Sukses

FimelaMom

12 Cara Membangun Inisiatif pada Anak agar Lebih Mandiri, Orangtua Perlu Tahu

Fimela.com, Jakarta Membesarkan anak tidak hanya tentang memastikan mereka tumbuh sehat dan bahagia. Orangtua juga perlu membekali mereka dengan keterampilan hidup yang akan sangat bermanfaat di masa depan. Salah satunya adalah kemampuan mengambil inisiatif. Anak yang terbiasa berinisiatif akan lebih mandiri, tanggap, dan mampu mengatasi masalah dengan usahanya sendiri.

Banyak orangtua merasa frustrasi ketika anak sulit melakukan sesuatu tanpa disuruh lebih dulu. Dari hal sederhana seperti membereskan mainan, mengerjakan PR, hingga membantu pekerjaan rumah, sebagian besar masih menunggu instruksi. Padahal, membangun inisiatif sejak kecil dapat melatih tanggung jawab sekaligus mengembangkan kemampuan problem solving.

Dilansir dari Think Psych, inisiatif pada anak berhubungan erat dengan rasa percaya diri, empati, hingga keberanian mengambil keputusan. Agar anak tidak selalu bergantung pada orangtua, berikut 12 cara membangun inisiatif yang bisa mulai diterapkan di rumah.

1. Jangan Cepat-cepat Menyelamatkan Anak dari Kebosanan

Ketika anak mengatakan bosan, berikan kesempatan untuk mencari jalan keluar sendiri. Ajak ia memikirkan aktivitas apa yang bisa dilakukan. Jika masih bingung, buat jar berisi ide permainan atau kegiatan sederhana. Cara ini membantu anak berlatih kreatif sekaligus mandiri.

2. Tunjukkan Cara Menyelesaikan Tugas Sehari-hari

Anak sering tidak berinisiatif karena belum tahu langkahnya. Misalnya saat menyiapkan camilan atau merapikan kamar. Tunjukkan caranya, kemudian biarkan ia mencoba sendiri. Dengan begitu anak punya bekal keterampilan untuk bertindak tanpa menunggu bantuan.

3. Beri Waktu dan Ruang untuk Belajar

Melatih inisiatif membutuhkan proses. Hindari mengambil alih tugas hanya karena ingin lebih cepat selesai. Beri anak waktu agar ia bisa mencoba sendiri dan tidak merasa tertekan.

4. Tanamkan Pola Pikir Bertumbuh

Ajarkan bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya. Anak perlu memahami bahwa setiap usaha bisa menjadi lebih baik jika terus berlatih. Dengan pola pikir bertumbuh, ia akan lebih berani mencoba hal baru tanpa takut salah.

5. Ajarkan Anak Menghadapi Hambatan

Ketika menemui kesulitan, anak bisa merasa ingin menyerah. Ajarkan cara sederhana untuk menghadapinya, seperti istirahat sebentar, menarik napas dalam, atau bercerita pada orangtua. Dengan mekanisme koping ini, anak belajar mencari solusi daripada berhenti.

6. Bangun Rasa Percaya Diri

Rasa takut gagal sering membuat anak ragu untuk berinisiatif. Karena itu, penting memberi apresiasi pada usaha yang ia lakukan. Pujian tulus akan membuat anak lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan berikutnya.

7. Latih dengan PR dan Pekerjaan Rumah

PR dan pekerjaan rumah adalah kesempatan nyata untuk melatih inisiatif. Alih-alih memerintah, ajukan pertanyaan seperti kapan ia berencana mengerjakan PR atau bagaimana ia akan menyelesaikan tugas rumah. Biarkan anak belajar mengatur waktu dan bertanggung jawab atas pilihannya.

8. Libatkan Anak dalam Aktivitas Orangtua

Melibatkan anak dalam kegiatan sehari-hari membantu mereka belajar dari contoh nyata. Ajak ia ikut berbelanja, menata meja makan, atau membersihkan rumah. Anak akan terbiasa mengambil peran sekaligus merasa lebih dihargai.

9. Dorong Anak Keluar dari Zona Nyaman

Ajak anak mencoba pengalaman baru. Bisa lewat kegiatan ekstrakurikuler, jalan-jalan ke tempat berbeda, atau aktivitas sederhana yang belum pernah dilakukan. Semakin sering ia berani mencoba, semakin besar rasa percaya diri dan inisiatif yang berkembang.

10. Gunakan Insentif dengan Bijak

Sesekali memberikan insentif bisa menjadi motivasi tambahan. Namun, hindari membuat anak hanya mau bertindak jika ada hadiah. Pujian dan dukungan verbal justru terbukti lebih efektif dalam jangka panjang.

11. Jadilah Contoh Nyata

Anak belajar dari apa yang mereka lihat. Tunjukkan inisiatif dalam kehidupan sehari-hari, misalnya langsung membereskan cucian piring yang menumpuk. Dengan mencontohkan, anak akan meniru kebiasaan positif tersebut.

12. Ingat Bahwa Ini Proses Panjang

Membangun inisiatif bukan hal yang instan. Anak membutuhkan latihan, dorongan, dan bimbingan konsisten dari orangtua. Berikan apresiasi setiap kali ada kemajuan kecil agar ia semakin termotivasi.

Inisiatif adalah keterampilan penting yang membantu anak tumbuh lebih mandiri, bertanggung jawab, dan percaya diri. Dengan 12 langkah sederhana ini, orangtua bisa melatih anak untuk tidak selalu menunggu instruksi. Prosesnya mungkin panjang, tetapi hasilnya akan terasa ketika anak siap menghadapi tantangan di sekolah maupun kehidupan sehari-hari.

Penulis: Siti Nur Arisha

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading