Sukses

FimelaMom

Anak Susah Diatur? Ikuti 8 Strategi Disiplin Positif Ini yang Terbukti Efektif

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, mendisiplinkan anak memang menjadi tantangan tersendiri bagi para orangtua. Di satu sisi, kita ingin anak belajar bertanggung jawab dan mengikuti aturan, tapi di sisi lain, kita juga ingin tetap menjaga hubungan yang hangat dan penuh kasih sayang. Namun, terkadang kita justru terpancing emosi hingga meluapkannya dengan teriakan, ancaman, atau hukuman. Padahal, cara-cara tersebut tidak akan memberi efek jangka panjang yang positif bagi tumbuh kembang anak. 

Disiplin bukan soal menghukum, melainkan soal mengarahkan. Itulah dasar dari positive discipline atau disiplin positif—sebuah pendekatan parenting yang menekankan pentingnya kasih sayang sekaligus ketegasan. Dengan pendekatan ini, anak tidak hanya diajarkan mana yang benar dan salah, tetapi juga diajak memahami alasannya, belajar mengelola emosi, dan membangun rasa tanggung jawab dari dalam dirinya sendiri.

Untuk itu, dilansir dari unicef.org, berikut adalah delapan tips mendisiplinkan anak dengan pola asuh yang jauh lebih positif.

1. Ciptakan Lingkungan yang Aman

Sahabat Fimela, anak biasanya belajar lewat eksplorasi. Maka dari itu, pastikan rumah sudah ramah anak—dalam artian menyingkirkan benda tajam atau rapuh, menutup colokan listrik, dan memastikan area bermain cukup luas. Saat anak merasa aman dan bebas bereksplorasi, mereka jadi lebih tenang dan percaya diri, sehingga potensi konflik atau larangan pun berkurang.

2. Bangun Rutinitas Harian yang Konsisten

Anak-anak menyukai keteraturan karena membantu mereka merasa lebih “terkendali”. Jadwal harian yang konsisten—seperti waktu makan, mandi, belajar, dan tidur—membantu anak menyesuaikan perilaku sesuai waktu dan situasi. Rutinitas juga bisa mengurangi risiko tantrum karena anak tahu apa yang diharapkan dari mereka sepanjang hari.

3. Sampaikan Harapan Perilaku dengan Jelas

Jangan mengasumsikan anak tahu apa yang kita maksud. Oleh karena itu, sampaikan dengan bahasa yang sederhana dan positif, seperti “Tolong bicara pelan ya” alih-alih “Jangan teriak-teriak!”. 

Buat aturan keluarga yang jelas dan bisa diulang-ulang, misalnya, “Kita bertanggung jawab atas barang kita sendiri, ya”. Dengan begitu, anak akan lebih mudah mematuhi aturan jika mereka tahu alasannya dan melihat orangtua mencontohkannya.

4. Bangun Koneksi Lewat Waktu Berkualitas

Semakin anak merasa dicintai dan didengar, semakin kecil juga kemungkinan mereka mencari perhatian lewat perilaku negatif. Untuk itu, luangkanlah waktu untuk bermain, mengobrol, atau sekadar membaca buku bersama setiap hari—walau hanya 10–15 menit. Saat anak merasa “terisi” secara emosional, mereka lebih kooperatif dan cenderung mengikuti arahan.

5. Tegas Tapi Penuh Kasih

Mengasuh anak dengan disiplin positif bukan berarti membiarkan semuanya bebas. Anak tetap perlu batasan, tapi disampaikan dengan nada tenang dan sikap penuh empati. 

Misalnya, saat anak melempar mainan, kamu bisa berkata, “Ibu tahu kamu kesal, tapi mainan tidak untuk dilempar. Yuk, kita cari cara lain untuk mengungkapkan marahmu.” Sikap ini mengajarkan anak bahwa emosi itu valid, tapi harus disalurkan dengan cara yang tepat.

6. Arahkan Perilaku Negatif ke Arah yang Lebih Baik

Alihkan perilaku negatif ke sesuatu yang positif. Misalnya, jika anak memukul saat marah, tawarkan alternatif seperti, “Kamu bisa tepuk bantal atau gambar wajah marahmu di kertas, yuk!” Teknik ini menghindari fokus pada kesalahan dan mengajak anak belajar cara bereaksi yang lebih baik.

7. Tenangkan Diri Sebelum Bertindak

Mendisiplinkan anak saat kita sedang marah bisa jadi bumerang. Anak lebih menangkap nada dan ekspresi wajah daripada isi kata-kata. Ambil napas, hitung sampai sepuluh, atau istirahat sejenak sebelum memberi respon. Saat situasi sudah tenang, barulah ajak anak bicara dan evaluasi bersama.

8. Apresiasi Perilaku Positif Secara Spesifik

Pujian yang tepat bisa memperkuat perilaku baik. Daripada hanya bilang “Hebat!”, coba ucapkan “Terima kasih sudah mencuci tangan sebelum makan, itu tanda kamu peduli dengan kesehatan.” Pujian yang konkret membantu anak tahu apa yang harus diulang.

 

Sahabat Fimela, mulai sekarang, yuk, coba untuk mendisiplinkan anak dengan cara yang jauh lebih positif—agar anak & orangtua bisa sama-sama senang tanpa harus drama.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading