Sukses

FimelaMom

6 Hal yang Sering Dipendam Anak Remaja dan Perlu Didengar Orangtua

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, masa remaja merupakan salah satu fase paling kompleks dalam kehidupan seorang anak. Di usia ini, mereka mengalami banyak perubahan—baik secara fisik maupun emosional. Tidak jarang, remaja merasa kebingungan menghadapi emosi yang muncul, sementara di saat yang sama, mereka juga mulai mencari jati diri dan keinginan untuk lebih mandiri.

Sayangnya, tidak semua remaja bisa atau mau mengungkapkan isi hati mereka kepada orangtua. Bukan karena mereka tak peduli, tapi sering kali karena takut disalahpahami, dianggap berlebihan, atau merasa tidak didengarkan. Dalam hal ini, tak hanya sebagai pengarah, orangtua juga berperan sebagai pendengar yang baik.

Dalam artikel yang dilansir dari drlisadamour.com berikut ini, Fimela akan merangkum beberapa hal yang sering dipendam anak remaja pada orangtuanya.

1. Perasaan Mereka Valid, Meskipun Terkadang Tidak Masuk Akal

Anak remaja sering merasa bahwa perasaan mereka tidak dianggap serius oleh orang dewasa. Ketika mereka sedang marah, cemas, atau sedih, respons orangtua yang meremehkan seperti “Ah, itu cuma fase” bisa membuat mereka merasa diabaikan. Untuk itu, orangtua perlu memberi ruang agar anak remaja bisa mengekspresikan perasaannya tanpa takut dihakimi, meskipun perasaan itu tampak berlebihan atau tidak logis di mata orang dewasa.

2. Mereka Menginginkan Kemandirian, Namun Masih Membutuhkan Dukungan

Di usia remaja, kebutuhan untuk merasa mandiri semakin kuat. Mereka ingin membuat keputusan sendiri, menjalani tanggung jawab, dan menentukan arah hidup mereka. Namun, di balik keinginan tersebut, mereka tetap membutuhkan dukungan emosional dan kehadiran orangtua. Mereka hanya ingin diberi tahu dengan cara yang tidak terkesan menggurui.

3. Mereka Mendengarkan, Meskipun Tidak Selalu Menunjukkannya

Meski anak remaja sering kali tampak menolak nasihat atau terlihat tidak mendengarkan saat diajak bicara, namun sebenarnya mereka menyerap banyak hal yang dikatakan orangtua. Mereka hanya tidak selalu langsung menunjukkan reaksi atau mengikuti arahan saat itu juga, melainkan menjadikan setiap nasihat orangtua sebagai bahan pertimbangan keputusan mereka di kemudian hari.

4. Mereka Ingin Dihargai dan Diperlakukan dengan Hormat

Anak remaja sangat peka terhadap cara mereka diperlakukan. Mereka ingin dilihat sebagai individu yang setara dan dihargai pendapatnya, bukan sekadar “anak kecil” yang harus menurut. Ketika orangtua mau mendengarkan tanpa menyela, memberikan pilihan, dan bersikap terbuka terhadap perbedaan pandangan, mereka akan merasa lebih dihormati dan dihargai.

5. Mereka Mengalami Stres dan Tekanan yang Tidak Selalu Terlihat

Tekanan akademik, ekspektasi sosial, drama pertemanan, hingga perbandingan di media sosial membuat remaja sering merasa stres. Tapi tidak semua remaja tahu cara mengungkapkan tekanan itu. Banyak dari mereka memilih untuk diam atau terlihat “baik-baik saja”. Dalam hal ini, orangtua perlu peka terhadap perubahan emosi dan perilaku anak, serta menciptakan ruang yang aman untuk mereka bercerita tanpa takut disalahkan. 

6. Mereka Menginginkan Hubungan yang Dekat dengan Orangtua

Meski tampak ingin menjauh atau lebih suka bersama teman, sebenarnya anak remaja tetap ingin dekat dengan orangtua. Mereka hanya ingin hubungan yang terasa nyaman dan tidak penuh tuntutan atau kritik. Quality time dengan obrolan santai akan membuat mereka lebih merasa dicintai.

 

Sahabat Fimela, mulai saat ini, yuk kita dengarkan semua keluhan dan curhatan anak remaja kita, agar mereka merasa lebih dicintai dan dihargai. Semoga bermanfaat!

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading