Sukses

Health

Apakah GERD Bisa Sembuh Total? Ini Penjelasan Medisnya

ringkasan

  • GERD dapat mencapai remisi total dengan perubahan gaya hidup dan pengobatan.
  • Gejala yang hilang tidak berarti refluks telah berhenti, sehingga pengawasan tetap diperlukan.
  • Pembedahan adalah pilihan terakhir jika pengobatan tidak cukup untuk mengelola gejala.

Fimela.com, Jakarta - Apakah kamu pernah mendengar tentang GERD? GERD, atau Gastroesophageal Reflux Disease, adalah gangguan pencernaan yang sering dialami banyak orang. Penyakit ini terjadi ketika asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan, menyebabkan berbagai gejala yang tidak nyaman. Pertanyaannya, apakah GERD bisa sembuh total? Mari kita bahas lebih dalam mengenai hal ini.

GERD adalah kondisi kronis yang memerlukan perhatian medis. Meskipun ada kemungkinan untuk mencapai remisi total, pengelolaan jangka panjang tetap diperlukan. Dalam beberapa kasus, perubahan gaya hidup, pengobatan, dan intervensi bedah bisa menjadi solusi. Namun, penting untuk diingat bahwa GERD tidak akan hilang dengan sendirinya.

Menurut Dr. Michal Hubka, seorang ahli bedah torako-esofagus, meskipun gejala bisa mereda, refluks tetap ada dan bisa berbahaya. Mari kita lihat lebih lanjut mengenai potensi kesembuhan dan pendekatan pengobatan yang dapat diambil.

Definisi dan Sifat GERD

GERD adalah gangguan pencernaan kronis yang ditandai dengan aliran asam lambung ke kerongkongan. Ini terjadi ketika sfingter esofagus bagian bawah (LES) tidak berfungsi dengan baik. Jika tidak diobati, GERD dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:

  • Peradangan pada kerongkongan
  • Ulkus lambung
  • Striktur esofagus
  • Peningkatan risiko kanker esofagus

Apakah GERD Bisa Sembuh Total?

Ya, GERD dapat disembuhkan secara permanen, tetapi memerlukan kepatuhan terhadap rencana perawatan dan perubahan gaya hidup. Konsep remisi lengkap mengacu pada tidak adanya esofagitis dan gejala yang mengganggu. Namun, meskipun gejala hilang, ini bukan solusi sekali jalan. Kambuh masih mungkin terjadi jika pengobatan dihentikan.

Dr. Hubka menekankan bahwa GERD tidak akan hilang dengan sendirinya, terutama jika terkait dengan hernia hiatus. Gejala yang menghilang tidak berarti refluks telah berhenti, sehingga penting untuk tetap waspada.

Pendekatan Pengobatan untuk Mencapai Remisi

Pengobatan GERD biasanya dimulai dengan modifikasi gaya hidup dan obat-obatan. Berikut adalah pendekatan yang umum dilakukan:

1. Modifikasi Gaya Hidup

Modifikasi gaya hidup adalah langkah pertama yang direkomendasikan. Beberapa perubahan yang dapat dilakukan meliputi:

  • Penurunan berat badan untuk mengurangi gejala
  • Perubahan pola makan dengan menghindari makanan pemicu seperti makanan pedas, berlemak, dan alkohol
  • Menerapkan kebiasaan makan yang baik, seperti tidak makan sebelum tidur dan mengangkat kepala tempat tidur

2. Obat-obatan

Obat penurun asam, seperti antasida dan proton pump inhibitors (PPIs), sering digunakan untuk mengelola GERD. PPIs menawarkan penekanan asam yang efektif, tetapi tidak memengaruhi komponen non-asam dari refluks.

3. Pembedahan dan Prosedur Lainnya

Pembedahan menjadi pilihan terakhir jika perubahan gaya hidup dan obat-obatan tidak cukup. Beberapa prosedur yang mungkin dilakukan adalah:

  • Fundoplikasi, yang mengencangkan otot sfingter esofagus
  • LINX Reflux Management System, menggunakan cincin magnetik untuk mencegah refluks
  • Transoral Incisionless Fundoplication (TIF), prosedur tanpa sayatan untuk mengencangkan sfingter

Meskipun pembedahan dapat meningkatkan kualitas hidup, tidak selalu menghilangkan kebutuhan akan obat-obatan. Diskusikan risiko dan manfaatnya dengan dokter untuk menentukan rencana perawatan terbaik.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading