukses, menarik, atau bahagia. Ketika terlalu fokus pada perbedaan tersebut, seseorang bisa merasa kehidupannya kurang baik dibandingkan apa yang dilihat di layar.
Padahal, unggahan di media sosial tidak selalu menggambarkan keseluruhan kehidupan seseorang. Foto liburan yang menyenangkan belum tentu memperlihatkan proses panjang di baliknya. Begitu juga unggahan tentang pencapaian yang tidak selalu menunjukkan tantangan yang harus dilewati. Apa yang kita lihat hanyalah momen yang dipilih untuk dibagikan, bukan seluruh cerita di baliknya.
Advertisement
Akibatnya, standar kebahagiaan bisa perlahan berubah. Kita mulai menganggap bahwa bahagia berarti memiliki pekerjaan bagus, sering bepergian, mempunyai hubungan romantis, atau mampu membeli barang tertentu. Padahal, setiap orang memiliki kebutuhan dan definisi kebahagiaan yang berbeda.
Advertisement
Mengapa Media Sosial Bisa Mengubah Cara Kita Memaknai Kebahagiaan?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389674/original/062830800_1793766998-medium-shot-smiley-women-with-phones.jpg)
Media sosial bukan hanya tempat untuk berkomunikasi dan mencari hiburan. Platform digital juga menjadi ruang untuk melihat kehidupan orang lain, mulai dari aktivitas sehari-hari hingga pencapaian besar. Jika tidak disadari, paparan konten semacam ini bisa memengaruhi ekspektasi kita terhadap kehidupan sendiri.
Ada beberapa hal yang membuat standar kebahagiaan terasa berbeda ketika terlalu sering melihat kehidupan orang lain di media sosial.
1. Terbiasa Melihat Kehidupan yang Terlihat Sempurna
Unggahan di media sosial sering kali menampilkan momen terbaik seseorang. Foto dengan pencahayaan bagus, perjalanan menyenangkan, atau pencapaian yang membanggakan membuat kehidupan terlihat selalu berjalan lancar. Ketika terlalu sering melihat konten seperti ini, kita bisa lupa bahwa setiap orang juga memiliki masalah dan hari-hari yang tidak berjalan sesuai harapan.
2. Merasa Tertinggal dari Pencapaian Orang Lain
Melihat teman mendapatkan pekerjaan baru, membeli rumah, atau menikah bisa memunculkan perasaan tertinggal. Kita kemudian merasa perlu mencapai hal serupa agar tidak dianggap kurang berhasil. Padahal, setiap orang memiliki perjalanan, prioritas, dan waktu yang berbeda. Pencapaian orang lain tidak seharusnya menjadi ukuran keberhasilan diri sendiri.
3. Mengaitkan Kebahagiaan dengan Pengakuan Orang Lain
Jumlah likes, komentar, dan respons terhadap unggahan terkadang ikut memengaruhi perasaan seseorang. Ketika sebuah momen mendapat banyak perhatian, kita mungkin merasa lebih dihargai. Sebaliknya, unggahan yang sepi respons bisa membuat kita mempertanyakan apakah momen tersebut cukup menarik atau membahagiakan.
4. Sulit Menikmati Momen yang Sedang Dijalani
Keinginan untuk mengabadikan setiap pengalaman bisa membuat kita lebih sibuk memikirkan bagaimana sebuah momen terlihat di media sosial. Akibatnya, perhatian justru teralihkan dari pengalaman yang sedang dinikmati secara langsung. Kita bisa terlalu fokus menghasilkan foto atau video yang menarik dibandingkan benar-benar hadir dalam momen tersebut.
Cara Menemukan Standar Kebahagiaan yang Lebih Sehat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389675/original/066420300_1793766998-Screenshot_2026-11-04_113505.jpg)
Menggunakan media sosial sebenarnya tidak selalu memberikan dampak negatif. Kita tetap bisa mendapatkan inspirasi, hiburan, dan menjalin hubungan dengan orang lain melalui platform digital. Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kita merespons konten yang dilihat dan memastikan media sosial tidak menjadi satu-satunya ukuran untuk menilai kehidupan.
Berikut beberapa cara sederhana yang bisa dicoba agar tidak mudah terjebak dalam standar kebahagiaan di dunia digital.
1. Kurangi Kebiasaan Membandingkan Diri
Saat melihat pencapaian orang lain, cobalah mengingat bahwa setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda. Tidak semua hal perlu dicapai pada waktu yang sama. Fokus pada perkembangan diri sendiri dan hargai setiap langkah kecil yang sudah berhasil dilewati.
2. Pilih Konten yang Memberikan Pengaruh Positif
Perhatikan akun yang diikuti setiap hari. Jika ada konten yang terus membuat kita merasa minder atau tidak cukup baik, tidak ada salahnya melakukan unfollow atau membatasi kemunculannya. Sebaliknya, ikuti akun yang memberikan inspirasi, informasi bermanfaat, dan suasana positif.
3. Nikmati Momen Tanpa Harus Selalu Diunggah
Tidak semua pengalaman perlu dibagikan ke media sosial. Sesekali, cobalah menikmati waktu bersama keluarga, teman, atau diri sendiri tanpa memikirkan foto dan video yang akan diunggah. Biarkan beberapa momen menjadi pengalaman pribadi yang cukup dinikmati saat itu juga.
4. Hargai Hal-Hal Kecil dalam Kehidupan
Kebahagiaan tidak selalu datang dari pencapaian besar. Menikmati makanan favorit, menyelesaikan pekerjaan, beristirahat setelah hari yang panjang, atau menghabiskan waktu bersama orang tersayang juga bisa menjadi sumber kebahagiaan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389673/original/077418200_1793766995-cheerful-athletic-young-women-taking-selfie-by-smartphone-grandstand.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389777/original/004521200_1793772025-korean-woman-doing-skincare.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389807/original/043021800_1793773542-pexels-alex-green-5699841.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388630/original/090356000_1793638161-WhatsApp_Image_2026-11-02_at_23.39.47.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336640/original/088314700_1788169542-young-working-woman-tired-work.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389681/original/069051800_1793767083-IMG_3117.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562886/original/096890400_1776842271-little-boy-playing-with-toys.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572813/original/016259900_1777870791-medium-shot-kid-with-tablet-plane_1_.jpg)
![Tidak sedikit anak yang tiba-tiba rewel, menangis, marah, atau bahkan mengalami meltdown saat berada di tempat wisata karena kelelahan itu. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/jxPB5TNH0nn8re8DCFOsQg_YQkw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7254711/original/003125400_1780040631-2149599412.jpg)
![Sahabat Fimela, yuk simak tips traveling dengan anak picky eater. [Dok/freepik.com/pvproductions]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/BOaSn6x3gTIoUHDPu2cZgnZ0Cqg=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7255394/original/047151500_1780041531-13552.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569544/original/098163400_1777445637-pexels-luisbecerrafotografo-35659780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569519/original/039377400_1777444700-pexels-steffan-wiliams-2148064025-30895054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262102/original/085770500_1781770997-pexels-sarah-chai-7262469.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388138/original/037499400_1793602310-young-woman-standing-park-green-bush-background.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388099/original/030101600_1793599833-IMG_3099.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384908/original/092174700_1793192022-finale.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673798/original/057009200_1782714868-IMG_1232.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501289/original/065172500_1770892932-medium-shot-woman-working-from-home.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441751/original/077518700_1765516997-medium-shot-woman-girl-playing-memory-game.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547486/original/041802400_1775460284-prostooleh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314373/original/019217700_1785744561-pexels-dmitry-rodionov-30680377.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354984/original/074492100_1790068177-pexels-pavel-danilyuk-7938005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496723/original/082498100_1688964288-sylwia-bartyzel-m7HrMJJ0bW0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383805/original/006884000_1793099058-147653.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389619/original/071817600_1793763682-site_1_image_870x_6aea90c8d9120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389502/original/078460400_1793747528-WhatsApp-Image-2026-11-03-at-15.17.56.jpeg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363079/original/021877500_1790839127-Kapolri_Jenderal_Listyo_Sigit_Prabowo_di_Istana_Negara.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389491/original/067967000_1793745126-cf13c227-a286-4c4f-9ebf-2e5c40ca5b0e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377217/original/093810700_1792414162-IMG_5831.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389614/original/080015600_1793763542-1D2A3784_rs.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389002/original/079217700_1793692672-cnc_2026_11_03_1793689152666285_PERFmmhA5J.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388998/original/044572700_1793692253-cnc_2026_11_03_1793689152666262_qlUZM5n1d1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388991/original/047969100_1793691965-cnc_2026_11_03_1793689152666239_sGeYKMxOhr.jpeg)