Sukses

FimelaHood

Jakarta Vegan Guide Buka Berbagai Kelas Online di Masa Pandemi Covid-19

Fimela.com, Jakarta Tak dapat dimungkiri bahwa di masa pandemi seperti ini, banyak rencana dan aktivitas terhenti karenanya. Tak terkecuali kegiatan-kegiatan yang telah dirancang oleh Jakarta Vegan Guide, salah satu komunitas gaya hidup vegan di Jakarta. Kendati demikian, Jakarta Vegan Guide tidak serta merta menghentikan rencana-rencana itu.

Bekerja sama dengan Mau Belajar Apa, platform edukasi non-akademis, Jakarta Vegan Guide membuat berbagai kelas berbasis online. "Untuk memfasilitasi hal tersebut, kami bekerja sama dengan Mau BelajarApa, salah satu platform edukasi untuk pembelajaran yang sifatnya non-akademis dengan membuat berbagai macam 'wokeshop' mengenai pola hidup sehat, nutrisi, plant-based cooking and baking, composting, edible gardening, dan 'wokeshop' seru lainnya," kata Revo Chandra, founder Jakarta Vegan Guide.

Di tengah pandemi ini, Jakarta Vegan Guide juga membangun Woke Community, sebuah perkumpulan bagi orang-orang yang sudah atau ingin ikut andil dalam menjalani pola hidup yang baik bagi tubuh. Tentunya, komunitas ini tidak hanya diperuntukan bagi pelaku gaya hidup vegan saja, melainkan terbuka bagi siapa saja.

"Woke Community adalah komunitas yang diperuntukkan bagi orang-orang yang sudah atau ingin ikut andil dalam menjalani pola hidup dengan memperhatikan segala aspek yang baik bagi tubuh mereka; baik makanan, pengetahuan, atau berbagai macam aktivitas yang juga biasanya memiliki dampak positif bagi lingkungan," jelas Revo. 

Wokeshop pertama yang berhasil diadakan adalah membuat nastar versi vegan pada Ramadan lalu bersama The Mindful Bakery. Sesuai dengan namanya, pembuatan nastar ini tidak menggunakan susu sapi, telur, dan bahan-bahan lain yang berasal dari hewan. Berikutnya, wokeshop cara membuat opor dan krecek vegan pada Minggu, 7 Juni 2020.

Tertarik untuk bergabung di kelas online Jakarta Vegan Guide? Langsung saja daftarkan dirimu di sini. Sebab, wokeshop bukan sekadar workshop. "It’s a workshop, but more woke, for the woke people," tandas Revo.

;
Loading