Sukses

Health

Mitos atau Fakta: GERD Hanya Dialami Orang Tua? Kenali Faktanya!

ringkasan

  • GERD dapat memengaruhi semua kelompok usia, termasuk anak-anak dan remaja.
  • Peningkatan prevalensi GERD terlihat pada populasi muda, terutama usia 30-39 tahun.
  • Meskipun umum pada orang tua, gejala GERD pada lansia seringkali atipikal dan lebih parah.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, banyak yang beranggapan bahwa penyakit refluks gastroesofageal (GERD) hanya dialami oleh orang tua. Namun, apakah ini benar? Mari kita telusuri lebih dalam mengenai mitos ini dan fakta-fakta yang menyertainya.

GERD adalah kondisi yang dapat memengaruhi individu dari segala usia, termasuk bayi, anak-anak, remaja, dan dewasa muda. Meskipun sering diasosiasikan dengan orang tua, data menunjukkan bahwa prevalensi GERD juga meningkat di kalangan populasi muda. Mari kita lihat lebih lanjut tentang siapa saja yang berisiko mengalami GERD.

Menurut berbagai penelitian, GERD tidak mengenal batas usia. Bahkan, anak-anak dan remaja juga dapat mengalami kondisi ini. Dengan meningkatnya angka obesitas dan pola makan yang tidak sehat, risiko GERD pada kelompok usia muda semakin tinggi.

1. GERD Mempengaruhi Semua Kelompok Usia

Faktanya, GERD dapat memengaruhi semua kelompok usia dan demografi. Dari bayi hingga dewasa muda, semua orang berisiko mengalami kondisi ini. Menurut Northway Clinic, banyak orang yang menganggap GERD hanya dialami oleh orang tua, namun kenyataannya, kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja.

Obesitas, kehamilan, dan beberapa jenis obat adalah faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami GERD. Meskipun GERD sering dianggap sebagai penyakit orang paruh baya, semakin banyak orang muda yang mengalami gejala akibat gaya hidup yang tidak sehat.

2. GERD pada Anak-anak dan Remaja

Anak-anak juga dapat mengembangkan GERD. Menurut National Institutes of Health, anak-anak yang kelebihan berat badan atau memiliki kondisi kesehatan tertentu lebih rentan terhadap GERD. Pada bayi, refluks gastroesofageal (GER) sering kali bersifat fisiologis dan normal, tetapi GERD adalah bentuk yang lebih serius dan berkepanjangan.

Gejala GERD pada anak-anak bervariasi berdasarkan usia. Balita dan anak kecil cenderung menunjukkan penolakan makanan, regurgitasi, dan nyeri perut. Sementara itu, anak-anak yang lebih besar sering mengalami regurgitasi, muntah, batuk, dan nyeri epigastrium. Studi menunjukkan bahwa prevalensi GERD pada mereka yang berusia di bawah 20 tahun mencapai 4,4%.

3. Peningkatan Prevalensi pada Populasi Muda

Dalam dekade terakhir, terjadi peningkatan signifikan dalam proporsi pasien muda dengan GERD. Sebuah studi tahun 2018 menunjukkan bahwa kelompok usia 30–39 tahun mengalami peningkatan kasus GERD. Peneliti berspekulasi bahwa gaya hidup yang ketat dan tingginya tingkat stres di kalangan generasi muda berkontribusi terhadap gejala GERD.

Data dari tahun 2019 menunjukkan bahwa jumlah kasus GERD memuncak pada kelompok usia 30–34 tahun, baik pada pria maupun wanita. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun GERD umum di kalangan orang tua, populasi muda juga tidak kebal terhadap kondisi ini.

4. GERD pada Orang Tua

Walaupun GERD dapat terjadi pada semua usia, kondisi ini lebih umum pada populasi lansia. Namun, presentasi gejala GERD pada lansia seringkali berbeda dari pasien yang lebih muda. Banyak lansia yang mengalami gejala atipikal, yang dapat menyebabkan diagnosis terlewatkan.

Pasien lansia lebih mungkin mengalami komplikasi serius akibat GERD, seperti esofagitis erosif dan striktur esofagus. Meskipun mereka mungkin menunjukkan lebih sedikit gejala, kondisi mereka sering kali lebih parah dan memerlukan terapi yang lebih agresif.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading